Pernahkah kamu merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di telinga? rasanya penuh, agak mampet, dan suara di sekitar jadi terdengar kurang jelas. Kadang bahkan seperti habis berenang atau kemasukan air.
Bukan Cuma Karena Kotor, Ini 8 Penyebab Telinga Tersumbat

- Telinga tersumbat tidak selalu disebabkan oleh kotoran, tapi juga bisa karena gangguan tuba eustachius, perubahan tekanan udara, flu, alergi, hingga infeksi telinga.
- Masalah di rahang seperti TMJ disorder dan paparan suara keras juga dapat memicu sensasi telinga penuh atau berdenging akibat gangguan pada sistem pendengaran.
- Penanganan sederhana bisa dilakukan dengan manuver Valsalva untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga, namun harus dilakukan hati-hati agar tidak merusak gendang telinga.
Karena cukup sering terjadi, banyak orang langsung mengira penyebabnya pasti karena kotoran telinga yang menumpuk. Padahal, penyebab telinga tersumbat ternyata bisa lebih beragam dari itu.
Kondisi ini juga bisa berkaitan dengan tekanan udara, flu, alergi, sampai gangguan pada telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Bahkan ada juga penyebab rasa tersumbat yang justru muncul dari masalah di area rahang.
Nah, untuk mengetahuinya lebih lanjut, Popmama.com telah menyiapkan 8 penyebab telinga tersumbat yang perlu diketahui. Simak sampai akhir ya!
Table of Content
1. Penumpukan kotoran telinga (serumen)

Penyebab paling umum telinga terasa tersumbat memang berasal dari kotoran telinga atau serumen yang menumpuk terlalu banyak.
Dilansir dari Hearing Partners Malaysia, sebenarnya kotoran telinga punya fungsi penting, yaitu membantu menangkap debu, melindungi liang telinga dari bakteri, sekaligus menjaga bagian dalam telinga tetap sehat.
Masalah biasanya mulai muncul ketika kotoran ini menumpuk atau malah terdorong semakin ke dalam. Hal ini sering terjadi akibat kebiasaan membersihkan telinga memakai cotton bud, jepit rambut, atau benda kecil lainnya.
Bukannya keluar, kotoran justru makin masuk ke dekat gendang telinga dan mengeras. Akibatnya, gelombang suara jadi terhalang dan telinga terasa seperti tertutup.
2. Gangguan pada tuba eustachius

Di dalam telinga, ada saluran kecil bernama tuba eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan. Saluran ini bertugas menjaga keseimbangan tekanan udara di telinga.
Kalau fungsi saluran ini terganggu, telinga bisa terasa penuh atau seperti tertutup rapat. Biasanya kondisi ini muncul saat seseorang sedang pilek, alergi, atau mengalami peradangan di saluran pernapasan atas.
Tidak heran kalau banyak orang merasa pendengarannya seperti teredam saat sedang flu.
3. Perubahan tekanan udara secara mendadak

Kalau kamu pernah naik pesawat atau bepergian ke daerah pegunungan, mungkin pernah mengalami telinga mendadak terasa budek sebentar. Ternyata dalam dunia medis, hal ini dikenal sebagai barotrauma.
University of Utah Health menjelaskan bahwa perubahan tekanan udara yang terlalu cepat membuat telinga kesulitan menyesuaikan diri. Tuba eustachius tidak sempat menyeimbangkan tekanan di telinga tengah, sehingga muncul sensasi tersumbat, penuh, atau bahkan sedikit nyeri.
Biasanya kondisi ini akan membaik sendiri setelah mengunyah, menguap, atau menelan karena gerakan tersebut membantu membuka saluran telinga.
4. Flu, sinus, atau alergi

Telinga terasa mampet bersamaan dengan hidung tersumbat? besar kemungkinan penyebabnya masih saling berhubungan. Dilansir dari Sleep and Sinus Centers of Georgia, pilek, flu, sinusitis, maupun alergi bisa menyebabkan pembengkakan di area hidung dan tenggorokan.
Pembengkakan ini kemudian ikut menghambat saluran tuba eustachius, sehingga cairan dan tekanan di telinga menjadi tidak seimbang. Itulah kenapa saat sedang sakit flu, suara orang lain kadang terdengar seperti jauh atau teredam.
5. Penumpukan cairan di belakang gendang telinga

