6 Jenis Bahan Bakar Pesawat yang Umum Digunakan di Berbagai Negara

- Artikel menjelaskan bahwa bahan bakar pesawat dibagi dua kategori utama: Jet Fuel untuk mesin turbin dan Aviation Gasoline untuk mesin piston, masing-masing dengan karakteristik berbeda sesuai kebutuhan penerbangan.
- Jet A1, Jet A, Jet B, dan TS-1 merupakan jenis bahan bakar turbin yang digunakan di berbagai wilayah dunia berdasarkan kondisi suhu serta standar operasional penerbangan internasional maupun regional.
- 100LL Avgas digunakan untuk pesawat bermesin piston, sedangkan Sustainable Aviation Fuels (SAF) dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan dari sumber terbarukan untuk mendukung masa depan industri penerbangan.
Pesawat terbang tidak hanya bergantung pada teknologi mesin, tetapi juga pada bahan bakar yang dirancang khusus untuk kondisi ekstrem. Pada ketinggian tinggi, suhu bisa sangat rendah sehingga diperlukan bahan bakar dengan karakteristik tertentu agar tetap stabil dan aman digunakan.
Selain itu, setiap jenis pesawat memiliki kebutuhan bahan bakar yang berbeda, tergantung pada jenis mesin yang digunakan. Inilah yang membuat bahan bakar penerbangan tidak bisa disamakan dengan bahan bakar kendaraan biasa.
Secara umum, bahan bakar penerbangan dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Jet Fuel untuk mesin turbin dan Aviation Gasoline untuk mesin piston. Berikut Popmama.com rangkum beberapa jenis bahan bakar pesawat dari sumber flightwork.aero.
Table of Content
1. Jet A1 Fuel

Jet A1 merupakan bahan bakar yang paling umum digunakan dalam penerbangan komersial internasional. Jenis ini dikenal sebagai standar global karena kemampuannya bertahan dalam suhu ekstrem.
Bahan bakar ini berbasis kerosen tanpa timbal, memiliki warna kekuningan, dan viskositas rendah. Selain itu, Jet A1 dilengkapi aditif anti-statis untuk mencegah percikan listrik saat pengisian bahan bakar.
Dengan titik beku mencapai −47 °C, Jet A1 sangat ideal untuk penerbangan jarak jauh di ketinggian tinggi. Stabilitasnya membuat bahan bakar ini menjadi pilihan utama maskapai di seluruh dunia.
2. Jet A Fuel

Jet A adalah bahan bakar yang umum digunakan di Amerika Serikat. Secara umum, karakteristiknya hampir sama dengan Jet A1, namun terdapat beberapa perbedaan teknis.
Salah satu perbedaannya adalah titik beku yang sedikit lebih tinggi, yaitu sekitar −40 °C. Hal ini membuat Jet A kurang optimal untuk kondisi yang sangat dingin dibandingkan Jet A1.
Meski begitu, Jet A tetap banyak digunakan karena ketersediaannya yang luas di Amerika Utara. Bahan bakar ini tetap memenuhi standar keamanan dan performa penerbangan.
3. Jet B Fuel

Jet B digunakan di wilayah dengan suhu sangat dingin seperti Kanada bagian utara dan Alaska. Jenis ini dirancang untuk menghadapi kondisi lingkungan ekstrem.
Bahan bakar ini merupakan campuran antara nafta dan kerosen, sehingga memiliki sifat lebih mudah menguap dibandingkan jenis lainnya. Karakteristik ini membuatnya cukup berbeda dari Jet A dan Jet A1.
Dengan titik beku hingga −60 °C, Jet B sangat cocok digunakan di daerah bersuhu rendah. Namun, karena sifatnya yang volatil, bahan bakar ini membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati.
4. TS-1 Fuel

TS-1 adalah bahan bakar yang banyak digunakan di Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet. Jenis ini dirancang khusus untuk mendukung operasional di lingkungan dingin.
Bahan bakar ini memiliki titik beku di bawah −50 °C, sehingga mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Selain itu, TS-1 memiliki karakteristik yang sesuai dengan pesawat buatan Rusia.
Titik nyala TS-1 lebih rendah dibandingkan Jet A dan Jet A1, yaitu sekitar 28 °C. Hal ini membuatnya efektif digunakan di wilayah Arktik, meskipun tetap memerlukan perhatian dalam penggunaannya.
5. 100LL Avgas (Aviation Gasoline)

Berbeda dari jenis sebelumnya, 100LL Avgas digunakan untuk pesawat bermesin piston. Biasanya bahan bakar ini digunakan pada pesawat kecil atau penerbangan umum.
Avgas mengandung senyawa tetraethyllead yang berfungsi untuk mencegah ketukan mesin. Kandungan ini membantu menjaga performa mesin tetap optimal saat digunakan.
Angka “100” menunjukkan nilai oktan, sedangkan “LL” berarti Low Lead. Meskipun disebut rendah timbal, kandungannya masih lebih tinggi dibandingkan bensin kendaraan biasa.
6. Sustainable Aviation Fuels (SAF)

Sustainable Aviation Fuels atau SAF merupakan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Jenis ini mulai dikembangkan sebagai solusi masa depan industri penerbangan.
SAF dibuat dari sumber terbarukan seperti biomassa, sehingga lebih berkelanjutan dibandingkan bahan bakar fosil. Penggunaannya diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan.
Keunggulan SAF adalah sifatnya sebagai drop-in fuel, yang berarti dapat langsung digunakan tanpa modifikasi besar pada mesin atau infrastruktur. Hal ini membuatnya menjadi opsi yang praktis untuk transisi energi.
Nah, itulah 6 jenis bahan bakar pesawat yang perlu kamu ketahui.
FAQ Seputar Jenis Bahan Bakar Pesawat
| Mengapa pesawat tidak menggunakan bensin biasa seperti mobil? | Bahan bakar pesawat dirancang khusus untuk kondisi ekstrem, seperti suhu sangat rendah di ketinggian. Bensin biasa tidak memiliki stabilitas dan titik beku yang sesuai, sehingga tidak aman digunakan untuk penerbangan. |
| Apa bahan bakar pesawat yang paling umum digunakan di dunia? | Jet A1 adalah bahan bakar yang paling umum digunakan secara global, terutama untuk penerbangan komersial. |
| Apakah semua negara menggunakan jenis bahan bakar pesawat yang sama? | Tidak selalu. Misalnya, Jet A lebih umum di Amerika Serikat, sedangkan TS-1 banyak digunakan di Rusia. Pemilihan bahan bakar biasanya disesuaikan dengan standar regional dan kondisi lingkungan. |
















![[QUIZ] Tipe Hubungan Kamu dari Lagu-Lagu G-Dragon BIGBANG](https://image.popmama.com/post/20250423/upload_122f7ed874a202fb0468fbd2fec20122.jpg)

