Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Pantangan Makan untuk Diet Golongan Darah B agar Hasilnya Optimal
istockphoto/WhiteJack

Intinya sih...

  • Ayam kurang cocok untuk golongan darah B karena dapat menimbulkan rasa lelah dan perut berat serta menghambat proses pemecahan protein.

  • Jagung cepat diserap tubuh sehingga membuat energi tidak bertahan lama, menyebabkan tubuh terasa lemas dan ingin makan lagi.

  • Kacang tanah bisa memicu gangguan pencernaan ringan dan menghambat penyerapan nutrisi, sehingga sebaiknya dibatasi dalam konsumsi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama dengan golongan darah B sering disebut punya tubuh yang cukup adaptif, tapi justru karena itu banyak yang suka “kecolongan” soal makanan. Kelihatannya aman, tapi ternyata bikin tubuh cepat capek, perut nggak nyaman, atau berat badan susah turun.

Kalau Mama pernah ngalamin hal itu, bisa jadi ada makanan tertentu yang sebenarnya kurang cocok. Pendekatan diet golongan darah memang bukan pedoman medis utama, tapi prinsipnya sejalan dengan anjuran pola makan seimbang.

Menurut ulasan dari Harvard Health Publishing, reaksi tubuh terhadap makanan sangat bergantung pada metabolisme dan sistem pencernaan masing-masing individu. Jadi wajar kalau golongan darah B punya pantangan makan tersendiri yang perlu diperhatikan.

Maka dari itu, Popmama.com akan menjelaskan mengenai 7 pantangan makan untuk diet golongan darah B agar hasilnya optimal. Simak dibawah ini yuk.

1. Daging ayam

istockphoto/LauriPatterson

Daging ayam sering dianggap aman karena rendah lemak dan mudah diolah. Tapi untuk golongan darah B, ayam justru kerap menimbulkan rasa kurang nyaman di tubuh. Banyak orang merasa lebih cepat lelah setelah mengkonsumsinya.

Bahkan ada yang mengeluh perut terasa berat. Dalam pendekatan diet golongan darah, ayam mengandung protein yang dinilai kurang cocok untuk sistem metabolisme golongan darah B.

Akibatnya, proses pemecahan protein tidak berjalan maksimal. Energi yang dihasilkan pun tidak optimal. Karena itu, ayam biasanya dianjurkan untuk dibatasi, bukan dijadikan menu utama harian.

2. Jagung

istockphoto/feellife

Jagung sering terlihat sebagai makanan sehat dan mengenyangkan. Namun bagi golongan darah B, jagung bisa mengganggu kestabilan energi. Mama mungkin merasa cepat lapar meski baru saja makan.

Hal ini tentu bikin diet terasa berat. Jagung mengandung karbohidrat yang cukup cepat diserap tubuh. Energi yang dihasilkan tidak bertahan lama. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan ingin makan lagi. Inilah alasan jagung sering masuk daftar pantangan diet golongan darah B.

3. Kacang tanah

istockphoto/FotoIgart

Kacang tanah sering dijadikan camilan praktis. Tapi untuk golongan darah B, kacang tanah bisa memicu gangguan pencernaan ringan. Perut terasa penuh, begah, atau tidak nyaman. Efek ini sering muncul tanpa disadari.

Selain itu, kacang tanah mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan nutrisi tertentu. Akibatnya, manfaat dari makanan lain jadi tidak maksimal. Dalam jangka panjang, tubuh bisa terasa kurang bertenaga. Karena itu, kacang tanah sebaiknya dibatasi.

4. Gandum dan produk berbasis terigu

istockphoto/fcafotodigital

Roti putih, mie instan, dan pasta termasuk makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari. Sayangnya, makanan ini kurang ramah untuk golongan darah B. Konsumsinya bisa membuat energi cepat naik lalu turun drastis. Mama pun mudah mengantuk.

Karbohidrat olahan seperti terigu juga minim serat. Jika dikonsumsi terlalu sering, metabolisme bisa melambat. Pada golongan darah B, efek ini cukup terasa. Mengurangi gandum membantu tubuh lebih seimbang dan tidak gampang lelah.

5. Tomat

istockphoto/Elena Nikishina

Tomat memang kaya vitamin dan sering dianggap superfood. Namun dalam diet golongan darah B, tomat termasuk makanan yang perlu dibatasi. Beberapa orang merasa asam lambung lebih mudah naik setelah mengkonsumsinya. Terutama jika dimakan mentah.

Tomat mengandung senyawa yang dapat memicu reaksi tertentu pada sistem pencernaan golongan darah B. Efeknya bisa berupa rasa tidak nyaman di perut. Karena itu, tomat tidak dilarang total, tapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Terutama saat perut kosong.

6. Makanan olahan dan tinggi gula

istockphoto/Nadore

Makanan olahan seperti sosis, nugget, dan cemilan manis sebaiknya dihindari saat diet golongan darah B. Makanan ini tinggi kalori tapi minim nutrisi. Mama mungkin merasa kenyang sesaat, tapi cepat lapar lagi. Akibatnya, pola makan jadi tidak terkontrol.

Gula berlebih juga membuat energi naik cepat lalu turun drastis. Tubuh jadi mudah lemas dan sulit fokus. Dalam jangka panjang, berat badan bisa sulit turun. Mengurangi makanan olahan membantu diet berjalan lebih konsisten.

7. Minuman berkafein berlebihan

istockphoto/cscredon

Kopi dan minuman berkafein bisa jadi teman setia saat lelah. Namun untuk golongan darah B, konsumsi berlebihan justru bisa mengganggu keseimbangan tubuh. Mama mungkin merasa gelisah atau sulit tidur.

Kondisi ini mempengaruhi kualitas istirahat. Golongan darah B cenderung sensitif terhadap perubahan ritme tubuh. Kafein berlebih bisa memperparah hal tersebut. Dengan menguranginya, tubuh terasa lebih tenang. Energi pun lebih stabil sepanjang hari.

Pantangan makan untuk diet golongan darah B bukan tentang larangan keras, tapi tentang mengenali sinyal tubuh Mama. Saat beberapa makanan mulai dikurangi, biasanya tubuh terasa lebih ringan dan energi lebih stabil.

Dari situ, Mama bisa menyusun pola makan yang lebih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Menurut Cleveland Clinic, tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang.

Jadikan, 7 pantangan makan untuk diet golongan darah B agar hasilnya optimal ini sebagai referensi, bukan aturan mutlak. Semoga membantu, ya Ma!

Editorial Team