Jangan Diabaikan, 10 Penyebab Testis Bengkak pada Laki-laki

- Artikel menjelaskan bahwa pembengkakan testis bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi seperti epididimitis dan PMS hingga gangguan mekanis seperti hernia inguinalis dan torsio testis.
- Beberapa penyebab lain termasuk penumpukan cairan (hidrokel, edema), pembesaran pembuluh darah (varikokel), infeksi TB genitourinari, serta kemungkinan kanker testis yang sering tidak menimbulkan rasa sakit.
- Cedera fisik juga dapat memicu pembengkakan pada skrotum, sementara deteksi dini dan pemeriksaan medis rutin ditekankan sebagai langkah penting untuk mencegah komplikasi serius.
Menemukan keanehan pada area intim tentu bisa memicu rasa panik dan khawatir yang luar biasa, terlebih bagi kaum laki-laki.
Salah satu keluhan yang cukup sering dialami namun kerap disembunyikan karena rasa malu adalah pembengkakan pada area testis atau kantung skrotum.
Padahal, perubahan ukuran sekecil apa pun di area sensitif ini sebenarnya adalah sinyal dari tubuh yang menandakan bahwa ada sesuatu yang sedang tidak beres dan butuh perhatian ekstra.
Agar kamu tidak lagi menerka-nerka, berikut Popmama.com rangkum 10 penyebab testis bengkak. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Epididimitis

Sebagai permulaan, mari kita bahas penyebab yang paling sering dikeluhkan, yaitu epididimitis. Mengutip dari Cleveland Clinic, epididimitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran melingkar di bagian belakang testis (epididimis) yang tugasnya menyimpan dan membawa sperma.
Saat saluran ini meradang, skrotum akan membengkak dan biasanya disertai dengan rasa nyeri yang cukup mengganggu, kemerahan, hingga demam. Penyebab utamanya paling sering berakar dari infeksi bakteri yang masuk ke saluran kemih.
2. Hidrokel

Berbeda dengan epididimitis yang diwarnai rasa sakit, bagaimana jika testis terlihat membesar tapi tidak terasa nyeri sama sekali? Kemungkinan besar itu adalah hidrokel.
Dilansir dari University of Utah Health, hidrokel terjadi ketika ada cairan yang terperangkap di dalam selubung pelindung yang mengelilingi testis.
Kondisi ini ibarat balon berisi air yang bertengger di dalam skrotum. Walaupun pada umumnya hidrokel tidak berbahaya dan tidak menyakitkan, bengkak yang dibiarkan terus membesar perlahan-lahan bisa menimbulkan rasa berat dan tidak nyaman saat kamu beraktivitas.
3. Edema

Berbicara mengenai cairan tubuh, ada kondisi lain yang juga bisa membuat area intim membengkak, yaitu edema.
Jika hidrokel spesifik terjadi karena cairan yang terperangkap di kantung sekitar testis, edema adalah pembengkakan akibat penumpukan cairan berlebih di dalam jaringan tubuh secara umum.
Terkadang, penumpukan cairan ini jatuh dan menumpuk di bagian bawah tubuh, termasuk area skrotum. Edema biasanya menjadi pertanda adanya masalah sirkulasi yang lebih luas, seperti gangguan pada fungsi jantung, hati, atau ginjal.
4. Hernia inguinalis

Beralih dari masalah cairan, kita masuk ke kondisi mekanis yang sering dikenal oleh masyarakat awam dengan sebutan "turun berok". Dalam dunia medis, kondisi ini disebut hernia inguinalis.
Mengutip artikel dari Manual.co, hernia inguinalis terjadi ketika sebagian kecil usus atau jaringan lemak perut menembus titik lemah pada otot dinding perut bagian bawah dan turun masuk ke dalam kantung testis.
Benjolan atau pembengkakan akibat hernia ini biasanya akan terlihat makin jelas saat kamu sedang berdiri, mengangkat beban berat, atau batuk, dan bisa masuk kembali saat kamu berbaring.
5. Kanker testis

