Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Motor Matik Lebih Boros daripada Motor Manual? Ini Alasannya
Pexels/Tiwi Riders
  • Motor matik lebih boros karena sistem CVT membuat mesin bekerja otomatis menyesuaikan rasio transmisi, berbeda dengan motor manual yang bisa diatur langsung oleh pengendara untuk efisiensi tenaga.
  • Gaya berkendara agresif seperti akselerasi mendadak dan sering gas-rem mempercepat konsumsi bensin pada motor matik, sedangkan kontrol gigi pada motor manual membantu menjaga efisiensi bahan bakar.
  • Teknologi injeksi, idling stop, serta perawatan rutin dapat membuat motor matik modern lebih hemat; usia mesin dan kondisi komponen juga berpengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Motor matik itu suka habis bensin lebih cepat dari motor manual. Soalnya mesinnya kerja sendiri buat ubah gigi, jadi capek dan butuh banyak bensin. Kalau orangnya suka tarik gas kencang juga makin boros. Tapi motor baru sekarang sudah lebih pintar dan bisa hemat kalau dirawat baik dan sering diservis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menunjukkan bahwa meski motor matik dikenal lebih boros, perkembangan teknologi telah membawa kemajuan berarti. Inovasi seperti sistem injeksi, idling stop, dan indikator eco riding membuat konsumsi bahan bakar semakin efisien. Dengan perawatan rutin dan gaya berkendara yang bijak, motor matik modern kini mampu menandingi efisiensi manual tanpa mengorbankan kepraktisan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat kamu yang setiap hari bolak-balik kantor atau antar-jemput anak sekolah, motor matik pasti jadi andalan. Tinggal gas, tinggal rem, tidak perlu melakukan perpindahan gigi. 

Tapi di balik kepraktisannya, ada satu keluhan yang sering muncul dari para pemilik motor matik, yaitu boros bensin. Isi tangki yang biasanya cukup buat seminggu, tiba-tiba sudah minta diisi ulang lagi.

Sebenarnya, kenapa motor matik cenderung lebih boros dibandingkan motor manual? Apakah cuma mitos atau memang ada penjelasan teknisnya?

Berikut Popmama.com mengulas kenapa motor matik lebih boros daripada motor manual yang dikutip dari IDN Times. Yuk, simak sampai habis!

Perbedaan Sistem Transmisi

Pexels/Tiwi Riders

Hal pertama yang bikin motor matik dan manual beda soal urusan BBM adalah sistem transmisinya. Motor matik mengandalkan CVT atau Continuously Variable Transmission yang bikin pengendara gak perlu repot pindah gigi. 

Praktis memang, tapi di balik kemudahan itu, mesin matik justru harus bekerja ekstra untuk menyesuaikan rasio transmisi secara otomatis sesuai putaran mesin.

Kondisi inilah yang membuat konsumsi BBM motor matik terasa lebih boros dibandingkan dengan motor manual yang transmisinya bisa diatur langsung sesuai kebutuhan.

Beda cerita dengan motor manual yang memakai sistem gigi konvensional. Di sini, pengendara bisa memilih sendiri kapan harus turun atau naik gigi, sehingga tenaga mesin bisa disalurkan ke roda dengan lebih efisien dan minim energi yang terbuang percuma. 

Itulah kenapa motor manual sering dianggap lebih irit, apalagi kalau dipakai buat perjalanan jauh dengan rute yang stabil dan tidak banyak stop-and-go.

Gaya Berkendara

Pexels/@candrasaldifa

Ternyata bukan cuma soal mesin, gaya berkendara juga jadi faktor besar yang bikin motor matik boros. Kebanyakan pengendara matik cenderung melakukan akselerasi secara spontan, alias tarik gas dalam-dalam begitu lampu hijau menyala atau saat mau menyalip. 

Kebiasaan ini memaksa mesin bekerja lebih keras dalam waktu singkat, dan otomatis bahan bakar yang terpakai pun lebih banyak. Apalagi kalau kamu sering terjebak macet dengan pola gas-rem-gas-rem, dijamin bensin cepat terkuras.

Sebaliknya, pada motor manual, pengendara punya kendali lebih besar untuk menjaga tarikan tetap halus lewat perpindahan gigi yang tepat.

Meski begitu, kalau pengendara manual juga sering ugal-ugalan atau memaksa gigi rendah tanpa alasan jelas, borosnya bisa jadi setara dengan matik.

Jadi, sebenarnya boros atau iritnya sebuah motor bukan melulu soal jenis transmisi, melainkan juga seberapa bijak cara kamu menariknya di jalan.

Teknologi Mesin dan Perawatan

Pexels/Sergei Starostin

Kabar baiknya, perkembangan teknologi sekarang mulai mempersempit jarak efisiensi antara motor matik dan manual. Fitur seperti sistem injeksi, idling stop, sampai indikator eco riding membuat motor matik keluaran terbaru gak selalu kalah irit dibanding manual.

Bahkan beberapa motor matik modern sudah bisa menyaingi konsumsi BBM motor manual berkat teknologi yang makin canggih ini.

Selain teknologi, faktor perawatan juga gak kalah penting. Motor matik yang rutin diservis, rajin diganti oli sesuai jadwal, dan filter udaranya selalu bersih biasanya tetap bisa irit meski pakai sistem CVT.

Sebaliknya, motor manual yang jarang dirawat justru bisa jadi lebih boros daripada matik. Jadi, mau matik atau manual, kalau perawatannya diabaikan, keduanya sama-sama berisiko menghabiskan lebih banyak bensin dari biasanya.

Putaran Mesin yang Tidak Stabil

Pexels/Tiwi Riders

Alasan lain yang sering luput dari perhatian adalah soal putaran mesin atau RPM. RPM motor matik cenderung tidak stabil karena tidak bisa dikontrol secara langsung oleh pengendara seperti halnya di motor manual. 

Akibatnya, mesin jadi menyedot bahan bakar lebih banyak untuk menyesuaikan dengan tenaga yang dibutuhkan. Sementara itu, motor manual memungkinkan putaran mesin diatur lewat posisi gigi, sehingga tenaga yang dihasilkan lebih terkontrol dan bensin pun lebih hemat.

Kondisi RPM yang naik-turun ini juga yang bikin motor matik terasa lebih rakus saat dipakai di jalanan menanjak atau di medan yang tidak rata. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menjaga performa, dan itu artinya konsumsi bensin ikut meningkat.

Usia Motor

Pexels/Sam Ann Cheam

Terakhir, usia motor juga punya andil besar dalam urusan boros atau tidaknya konsumsi BBM. Semakin tua usia motor, biasanya performa mesin ikut menurun dan komponen-komponen di dalamnya sudah menurun, tidak seperti saat awal beli. 

Hal ini yang bikin motor matik lawas cenderung lebih boros dibandingkan motor matik keluaran baru yang sudah dilengkapi mesin dan teknologi ramah lingkungan.

Motor baru umumnya dirancang dengan standar efisiensi bahan bakar yang lebih baik, sehingga pembakaran di ruang mesin juga lebih optimal. 

Jadi, kalau motor matik kamu sudah berumur dan mulai terasa boros, bisa jadi itu tanda saatnya melakukan servis besar atau mengecek kondisi komponen utama seperti CVT dan filter udara, biar performanya kembali maksimal dan bensin gak cepat habis.

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai kenapa motor matik lebih boros daripada motor manual? Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article