Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Penyebab Bercak Merah pada Mata yang Perlu Kamu Tahu
Wikimedia Commons/Daemonanyndel
  • Bercak merah pada mata bisa disebabkan oleh faktor fisik seperti cedera, batuk kuat, atau bersin berlebihan yang memicu pecahnya pembuluh darah kecil di mata.
  • Beberapa kondisi medis seperti retinopati diabetik, konjungtivitis, glaukoma, dan perdarahan subkonjungtiva juga dapat menimbulkan kemerahan pada area putih mata dengan tingkat risiko berbeda.
  • Gaya hidup modern turut berperan; kelelahan mata akibat layar digital, iritasi lensa kontak, alergi, serta blefaritis menjadi penyebab umum yang perlu diwaspadai dan ditangani dengan perawatan tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu bercermin di pagi hari dan tiba-tiba terkejut melihat adanya noda kemerahan pada area putih matamu? 

Kondisi ini tentu bisa bikin panik, apalagi jika muncul secara mendadak tanpa disertai rasa sakit yang jelas. 

Faktanya, kemunculan bercak kemerahan pada mata adalah sebuah keluhan umum yang bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang tampak sehat sekalipun.

Agar kamu tidak salah langkah dalam mengatasinya, berikut Popmama.com membahas 10 penyebab bercak merah pada mata. Yuk, simak sampai habis!

1. Cedera mata

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Penyebab pertama yang paling masuk akal ketika mata tiba-tiba merah adalah trauma fisik. Mengutip dari Medical News Today, cedera atau benturan pada area sekitar wajah bisa memicu pecahnya pembuluh darah kecil pada mata. 

Tidak selalu harus terkena benturan yang keras, kebiasaan seperti mengucek mata terlalu kuat saat gatal saja sudah cukup untuk memicu iritasi dan memunculkan bercak kemerahan. 

Jadi, usahakan tanganmu tetap bersih dan jauh dari wajah untuk menghindari gesekan berlebih, ya!

2. Bersin dan batuk

Pexels/Andrea Piacquadio

Bicara soal tekanan pada pembuluh darah, tahukah kamu kalau aktivitas alami tubuh juga bisa menjadi pemicunya? Ya, bersin yang terlalu kencang, batuk parah, atau bahkan mengejan dan muntah bisa memberikan tekanan fisik ekstra pada area kepala. 

Lonjakan tekanan sesaat inilah yang membuat pembuluh kapiler rentan pecah dan meninggalkan noda merah terang. 

Namun, jangan khawatir, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan warnanya perlahan akan memudar serta hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

3. Retinopati diabetik

Wikimedia Commons/National Eye Institute, National Institutes of Health

Beranjak dari faktor mekanis, kita masuk ke faktor kondisi kesehatan sistemik. Bagi kamu yang memiliki riwayat diabetes, menjaga kesehatan mata harus menjadi perhatian ekstra. 

Dilansir dari Medical News Today, penyakit diabetes bisa meningkatkan risiko komplikasi yang bernama retinopati diabetik. 

Kondisi ini membuat pembuluh darah di retina menjadi rapuh, rusak, dan rentan bocor, yang pada akhirnya memicu munculnya bercak kemerahan hingga pandangan kabur. 

Mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil adalah kunci utama untuk mencegahnya.

4. Konjungtivitis

Wikimedia Commons/Banswalhemant

Jika kemerahan pada matamu diiringi dengan rasa gatal, berair, dan keluar kotoran atau belekan, maka konjungtivitis mungkin menjadi biang keroknya. 

Melansir dari situs Bayview Vision, kondisi yang kerap disebut pink eye ini terjadi ketika selaput bening penyokong mata meradang akibat infeksi virus, bakteri, atau reaksi alergen. 

Karena sifatnya yang sangat menular, pastikan kamu selalu mencuci tangan dengan sabun dan tidak berbagi barang pribadi seperti handuk atau bantal saat sedang dalam masa pemulihan.