Kadang rasa tersumbat tidak langsung hilang meski flu sudah sembuh. Salah satu penyebabnya bisa karena masih ada cairan yang tertinggal di telinga tengah. Kondisi ini cukup sering terjadi setelah seseorang mengalami batuk pilek atau infeksi saluran pernapasan.
Cairan yang terjebak di belakang gendang telinga bertindak seperti penghalang suara alami yang kemudian mengakibatkan telinga terasa seperti kemasukan air selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
Bahkan pada beberapa orang, kondisi ini juga bisa membuat pendengaran terasa sedikit berkurang.
6. Gangguan sendi rahang (TMJ disorder)

Mungkin terdengar tidak nyambung, tapi masalah di rahang ternyata juga bisa membuat telinga terasa mampet, lho. Mengutip dari Medical News Today, sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ) letaknya sangat dekat dengan saluran telinga.
Kalau sendi ini mengalami gangguan, misalnya karena kebiasaan mengatupkan rahang terlalu kuat, menggeretakkan gigi saat tidur, atau ketegangan otot wajah, rasa tidak nyaman bisa menjalar ke area telinga.
Beberapa orang yang mengalami menggambarkannya seperti ada tekanan di telinga, disertai rasa pegal di rahang atau bunyi “klik” saat membuka mulut.
7. Infeksi telinga

Selain cairan yang tertahan, telinga tersumbat juga bisa disebabkan oleh infeksi langsung pada telinga. Kondisi ini bisa terjadi di telinga bagian tengah maupun liang telinga luar.
Infeksi ini biasanya memicu peradangan dan pembengkakan yang membuat saluran telinga terasa penuh. Bedanya dengan penyebab lain, kondisi ini sering disertai gejala tambahan seperti nyeri, demam ringan, telinga berdenging, atau bahkan keluar cairan.
Kalau rasa tersumbat muncul bersamaan dengan sakit yang cukup mengganggu, sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter ya!
8. Paparan suara keras dan tinnitus

Pernah setelah nonton konser musik atau terlalu lama pakai earphone dengan volume tinggi lalu telinga terasa aneh? Kondisi ini juga bisa menyebabkan sensasi telinga tersumbat.
Suara yang terlalu keras dapat memengaruhi sel-sel halus di telinga bagian dalam. Saat bagian ini terganggu, sebagian orang akan mengalami tinnitus, yaitu munculnya suara berdenging, mendesis, atau berdengung yang sebenarnya tidak berasal dari luar.
Karena adanya perubahan pada sistem pendengaran, otak bisa menafsirkan kondisi tersebut sebagai sensasi telinga yang terasa tertutup atau penuh.
Cara Menangani Telinga Tersumbat

Untuk menangani telinga tersumbat, sebenarnya ada cara mudah yang bisa dilakukan tanpa konsumsi obat. Metode ini dikenal sebagai manuver Valsalva.
Melansir dari Healthline, teknik ini dapat membantu membuka kembali saluran eustachius yang berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara di dalam telinga. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Tarik napas dalam-dalam kemudian tutup mulut rapat-rapat.
Jepit kedua lubang hidung menggunakan bantuan ibu jari dan jari telunjuk.
Embuskan napas secara perlahan melalui hidung yang masih dalam kondisi terjepit, mirip seperti gerakan mengeluarkan ingus secara lembut.
Hentikan gerakan setelah mendengar bunyi letupan kecil atau "klik" di dalam telinga yang menandakan tekanan udara telah kembali normal.
Meskipun mudah dan praktis, University of Utah Health menegaskan untuk tidak mengembuskan napas terlalu kuat atau memaksakan secara agresif.
Ini karena tekanan yang terlalu tinggi dan mendadak justru berisiko merusak struktur dalam telinga yang rapuh, menyebabkan rasa nyeri, atau bahkan memicu trauma hingga robeknya membran gendang telinga.
Oleh karena itu, kalau sumbatan tidak kunjung mereda setelah beberapa kali percobaan ringan, manuver ini harus segera dihentikan untuk menghindari cedera.
Itu dia 8 penyebab telinga tersumbat yang perlu diketahui. Walaupun sering dianggap sepele, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, apalagi kalau berlangsung lama atau disertai nyeri, demam, dan gangguan pendengaran.


















