Awas! Ini 5 Bahaya Menggunakan Hand Sanitizer Secara Berlebihan

Salah satunya bisa membuat bakteri lebih kebal!

19 Maret 2020

Awas Ini 5 Bahaya Menggunakan Hand Sanitizer Secara Berlebihan
goodhousekeeping.com

Membersihkan tangan dengan hand sanitizer dapat menjadi alternatif pilihan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kini sedang marak diperbincangkan.

Meskipun lebih praktis, penggunaan hand sanitizer yang terlalu berlebihan dapat mengakibatkan berbagai efek negatif bagi tubuh. Bukan tanpa alasan, dampak buruk hand sanitizer bagi kesehatan dipengaruhi oleh berbagai kandungan di dalamnya.

Oleh karena itu, banyak yang masih meragukan apakah hand sanitizer memang efektif menjadi alternatif mencuci tangan daripada sabun ataukah tidak.

Nah, bagi kamu yang penasaran dengan bahaya penggunaan hand sanitizer secara berlebihan, berikut Popmama.com telah merangkum 5 hal yang wajib diketahui!

1. Menyebabkan resistensi bakteri

1. Menyebabkan resistensi bakteri
Pixabay/Sbtlneet

Antibiotik yang terdapat pada hand sanitizer memang efektif untuk melawan bakteri. Namun, kandungan triclosan dalam gel pembersih tangan yang berfungsi sebagai antibakteri ini dipercaya oleh para pakar medis berperan besar membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

Melansir dari laman Times, Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) melaporkan bahwa triclosan yang terkandung dalam hand sanitizer dapat menimbulkan risiko kesehatan, seperti resistensi bakteri pada tubuh.

Editors' Picks

2. Menurunkan kekebalan tubuh

2. Menurunkan kekebalan tubuh
Freepik/free photo

Dampak buruk hand sanitizer bagi kesehatan yang kedua adalah dapat menurunkan kekebalan tubuh. Alkohol serta triclosan yang terkandung pada setiap produk hand sanitizer selain membunuh kuman atau mikroba juga dapat membuat bakteri baik ikut berkurang.

Jika bakteri baik pada kulit berkurang, maka tubuh akan lebih mudah terserang penyakit.

Selain itu, jika sistem imun melemah, maka tubuh juga akan lebih mudah terserang penyakit dan infeksi. 

Baca juga:

Penggunaan Hand Sanitizer pada Ibu Hamil Berbahaya, Apa Alasannya?

3. Mengandung bahan kimia berbahaya

3. Mengandung bahan kimia berbahaya
Wikimedia Commons/Simsala111

Sebuah penelitian melaporkan bahwa menggunakan hand sanitizer justru dapat meningkatkan kadar pestisida dalam tubuh. Hand sanitizer biasanya mengandung pewangi berbahan kimia sintetis yang disebut dengan phtalate.

Zat tersebut disinyalir dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan alergi, asma, hingga kanker.

Tak hanya itu, penggunaan bahan-bahan kimia pada hand sanitizer dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung.

4. Menyebabkan efek hormonal

4. Menyebabkan efek hormonal
Freepik.tirachardz

Dilansir dari laman ncbi.nlm.nih.gov, beberapa bahan di dalam hand sanitizer mungkin tidak terlalu aman bagi ibu hamil. Kandungan tersebut adalah triclosan, yakni bahan kimia yang digunakan untuk antibakteri.

Penelitian yang dilakukan pada April 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research juga menyebutkan bahwa triclosan dapat mengurangi kadar hormon tiroid yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Secara khusus, hal ini terkait dengan masalah berat lahir rendah, usia kehamilan yang berkurang, perkembangan otak, pengaturan gen, dan kadar oksigen janin. Sebuah studi tahun 2010 dari Universitas Florida juga menemukan bahwa triclosan dapat mengganggu metabolisme estrogen. 

5. Menyebabkan masalah pada kulit

5. Menyebabkan masalah kulit
Freepik/free photo

Terlalu sering menggunakan hand sanitizer juga tidak baik bagi kesehatan kulit. Kulit yang terpapar alkohol terus menerus mengakibatkan iritasi kulit. Kulit pun menjadi rentan terkena keriput.

Selain itu, dampak dari penggunaan gel pembersih tangan yang mengandung triklosan atau triklokarban memang tidak akan langsung terasa. Biasanya penggunaan rutin dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun baru akan mengakibatkan kulit kering dan sensitif.

Nah, itulah kelima bahaya menggunakan hand sanitizer secara berlebihan.

Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan Mama dan keluarga!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.