Saat melihat atau mengetahui kasus KDRT, tidak sedikit korban yang akhirnya memaafkan kembali atau tidak sakit hati dengan pelaku. Ternyata, reaksi tersebut bisa jadi muncul karena Stockholm Syndrome. Apa itu?
Singkatnya, stockholm syndrome merupakan gangguan psikologis yang kerap terjadi pada tawanan, sandera, hingga korban kekerasan.
Bukannya takut, korban yang mengalami stockholm syndrome justru menunjukkan perasaan bergantung dan ketertarikan, sehingga takut jika harus berpisah dengan pelaku.
Ada berbagai faktor terjadinya stockholm syndrome hingga berdampak terhadap psikologis korban.
Selengkapnya, Popmama.com telah merangkum informasi untuk mengenal stockholm syndrome yang banyak dialami korban KDRT.
