Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Makanan yang Mengandung Albumin, Bantu Badan Tepat Fit!
Pexels/Andrea Piacquadio
  • Artikel menjelaskan pentingnya albumin sebagai protein darah yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mempercepat pemulihan setelah sakit.
  • Disebutkan tujuh sumber makanan kaya albumin, mulai dari putih telur, ikan gabus, daging tanpa lemak, produk susu, hingga sumber nabati seperti tempe dan kacang-kacangan.
  • Makanan laut seperti udang serta biji-bijian seperti biji labu dan kuaci juga direkomendasikan karena kandungan proteinnya mendukung pembentukan albumin dan perbaikan jaringan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti pernah merasakan badan terasa lebih cepat capek saat sedang drop, setelah sakit, atau baru masa pemulihan. Di kondisi seperti ini, tubuh biasanya membutuhkan asupan nutrisi yang cukup supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih optimal, salah satunya adalah albumin. 

Albumin merupakan jenis protein penting dalam darah yang berperan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus mendukung proses perbaikan jaringan. Tidak heran kalau saat masa pemulihan, kebutuhan protein biasanya ikut meningkat.

Kabar baiknya, albumin tidak hanya bisa didapat dari suplemen atau makanan mahal. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung protein pendukung pembentukan albumin dan mudah ditemukan. Kira-kira apa saja ya?

Yuk, ikut Popmama.com membahas 7 makanan yang mengandung albumin agar tubuh tetap fit berikut ini.

1. Putih telur

Pexels/Los Muertos Crew

Coba perhatikan, kalau tubuh terasa lemas, baru sembuh sakit, atau sedang masa pemulihan, ahli medis sering kali merekomendasikan agar banyak mengonsumsi putih telur.

Bukan tanpa alasan, putih telur memang mengandung protein berkualitas tinggi yang mudah diserap tubuh. Mengutip dari National Kidney Foundation, telur termasuk sumber protein dengan nilai biologis tinggi.

Artinya, kandungan asam aminonya lengkap dan bisa digunakan tubuh secara optimal untuk membantu pembentukan jaringan baru, menjaga massa otot, sekaligus mendukung produksi albumin dalam darah.

Putih telur disarankan karena tinggi protein namun rendah lemak. Cara paling praktis mengonsumsinya bisa dengan direbus atau dicampur ke sup agar lebih mudah dimakan, terutama kalau tubuh masih belum terlalu fit.

2. Ikan gabus dan ikan laut

Pexels/Xù Concept

Di Indonesia, ikan gabus sudah lama dikenal sebagai makanan yang sering dikonsumsi saat masa pemulihan. Banyak orang percaya ikan ini membantu tubuh lebih cepat pulih setelah operasi atau sakit karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Pandangan ini juga sejalan dengan Irish Kidney Diet yang menyebut ikan sebagai sumber protein berkualitas yang baik untuk membantu menjaga kadar protein tubuh, termasuk albumin.

Selain ikan gabus, ikan laut seperti tuna, salmon, kembung, hingga bandeng juga bisa jadi pilihan karena kaya protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan.

Menariknya, ikan kembung yang harganya lebih ramah di kantong ternyata punya kandungan protein yang tidak kalah baik. Jenis ikan seperti ini termasuk protein bernilai biologis tinggi yang lebih mudah dimanfaatkan tubuh.

Kalau sedang dalam masa pemulihan, ikan kukus, pepes, atau sup ikan biasanya jadi pilihan yang lebih nyaman untuk pencernaan dibanding gorengan.

3. Daging ayam dan daging sapi tanpa lemak

Pexels/Djordje Vezilic

Saat tubuh membutuhkan tenaga tambahan untuk pulih, protein dari daging juga bisa membantu memenuhi kebutuhan albumin.

Menurut Texas Real Food, daging merah berkualitas baik mengandung protein padat yang membantu proses regenerasi jaringan tubuh. Namun, supaya lebih ringan untuk tubuh, pilih bagian sapi tanpa banyak lemak.

Selain sapi, dada ayam juga jadi pilihan yang lebih sering dikonsumsi sehari-hari. Ayam termasuk sumber protein hewani yang baik untuk menjaga massa otot dan membantu tubuh tetap kuat selama masa pemulihan.

Ayam bisa diolah menjadi sup ayam, ayam rebus, atau ayam panggang tanpa terlalu banyak minyak yang lebih nyaman dikonsumsi ketika kondisi badan sedang drop.

4. Susu, yogurt, dan keju

Pexels/ROMAN ODINTSOV

Selain tinggi kalsium dan vitamin D, produk olahan susu juga bisa membantu memenuhi kebutuhan protein harian tubuh. Susu dan produk turunannya termasuk sumber protein yang cukup mudah diserap tubuh.

Selain membantu menjaga kebutuhan albumin, kandungan nutrisi di dalamnya juga mendukung daya tahan tubuh selama masa pemulihan. 

Keju bahkan memiliki protein yang lebih padat dibanding susu cair biasa dan menjadi komponen yang mudah dimasukkan ke menu harian.

Kalau kamu tidak punya masalah intoleransi laktosa, segelas susu hangat, yogurt tanpa terlalu banyak gula, atau tambahan keju di makanan bisa jadi pilihan sederhana untuk membantu tubuh tetap fit.

5. Tempe, tahu, dan kacang-kacangan

Pexels/Leongsan Tung

Tidak harus selalu dari protein hewani, sumber nabati seperti kacang kedelai, edamame, tahu, tempe, hingga kacang hijau juga bisa membantu memenuhi kebutuhan albumin tubuh.

Meski protein nabati tidak selalu selengkap protein hewani, produk nabati bisa dikombinasikan dengan pola makan yang beragam untuk tetap meraih manfaat baiknya. 

Bagi orang Indonesia, tempe dan tahu justru jadi pilihan paling mudah karena murah, mudah ditemukan, dan bisa diolah jadi banyak menu. Bubur kacang hijau juga bisa jadi camilan tambahan yang mengenyangkan sekaligus memberi asupan protein.

6. Udang

Pexels/Atlantic Ambience

Bukan cuma enak, udang ternyata juga punya kandungan protein yang cukup tinggi. Makanan laut seperti udang memiliki kandungan protein dengan kadar lemak jenuh yang relatif rendah. 

Selain itu, udang juga mengandung selenium dan mineral lain yang membantu tubuh selama proses perbaikan sel.

Namun, tetap perlu perhatikan cara mengolahnya ya. Udang kukus, tumis ringan, atau dimasak kuah biasanya lebih baik dibanding digoreng dengan terlalu banyak minyak.

7. Biji labu dan kuaci

Pexels/João Jesus

Kalau kamu suka ngemil, biji-bijian seperti biji labu atau kuaci bisa jadi camilan sehat yang mendukung kebutuhan protein tubuh. Biji-bijian mengandung protein sekaligus zinc, mineral yang membantu berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung kerja hati dalam menghasilkan protein penting seperti albumin.

Meski porsinya kecil, camilan seperti ini tetap bisa membantu menambah asupan nutrisi harian, terutama saat nafsu makan sedang turun setelah sakit.

Itu dia 7 makanan yang mengandung albumin yang bisa rutin dikonsumsi. Mana nih yang jadi favoritmu? 

Editorial Team

Related Article