Menjaga pola makan bukan cuma soal memilih makanan sehat, tapi juga membatasi makanan tertentu yang berisiko jika terlalu sering dikonsumsi.
8 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Sebulan Sekali

- Artikel menyoroti delapan jenis makanan seperti daging olahan, mie instan, dan minuman bersoda yang sebaiknya dikonsumsi hanya sesekali karena kandungan gula, garam, dan lemak jenuhnya tinggi.
- Gorengan, fast food, serta kue atau dessert manis kemasan disebut berisiko meningkatkan kalori dan lemak berlebih jika dikonsumsi terlalu sering dalam pola makan harian.
- Keripik ultra proses dan daging merah berlemak juga disarankan dibatasi agar asupan kalori tetap seimbang serta mengurangi risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme.
Beberapa makanan memang masih boleh dinikmati sesekali, tapi para ahli kesehatan menyarankan agar frekuensinya tidak berlebihan karena kandungan gula, garam, lemak jenuh, atau bahan pengawetnya cukup tinggi.
Coba perhatikan apakah kamu terlalu sering mengonsumsi 8 makanan yang sebaiknya dikonsumsi sebulan sekali yang telah Popmama.com rangkum di berikut ini.
Table of Content
1. Daging olahan

Menurut WHO, daging olahan seperti sosis, bacon, ham, salami, dan kornet termasuk makanan yang perlu dibatasi konsumsinya.
Itu karena poses pengasapan, pengawetan, atau penambahan bahan tertentu pada daging dapat menghasilkan senyawa yang bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi terlalu sering.
Selain itu, daging olahan umumnya mengandung natrium dan lemak jenuh yang cukup tinggi. Karena itu, makanan ini lebih baik dijadikan menu sesekali daripada menjadi lauk harian di meja makan.
2 Mie instan

Mie instan memang praktis dan mudah ditemukan, tapi kandungan garamnya cenderung tinggi dibandingkan banyak makanan rumahan.
Dalam satu porsi, asupan natrium yang masuk bisa menyumbang sebagian besar kebutuhan harian seseorang.
Tidak ada larangan untuk mengonsumsi mie instan. Tapi kalau terlalu sering dijadikan menu utama, tubuh bisa menerima asupan garam dan lemak yang berlebihan.
Itulah sebabnya, banyak ahli gizi menyarankan agar mie instan hanya dinikmati sesekali dan tetap dilengkapi sayur serta sumber protein lain.
3. Minuman bersoda

Harvard Health menjelaskan bahwa minuman bersoda dan minuman manis merupakan salah satu sumber gula tambahan terbesar dalam pola makan modern.
Konsumsi gula berlebih dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.
Masalahnya, kalori dari minuman sering kali tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Akibatnya, seseorang bisa tetap makan dalam jumlah normal meski sudah mendapatkan tambahan kalori yang cukup besar dari minuman bersoda.
4. Gorengan

Siapa sih yang tidak suka gorengan? Hidangan ini menjadi camilan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya renyah.
Namun, makanan yang digoreng umumnya mengandung kalori dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan makanan yang direbus atau dikukus. Bahkan, risikonya bisa meningkat kalau minyak dipakai berulang kali.
Selain membuat kandungan lemak bertambah, penggunaan minyak berulang juga dapat menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.
5. Makanan cepat saji (fast food)

Burger, ayam goreng cepat saji, kentang goreng, dan berbagai menu serupa termasuk makanan yang umumnya tinggi kalori, garam, gula, serta lemak jenuh.
Karena rasanya enak dan praktis, banyak orang tanpa sadar mengonsumsinya lebih sering dari yang dibutuhkan.
Padahal, Harvard Health menemukan bahwa makanan ultra proses, termasuk berbagai jenis fast food, bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung.
Bukan cuma itu, risiko penyakit ini juga punya kemungkinan besar menyebar dan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya jika menjadi bagian besar dari pola makan sehari-hari.
6. Kue dan dessert manis kemasan

Kue kemasan, donat, pastri, dan dessert manis lainnya biasanya mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi, yang kalau dikonsumsi terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan jantung, berat badan, dan kontrol gula darah.
Bukan berarti makanan manis harus dihindari sepenuhnya ya. Namun, menjadikannya camilan sesekali tentu lebih baik dibandingkan mengonsumsinya hampir setiap hari.
7. Keripik dan snack ultra proses

Dikutip dari American Heart Association, banyak makanan ultra proses mengandung tambahan garam, gula, lemak, pengawet, dan bahan lain untuk meningkatkan rasa serta daya tahan produk.
Contohnya adalah keripik kemasan, snack gurih, dan berbagai makanan ringan instan.
Karena mudah dimakan dalam jumlah banyak, camilan seperti ini sering membuat seseorang mengonsumsi kalori berlebih tanpa sadar. Itulah sebabnya snack ultra proses lebih cocok dijadikan camilan sesekali daripada stok harian.
8. Daging merah berlemak

Daging merah sebenarnya mengandung protein, zat besi, dan vitamin B yang bermanfaat bagi tubuh.
Namun, konsumsi daging merah dalam jumlah besar dan terlalu sering justru berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan.
Karena itu, konsumsi daging merah sebaiknya tetap dibatasi dan diimbangi dengan sumber protein lain seperti ikan, ayam, kacang-kacangan, atau telur. Dengan begitu, pola makan tetap lebih seimbang dan bervariasi.
Itulah 8 makanan yang sebaiknya dikonsumsi sebulan sekali. Kalau kamu masih mengonsumsinya, coba kurangi frekuensinya agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.


















