3 Tips Mencegah Serangan Jantung saat Berlari dari Dokter Tirta

Serangan jantung saat berlari bisa menjadi ancaman serius yang tidak boleh diabaikan

6 Juni 2024

3 Tips Mencegah Serangan Jantung saat Berlari dari Dokter Tirta
Freepik/tirachardz

Berlari menjadi salah satu bentuk olahraga yang paling populer dan efektif untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, seperti halnya aktivitas fisik lain, berlari juga memiliki risiko.

Khususnya, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau belum melakukan persiapan. Serangan jantung saat berlari bisa menjadi ancaman serius yang tidak boleh diabaikan. 

Untuk menghindarinya, berikut Popmama.com siap membahas 3 tips mencegah serangan jantung saat berlari melansir dari akun Instagram Dokter Tirta @dr.tirta. 

1. Kenali kapasitas fisik

1. Kenali kapasitas fisik
freepik/tirachardz

Hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk mencegah serangan jantung saat berlari adalah mengenali kapasitas fisik. 

Setiap orang mempunyai kapasitas fisik yang berbeda-beda, tergantung pada faktor usia, kondisi kesehatan, dan tingkat kebugaran. Dokter Tirta menegaskan bahwa sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tidaklah baik. 

“Ibaratnya kalian naik motor, terus kalian memaksakan motor secara berlebihan, itu mesinnya bisa rusak juga kalau dipaksakan,” kata Dokter Tirta. 

Itu sebabnya, penting bagi setiap individu untuk memahami batasan fisik masing-masing sesuai dengan kemampuan demi mencegah masalah kesehatan serius, terutama risiko serangan jantung. 

2. Jangan memaksakan diri

2. Jangan memaksakan diri
Freepik/freepik

Selain mengenali kapasitas fisik, Dokter Tirta juga menyarankan agar setiap orang yang berlari untuk tidak memaksakan diri. Apabila tubuh sudah merasa lelah atau tidak mampu melanjutkan, ada baiknya segera menurunkan intensitas latihan. 

“Jangan sampai kalian olahraga di luar batas fisik,” ungkap Dokter Tirta. 

Hal ini akan membuat tubuh mampu beradaptasi tanpa menimbulkan tekanan berlebih.

Alhasil, kamu juga dapat menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan tanpa memicu adanya risiko serangan jantung.

3. Berlarilah dengan pola 80% ringan 20% berat

3. Berlarilah pola 80% ringan 20% berat
Pexels/Pixabay

Lebih lanjut, Dokter Tirta menyarankan untuk melakukan lari dengan menggunakan pola 80 persen ringan dan 20 persen berat. Artinya, sebagian besar aktivitas lari dilakukan dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi. 

Selain itu, Dokter Tirta juga menyarankan untuk melakukan medical check-up terlebih dahulu sebelum berlari. Terutama, bagi kamu yang sudah berusia di atas 30 tahun dan mempunyai masalah kesehatan. 

Pemeriksaan kesehatan tersebut dapat membantu kamu mengetahui lebih lanjut terkait kondisi kesehatan secara keseluruhan dengan akurat. 

Nah, itu dia 3 tips mencegah serangan jantung saat berlari. Intinya adalah jangan memaksakan diri ketika melakukan aktivitas fisik menyehatkan satu ini, ya. 

Baca juga:

The Latest