Waspada 6 Penyebab Vagina Mati Rasa, Berbahayakah?

Kondisi ini menjadi salah satu tanda gangguan kesehatan!

23 November 2020

Waspada 6 Penyebab Vagina Mati Rasa, Berbahayakah
Freepik/Tutatama

Ada berbagai sensasi di area vagina ketika berhubungan seks dengan suami, mulai dari rasa geli hingga sedikit nyeri. Namun, bagaimana jika vagina mu mati rasa? Pernahkah mengalaminya? Kondisi mati rasa pada vagina sebenarnya mirip dengan rasa kesemutan.

Tak usah panik, hal ini ternyata wajar terjadi! Mengutip laman Healthline, perasaan mati rasa atau kesemutan vagina hampir sama seperti yang kamu rasakan pada kaki ketika tertidur. Sensasi menggelitik tersebut erat kaitannya dengan saraf.

Beberapa perempuan merasakannya karena bergairah saat melakukan aktivitas seksual atau setelah aktivitas seksual yang ketat. Meski begitu, kondisi mati rasa pada vagina tetap perlu diwaspadai.

Bukan tanpa alasan, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa saja merupakan tanda gangguan kesehatan serius.

Menurut Regina Cardaci, seorang perawat kesehatan perempuan dan asisten profesor klinis di NYU Rory Meyers College of Nursing, Amerika Serikat, ada 6 penyebab vagina mati rasa.

Apa sajakah itu? Berikut Popmama.com telah merangkum keenam penyebab utamanya.

1. Stres yang menyebabkan perubahan hormon 

1. Stres menyebabkan perubahan hormon 
freepik/karlyukav

Faktor pertama yang menyebabkan vagina mati rasa adalah stres dan perubahan hormon.

Menurut Brooke Ritter, DO, seorang dokter kandungan di Women's Care Florida di Tampa, Florida, AS mengatakan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh kadar estrogen perempuan yang rendah sehingga menyebabkan jaringan vulva dan vagina terasa lebih tipis, kering, dan kurang elastis. Selain itu, mati rasa juga bisa disebabkan oleh stres yang terus menerus. 

"Fungsi seksual sangat tergantung pada apa yang terjadi secara sadar dan tidak sadar, serta apa yang terjadi secara fisik," ungkap Ritter. 

Satu studi pada 2014 yang diterbitkan oleh National Center of Biotechnology Information (NCBI) AS, menunjukkan bahwa tingkat stres kronis yang tinggi pada seorang perempuan bisa menyebabkan gairah seksual menurun.

Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kadar hormon stres kortisol yang tinggi. 

2. Stimulasi berlebihan 

2. Stimulasi berlebihan 
Freepik/yanalya

Vagina mati rasa juga bisa terjadi akibat stimulasi yang berlebihan.  

"Beberapa orang sangat sensitif setelah berhubungan seks dan tidak suka sentuhan lebih lanjut. Akibatnya, mati rasa setelah berhubungan seks akan terasa seperti kesemutan. Bagi sebagian orang, ini bisa membuat frustasi, sebab ketika pasangan ingin melanjutkan (seks), kamu tidak mampu merasakan gairah apapun," ungkap Cardaci. 

Meski begitu, mati rasa pada vagina yang kamu alami setelah berhubungan seks biasanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat.

Editors' Picks

3. Komplikasi persalinan normal 

3. Komplikasi persalinan normal 
Pexels/Anna Shvets

Persalinan juga bisa menyebabkan mati rasa pada vagina. Bukan tanpa alasan, persalinan vaginal atau normal bisa menekan, meregangkan atau bahkan melukai saraf dasar panggul. Kondisi ini sangat umum terjadi jika kamu melahirkan bayi berukuran besar.  

"Setiap kali saraf terputus atau pembuluh yang membawa darah ke area tersebut terputus, akan menyebabkanmu kehilangan sensasi. Tapi kabar baiknya, kondisi ini akan lebih baik setelah 3 bulan," ungkap Cardaci.  

4. Trauma pada masa lalu

4. Trauma pada masa lalu
Freepik/wayhomestudio

Mati rasa pada vagina juga bisa disebabkan karena trauma atau cedera fisik yang kamu alami, misalnya bersepeda dengan waktu yang lama bisa menekan saraf pudental di perineum.

Selain itu, reaksi psikologis karena merasa takut saat berhubungan seks juga bisa menyebabkan vagina menjadi mati rasa.  

5. Penggunaan mainan seks 

5. Penggunaan mainan seks 
Pexels/Anna Shvets

Stimulasi yang dilakukan dengan mainan seks biasanya akan menyebabkan mati rasa sementara setelah orgasme.

Cardaci mengatakan bahwa beberapa mainan seks, terutama vibrator yang dipasang pada getaran 'kuat' atau 'tinggi' bisa menyebabkan mati rasa bahkan sebelum kamu orgasme. 

"Tapi ini tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang. Turunkan saja modenya menjadi normal," saran Cardaci. 

6. Penyakit tertentu 

6. Penyakit tertentu 
Freepik/gpointstudio

Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang bisa menyebabkan vagina menjadi mati rasa.

Menurut dr. Kecia Gaither, direktur pelayanan perinatal di NYC Health+ Hospital/Lincoln dan dokter spesialis kandungan, mati rasa pada vagina bisa disebabkan oleh masalah neurologis. Seperti tumor, penyakit autoimun seperti lupus, herpes, atau diabetes.  

"Mati rasa pada vagina juga bisa disebabkan oleh multiple sclerosis, obesitas dan penyalahgunaan zat. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi tapi serius, bisa juga disebabkan oleh sindrom cauda equina. Gangguan ini mempengaruhi saraf yang terletak di sumsum tulang belakang bagian bawah dan harus segera dilakukan pembedahan," jelas Gaiter. 

Selain itu, mati rasa pada vagina juga bisa disebabkan oleh sakit punggung, nyeri bokong, kaki melemah, mati rasa di area paha, dan adanya gangguan kesehatan di kandung kemih atau usus. 

Itu dia keenam penyebab vagina mati rasa yang wajib kamu ketahui. Meski tergolong normal, namun mati rasa pada vagina tetap harus diwaspadai dan tetap harus dikonsultasikan ke dokter jika terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.