5. Glaukoma

Wikimedia Commons/Jonathan Trobe, M.D.

Tidak semua mata merah bisa dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja. Ada kalanya, gejala visual ini menjadi alarm tubuh terhadap kondisi medis darurat seperti glaukoma. 

Dikutip dari Bayview Vision, glaukoma akut bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada bola mata secara tiba-tiba, sehingga berisiko merusak saraf optik. 

Selain noda kemerahan, gejalanya sering dibarengi dengan sakit kepala hebat, mual, hingga melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu. 

Jika kamu mengalami tanda-tanda ini, segera kunjungi dokter spesialis untuk menyelamatkan penglihatanmu.

6. Sub konjungtiva

Wikimedia Commons/Daniel Flather

Istilah medis yang satu ini mungkin terdengar agak rumit, tetapi ini adalah sebutan teknis untuk perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah di bawah selaput mata yang bening (subkonjungtiva).

Darah yang bocor akan terjebak dan menciptakan area berwarna merah terang pada bagian putih mata. Meski penampakannya cukup dramatis, perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak menimbulkan rasa sakit maupun perubahan kemampuan melihat. 

Tubuh akan menyerap kembali darah tersebut secara alami dalam hitungan minggu, layaknya proses penyembuhan luka memar di kulit.

7. Kelelahan mata dan kurang tidur

Pexels/Mikhail Nilov

Di era serba digital seperti sekarang, siapa yang tidak betah menatap layar gawai selama berjam-jam? Sayangnya, kebiasaan ini sangat mudah memicu kelelahan mata. 

Ketika kamu kurang berkedip saat asyik menatap layar atau kerap begadang sehingga kurang tidur, pembuluh darah di mata akan melebar sebagai respons terhadap kelelahan. 

Hasilnya, matamu akan tampak memerah dan terasa kering. Oleh karena itu, para ahli menyarankan penerapan aturan 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit kamu bekerja di depan layar.

8. Iritasi lensa kontak

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Bagi kamu yang mengandalkan lensa kontak untuk menunjang aktivitas harian, menjaga kebersihannya adalah kewajiban mutlak. 

Pemakaian lensa dalam durasi yang terlalu lama, lupa melepasnya saat tidur malam, atau penggunaan cairan pembersih yang tidak sesuai sangat rawan menyebabkan iritasi. 

Gesekan benda asing yang terjadi terus-menerus pada kornea ini bisa merangsang timbulnya peradangan, mata kering, dan rasa mengganjal. Berikan waktu istirahat sejenak bagi matamu dengan beralih menggunakan kacamata sebagai selingan.

9. Alergi mata

Wikimedia Commons/Hızır Erdem Uygun

Bukan hanya bersin-bersin pada hidung, mata pun bisa mengalami reaksi alergi. Paparan debu, serbuk sari tanaman, bulu hewan peliharaan, atau tungau dapat memicu respons alergi secara langsung. 

Saat terpapar alergen, matamu akan memproduksi histamin yang membuat pembuluh darah membesar sehingga timbul bercak merah, gatal, bengkak, dan memicu produksi air mata berlebih.

Menjauhkan diri dari sumber alergi dan meneteskan obat tetes mata antihistamin biasanya cukup efektif untuk menuntaskan masalah ini.

10. Blefaritis

Wikimedia Commons/clubtable

Penyebab terakhir yang tidak kalah sering ditemui adalah blefaritis atau kondisi peradangan pada area kelopak mata. Kondisi ini umumnya berakar dari kelenjar minyak di pangkal bulu mata yang tersumbat, atau bisa juga akibat paparan infeksi bakteri. 

Dikutip dari Bay View Vision, blefaritis membuat mata dan kelopaknya tampak memerah, bengkak, terasa panas, bersisik, hingga gatal-gatal hebat. 

Rutin membersihkan area kelopak mata secara lembut dan memberikan kompres air hangat sangat membantu meringankan keluhannya.

Nah, itulah pembahasan mengenai 10 penyebab bercak merah pada mata. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article