- 2008–2010: Akademi Hamburger SV.
- 2010–2013: Debut profesional bersama Hamburger SV.
- 2013–2015: Bermain untuk Bayer Leverkusen.
- 2015–2025: Tottenham Hotspur
Profil dan Biodata Son Heung-min, Pemain Bola Korea Selatan yang Viral

- Son Heung-min adalah pesepak bola Korea Selatan yang sukses besar di Eropa bersama Tottenham Hotspur dan timnas, dikenal karena kemampuan mencetak gol serta kepemimpinannya di lapangan.
- Ia mencatat sejarah sebagai pemain Asia pertama peraih Premier League Golden Boot musim 2021/2022 dengan 23 gol tanpa penalti, sekaligus pemenang FIFA Puskás Award tahun 2020.
- Dibesarkan dengan disiplin tinggi oleh ayahnya, Son kini menjadi kapten Tottenham dan timnas Korea Selatan serta ikon olahraga yang menginspirasi banyak atlet muda Asia.
Nama Son Heung-min sudah tidak asing lagi bagi pencinta sepak bola dunia. Pesepak bola asal Korea Selatan ini dikenal sebagai salah satu pemain Asia tersukses yang berhasil bersinar di kompetisi elite Eropa bersama Tottenham Hotspur dan tim nasional Korea Selatan.
Tak hanya memiliki kemampuan mencetak gol yang luar biasa, Son juga mencatat sederet prestasi bersejarah, mulai dari menjadi pemain Asia pertama peraih Premier League Golden Boot hingga memenangkan FIFA Puskás Award. Berkat kerja keras, kedisiplinan, dan kepemimpinannya di lapangan, ia pun menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda.
Lalu, seperti apa profil dan perjalanan karier Son Heung-min?
Berikut Popmama.com telah merangkum profil, biodata, serta fakta-fakta menarik Son Heung-min yang perlu diketahui.
Table of Content
Biodata Son Heung-min

Nama lengkap: Son Heung-min
Tanggal lahir: 8 Juli 1992
Tempat lahir: Chuncheon, Gangwon, Korea Selatan
Tinggi badan: 183 cm
Kebangsaan: Korea Selatan
Posisi: Penyerang / Winger
Nomor punggung: 7
Klub: Tottenham Hotspur
Tim nasional: Korea Selatan
Perjalanan karier singkat:
Deretan Fakta Menarik Son Heung-min
1. Pemain Asia pertama yang meraih Premier League Golden Boot

Son Heung-min mencatat sejarah sebagai pemain Asia pertama yang berhasil memenangkan Premier League Golden Boot pada musim 2021/2022. Ia mengakhiri musim dengan torehan 23 gol dan berbagi gelar top skor bersama Mohamed Salah.
Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi sepak bola Asia karena membuktikan bahwa pemain asal Asia mampu bersaing di level tertinggi Liga Inggris. Hingga kini, pencapaiannya masih menjadi salah satu rekor paling membanggakan bagi Korea Selatan.
2. Seluruh gol Golden Boot dicetak tanpa penalti

Hal yang membuat prestasi Son semakin istimewa adalah seluruh 23 gol pada musim Golden Boot dicetak tanpa bantuan tendangan penalti. Hampir semua gol lahir dari permainan terbuka, baik melalui tembakan jarak jauh, penyelesaian satu lawan satu, maupun serangan balik.
Kemampuan tersebut menunjukkan kualitas penyelesaian akhir Son yang sangat tinggi. Tak heran jika banyak pengamat sepak bola menilai pencapaian itu sebagai salah satu musim individu terbaik dalam sejarah Premier League.
3. Dijuluki pemain "ahli dua kaki"

Meski dominan menggunakan kaki kanan, Son dikenal sama berbahayanya saat menendang dengan kaki kiri. Ia mampu mencetak gol dari kedua sisi lapangan dengan akurasi dan kekuatan yang hampir seimbang.
Kemampuan menggunakan kedua kaki membuat bek lawan kesulitan membaca arah tembakannya. Fleksibilitas tersebut juga memungkinkannya bermain di berbagai posisi, mulai dari sayap kiri, sayap kanan, hingga penyerang utama.
4. Dididik keras oleh sang Papa sejak kecil

Ayah Son, Son Woong-jung, merupakan mantan pesepak bola profesional yang memiliki metode latihan sangat disiplin. Sejak kecil, Son lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengasah teknik dasar dibanding mengikuti pertandingan.
Dalam beberapa wawancara, Son mengungkapkan bahwa ia harus berlatih juggling, passing, hingga menendang bola ratusan kali setiap hari. Sang ayah percaya teknik yang kuat akan menjadi bekal utama sebelum mengejar prestasi di lapangan.
5. Bebas wajib militer berkat medali emas Asian Games

Sebagai warga negara Korea Selatan, Son sebenarnya memiliki kewajiban menjalani wajib militer. Namun, ia memperoleh pengecualian setelah membawa tim Korea Selatan meraih medali emas pada Asian Games 2018.
Meski tidak menjalani wajib militer penuh, Son tetap mengikuti pelatihan dasar militer selama beberapa pekan sesuai ketentuan pemerintah Korea Selatan. Keberhasilan tersebut menjadi momen penting yang membuat karier profesionalnya di Eropa tetap berlanjut tanpa jeda panjang.
6. Dipercaya menjadi kapten Tottenham dan timnas Korea Selatan

Selain dikenal sebagai pencetak gol andal, Son juga mendapat kepercayaan sebagai pemimpin tim. Ia ditunjuk menjadi kapten Tottenham Hotspur sekaligus kapten tim nasional Korea Selatan.
Kepribadiannya yang rendah hati, disiplin, dan mampu membangun hubungan baik dengan rekan setim menjadi alasan ia dipercaya memimpin. Di dalam maupun luar lapangan, Son dikenal sebagai sosok yang mampu memberikan motivasi kepada pemain lain.
7. Pernah memenangkan FIFA Puskás Award

Pada tahun 2020, Son memenangkan FIFA Puskás Award, penghargaan yang diberikan kepada pencetak gol terbaik dunia. Penghargaan tersebut diraih berkat gol spektakulernya saat menghadapi Burnley di Premier League.
Dalam pertandingan itu, Son menggiring bola dari area pertahanannya sendiri melewati beberapa pemain lawan sebelum mencetak gol. Aksi individu tersebut kemudian menjadi salah satu gol paling ikonik dalam sejarah Liga Inggris.
8. Menjadi ikon olahraga Korea Selatan

Popularitas Son Heung-min melampaui dunia sepak bola. Ia dikenal sebagai salah satu atlet paling berpengaruh di Korea Selatan dan memiliki jutaan penggemar di berbagai negara.
Selain berprestasi di lapangan, Son juga menjadi wajah berbagai kampanye dan merek global. Kesuksesannya di Eropa membuatnya dianggap sebagai inspirasi bagi banyak atlet muda Asia yang bercita-cita menembus kompetisi sepak bola kelas dunia.
Son Heung-min bukan hanya pesepak bola hebat, tetapi juga simbol keberhasilan atlet Asia di panggung Eropa. Dengan kemampuan dua kaki yang luar biasa, kepemimpinan kuat, dan sederet prestasi internasional, ia dianggap sebagai salah satu pemain Asia terbaik sepanjang sejarah sepak bola modern.
-KBwsUi8ccog6ekPxGyfq4HW6uMJ9Fuwt.png)

















