Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Penyebab Memar di Paha, Jadi Tanda Cedera atau Masalah Kesehatan
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
  • Memar di paha bisa muncul tanpa disadari dan tidak selalu akibat benturan ringan, melainkan dapat menandakan cedera otot atau gangguan kesehatan tertentu.
  • Penyebabnya beragam, mulai dari aktivitas olahraga berat, kekurangan vitamin C dan K, efek samping obat pengencer darah, hingga perubahan hormon estrogen pada wanita.
  • Jika memar sering muncul tanpa sebab jelas atau sulit hilang, hal itu bisa menjadi tanda gangguan pembekuan darah dan perlu pemeriksaan medis lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memar di paha sering muncul tiba-tiba tanpa kita sadar kapan terbentur. Warnanya bisa berubah dari kemerahan, ungu, hingga kekuningan dalam beberapa hari.

Meski terlihat sepele, kondisi ini tak selalu sekadar akibat benturan ringan. Dalam beberapa kasus, memar yang sering muncul atau sulit hilang bisa berkaitan dengan cedera otot, efek samping obat, hingga gangguan kesehatan tertentu.

Karena itu, penting untuk memahami apa saja kemungkinan penyebabnya agar tidak mengabaikan tanda yang diberikan tubuh.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan 7 penyebab memar di paha yang bisa jadi tanda cedera atau masalah kesehatan. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

1. Benturan atau trauma fisik yang tidak disadari

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Dalam beberapa kasus, memar yang sering muncul atau sulit hilang bisa berkaitan dengan cedera otot, efek samping obat, hingga gangguan kesehatan tertentu.

Karena itu, penting untuk memahami apa saja kemungkinan penyebabnya agar tidak mengabaikan tanda yang diberikan tubuh.

2. Aktivitas olahraga intensitas tinggi

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Latihan kaki yang berat seperti squat, lari maraton, atau angkat beban dapat menyebabkan robekan mikro pada serat otot dan pembuluh darah di sekitarnya.

Memar ini biasanya muncul setelah sesi latihan yang sangat melelahkan dan sering kali dibarengi dengan rasa pegal otot atau Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) yang membuat paha terasa kaku saat digerakkan.

3. Kekurangan asupan vitamin

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Faktor nutrisi memegang peranan krusial dalam menjaga kekuatan pembuluh darah.

Kekurangan Vitamin C dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi rapuh, sementara kekurangan Vitamin K akan mengganggu proses pembekuan darah alami.

Jika tubuh kekurangan kedua zat ini, pembuluh darah di paha menjadi sangat sensitif dan mudah pecah meski hanya terkena tekanan yang sangat ringan.

4. Efek samping penggunaan obat-obatan

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi cara darah membeku atau menipiskan jaringan kulit.

Penggunaan obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin, serta konsumsi obat anti nyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen) dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko munculnya memar lebar di paha.

Hal ini disebabkan karena darah menjadi lebih sulit untuk berhenti mengalir saat terjadi kebocoran kecil pada kapiler.

5. Fluktuasi hormon estrogen pada wanita

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Secara biologis, wanita memang jauh lebih rentan mengalami memar di area paha dan lengan dibandingkan pria.

Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang dapat memperlebar pembuluh darah dan sedikit menghambat pembentukan dinding pembuluh darah yang kuat.

Akibatnya, memar sering kali muncul lebih mudah atau terlihat lebih mencolok menjelang masa menstruasi akibat perubahan kadar hormon tersebut.

6. Proses penuaan alami pada kulit

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Seiring bertambahnya usia, tubuh mulai kehilangan kolagen dan lapisan lemak di bawah kulit yang berfungsi sebagai "bantalan" pelindung pembuluh darah.

Di area paha, penipisan jaringan ikat ini membuat pembuluh darah kehilangan pelindung utamanya terhadap benturan fisik, sehingga kulit menjadi sangat mudah mengalami diskolorasi atau memar meski hanya terkena sentuhan ringan.

7. Gejala gangguan darah

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Terakhir, yang paling penting untuk diperhatikan adalah jika memar muncul secara spontan dalam jumlah banyak sebagai sinyal masalah kesehatan sistemik.

Dalam kasus yang lebih serius namun jarang terjadi, memar yang sangat luas dan tidak kunjung hilang bisa menjadi indikasi rendahnya kadar trombosit (seperti pada penderita ITP) atau gangguan pembekuan darah lainnya.

Jika memar di paha hanya terjadi sesekali setelah terbentur, biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila muncul tanpa sebab jelas, terasa nyeri berlebihan, atau disertai gejala lain, sebaiknya periksakan diri ke tenaga medis.

Mengenali 7 penyebab memar di paha yang bisa jadi tanda cedera atau masalah kesehatan sejak awal membantu kita mengambil langkah yang tepat, apakah cukup dengan istirahat, atau perlu penanganan lebih lanjut.

Editorial Team