Meski probabilitasnya tidak sebesar penyebab lainnya, kemungkinan ini tetap harus diwaspadai dengan saksama. Dilansir Cleveland Clinic, salah satu gejala paling awal dari kanker testis adalah munculnya benjolan keras atau pembengkakan pada salah satu testis yang anehnya tidak menimbulkan rasa sakit.
Terkadang, keluhan ini hanya dibarengi dengan sensasi berat atau pegal di perut bagian bawah. Karena sifatnya yang tidak nyeri, banyak orang sering mengabaikannya. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat krusial untuk deteksi dini.
6. Tuberkulosis (TB)

Mendengar kata tuberkulosis, pikiran kita pasti langsung tertuju pada penyakit paru-paru dan batuk parah. Namun, faktanya, infeksi bakteri penyebab TB ini sangat pintar menyusup ke bagian tubuh lainnya, termasuk sistem reproduksi.
Walaupun jarang disorot, TB genitourinari bisa menyerang bagian epididimis dan testis. Infeksi bakteri yang bersarang di area ini akan memicu peradangan kronis yang membuat testis menebal dan membengkak.
Kondisi ini sering kali mengecoh dan membutuhkan pemeriksaan laboratorium khusus untuk memastikannya.
7. Varikokel

Pernahkah kamu melihat pembuluh darah yang menonjol kebiruan di area betis (varises)? Nah, varikokel ini punya konsep yang sangat mirip, hanya saja pembesaran pembuluh darah venanya terjadi di dalam kantung skrotum.
Melansir dari Advanced Urology, varikokel sering kali digambarkan terasa seperti sekantong cacing jika disentuh dengan jari.
Walaupun sering kali tidak bergejala, pembengkakan pembuluh darah ini bisa membuat testis terlihat besar sebelah dan, jika dibiarkan dalam jangka panjang, berisiko mengganggu produksi sperma serta kesuburan.
8. Penyakit menular seksual (PMS)

Kembali ke persoalan infeksi, kali ini sumbernya berkaitan erat dengan aktivitas intim. Beberapa jenis penyakit menular seksual (PMS), khususnya gonore (kencing nanah) dan klamidia, adalah tersangka utama penyebab radang pada testis.
Dikutip dari Apollo Hospitals, bakteri dari infeksi menular seksual ini bisa berjalan naik melewati saluran kemih hingga mencapai sistem reproduksi, sehingga memicu peradangan hebat dan pembengkakan.
Penggunaan pengaman serta menjaga kebersihan saat berhubungan adalah kunci utama pencegahannya.
9. Torsio testis

Jika pembengkakan terjadi secara sangat mendadak dan diiringi dengan rasa nyeri yang luar biasa tajam hingga membuat mual, ini adalah peringatan darurat dari tubuhmu.
Kondisi tersebut dinamakan torsio testis, sebuah insiden di mana testis terpelintir di dalam skrotum sehingga memelintir saluran korda spermatika dan memutus aliran darah seketika. Torsio testis adalah kondisi gawat darurat medis. Jika aliran darah tidak segera dikembalikan melalui prosedur operasi dalam kurun waktu beberapa jam, jaringan testis bisa mati permanen.
10. Trauma atau cedera

Penyebab terakhir dalam daftar ini adalah faktor eksternal yang paling mudah dikenali, yaitu benturan fisik atau cedera.
Entah itu akibat tendangan tidak sengaja saat bermain sepak bola, benturan keras akibat kecelakaan, atau posisi duduk yang salah saat bersepeda.
Dilansir Apollo Hospitals, cedera tumpul pada selangkangan secara otomatis akan menyebabkan jaringan skrotum mengalami memar, peradangan, berkumpulnya cairan, hingga perdarahan dalam yang pada akhirnya membuat testis terlihat bengkak dan terasa amat nyeri.
Itulah 10 penyebab testis bengkak yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat!



















