6 Alasan Penggunaan Tas Plastik Sekali Pakai Dilarang!

Yuk, Ma kurangi penggunaan plastik sekali pakai

2 Juli 2020

6 Alasan Penggunaan Tas Plastik Sekali Pakai Dilarang
Freepik

Kantong plastik adalah sebuah benda yang selalu dapat membantu Mama untuk membawa barang-barang yang Mama beli saat berbelanja.

Kantong plastik merupakan bagian dari kehidupan modern kita, dan kita cenderung tidak memikirkan ke mana plastik itu akan berakhir. Bahkan, diperkirakan ada 10 juta kantong plastik yang digunakan setiap menit di seluruh dunia.

Tahukah Mama? Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah menetapkan 21 Februari 2006 sebagai Hari Peduli Sampah untuk pertama kalinya. Sampah saat ini menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat global hingga sekarang.

National Geographic melaporkan masing-masing kota di dunia setidaknya menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton setiap tahunnya. Sementara itu Bank Dunia, memperkirakan pada tahun 2025, jumlah sampah bertambah hingga 2,2 miliar ton.

Memang tidak bisa dipungkiri penggunaan plastik sudah menjadi bagian sehari-hari dari kehidupan manusia.

Bahannya yang ringan dan penggunaannya yang praktis membuat pemakaian plastik semakin meningkat setiap harinya. Itu sebabnya plastik jadi salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan di Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya, Ma.

Kenapa sih Mama harus mengurangi penggunaan plastik? Berikut alasan larangan penggunaan plastik yang sudah Popmama.com rangkum selengkapnya.

1. Mencemari air dan tanah di lingkungan sekitar

1. Mencemari air tanah lingkungan sekitar
Pexels/Lukas

Kantong plastik ternyata tidak hanya mencemari sungai, danau, dan laut saja loh, Ma. Plastik juga bisa mencemari tanah.

Sampah oleh kantong plastik ini kadang tidak hanya dibuang di sungai, danau, atau laut saja, tapi ada yang dikubur di dalam tanah juga, Ma. 

Sifat plastik yang sukar didaur ulang menyebabkan pencemaran pada air juga tanah di sekitar lingkungan Mama.

2. Berbahaya bagi kesehatan manusia

2. Berbahaya bagi kesehatan manusia
Freepik

Selain mencemari air dan tanah, plastik juga berbahaya bagi kesehatan manusia loh, Ma. Kok bisa?

Karena, ada beberapa bahan kimia dari kantong plastik yang dapat mengganggu fungsi normal dari hormon dalam tubuh manusia.

Kebanyakan kantong plastik memiliki beberapa polutan seperti PCB (Polychlorinated biphenyl) dan PAH (Polycyclic hidrocarbon aromatik) yang dapat mengacaukan hormon.

Editors' Picks

3. Merusak keseimbangan ekosistem laut

3. Merusak keseimbangan ekosistem laut
Unsplash/ Nik Ramzi Nik Hassan

Terdapat sekitar 12,7 juta ton sampah plastik yang berakhir di lautan. Sampah plastik tadi mengendap dan merusak keseimbangan ekosistem lautan.

Buktinya Ma,  ditemukan banyak hewan laut yang mati secara mendadak dalam beberapa tahun terakhir ini. Seperti ikan paus yang ditemukan di Pulau Kapota, Wakatobi pada 18 November 2018 lalu.

Mirisnya lagi Ma, penyebab kematian hewan laut tersebut sangat mengenaskan, yaitu keracunan limbah plastik, Di dalam perutnya, banyak ditemukan sampah plastik mulai dari plastik makanan, plastik belanja sampai botol minuman.

Hal ini membuktikkan bahwa tak hanya mengotori lautan, kita juga turut andil membunuh hewan laut secara tidak sadar.

4. Menghasilkan limbah

4. Menghasilkan limbah
Pexels/Stijn Dijkstra

Mama udah tau belum, nih? Saat ini, ada sekitar 46.000-1.000.000 fragmen plastik yang mengambang dalam setiap mil persegi lautan di dunia.

Proses pembuatan kantong plastik ternyata menghasilkan limbah berupa potongan-potongan kecil bahan yang berakhir atau dibuang ke lautan.

Limbah tersebut juga dikonsumsi oleh hewan-hewan yang ada di laut loh, Ma. Dan hal itu juga yang bisa membuat hewan-hewan tidak bersalah itu menjadi mati.

5. Membutuhkan waktu ratusan tahun agar kembali terurai

5. Membutuhkan waktu ratusan tahun agar kembali terurai
Freepik/rawpixel

Mama pasti sudah tahu kalau plastik adalah sampah yang sulit untuk didaur ulang. Iya memang benar Ma, plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk membuatnya terurai kembali.

Saat ini memang ada beberapa home industri yang mencoba mendaur ulang sampah plastik, tapi keberadaannya sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah sampah plastik yang ada di masyarakat.

Bahkan menurut data, sampah plastik yang bisa didaur ulang hanya mencapai 5% dari total sampah yang ada loh, Ma.

6. Bumi kita sudah terlalu tua dan kotor

6. Bumi kita sudah terlalu tua kotor
Freepik/jannoon028

Jika bumi kita ibaratkan sebagai manusia, keadaan bumi kita sudah sangat tua yang disertai penyakit kronis.

Tak terhitung sudah berapa banyak polusi yang disebabkan oleh kendaraan, pabrik-pabrik dan limbah rumah tangga. Dan sampah plastik adalah salah satu penyebab mengapa bumi ini jadi tidak sehat.

Nah, itu dia Ma alasan mengapa kita disarankan untuk mengurangi penggunaan plastik dalam keseharian. Maka dari itu, sebelum terlambat, selagi masih bisa dilakukan pencegahan, yuk Ma kita kurangi pemakaian plastik secara berkala.

Sebagai manusia yang juga tinggal di bumi, kita punya peran dan tanggung jawab bersar untuk menjaga lingkungan loh, Ma. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga masa depan bumi, dan Mama bisa memulainya lewat hal-hal yang sederhana, seperti membawa tas belanja sendiri saat Mama pergi ke minimarket. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.