Bisa Tambah Lama, Ini Kesalahan saat Menggunakan Kawat Gigi

Hindari kesalahan-kesalahan agar tidak menimbulkan masalah lain ya, Ma

13 Januari 2021

Bisa Tambah Lama, Ini Kesalahan saat Menggunakan Kawat Gigi
Pexels/Andrea Piacquadio

Salah satu kesehatan menjaga kesehatan gigi adalah dengan menggosok gigi. Namun, beberapa orang mengalami gigi yang berantakan dan tidak beraturan. Untuk itulah diciptakannya behel atau kawan gigi.

Gigi yang berantakan akan menimbulkan beberapa masalah, yaitu kesulitan mengunyah, berbicara, dan menggigit makanan.

Contoh kasusnya yaitu pada gigi gingsul, kondisi gigi taring yang tidak pada tempatnya. Fungsi gigi taring adalah untuk merobek makanan, namun jika posisinya tidak pada tempatnya maka bisa menimbulkan masalah kesulitan dalam merobek makanan.

Behel bukan hanya untuk merapikan gigi, melainkan juga sebagai astetika, membenarkan struktur wajah, dan mengkordinasi gerakan mulut agar gigi mampu mengigit dengan baik. Namun, jika kawat gigi tidak dirawat dengan baik maka akan merusak gigi juga.

“Banyak kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang saat menggunakan kawat gigi, seperti malas menyikat gigi, tidak mengikuti instruksi dokter, dan malas untuk kontrol kembali,” ujar drg. Benny Mulyono Soegiharto, M.Sc, MOrthRCS, Ph.D, Sp.Ort (K) di acara Kenali Perawatan Ortodontik Gigi pada Selasa (12/01/21).

Untuk itu Popmama.com telah merangkum beberapa informasi tentang perawatan ortodontik gigi atau kesalahan saat menggunakan kawat gigi.

1. Kebiasaan yang membuat gigi berantakan

1. Kebiasaan membuat gigi berantakan
deerparkdentalsurgery.com

Gigi yang berantakan atau tidak beraturan juga tidak hanya dari faktor genetik saja, tetapi bisa juga karena kebiasaan. Kebiasaan mengisap ibu jari dan menggigit bibir sedari kecil bisa membuat struktur gigi menjadi maju.

Kebiasaan itulah yang membuat gigi maju dan harus di pasang kawat gigi agar struktur menjadi benar. Orangtua pun juga harus berperan penting agar anak tidak melakukan kebiasaan ini sedari kecil.

Jadi, sebaiknya anak-anak yang suka mengisap ibu jari bisa dihentikan agar struktur gigi tidak maju atau berantakan. Begitupun juga dengan menggigit bibir, posisi gigi atas yang mengigit bibir juga bisa membuat struktur gigi menjadi maju dan berujung tonggos.

Editors' Picks

2. Kawat gigi juga bisa memperbaiki struktur tulang di sekitar gigi

2. Kawat gigi juga bisa memperbaiki struktur tulang sekitar gigi
Freepik/javi_indy

Selain memperbaiki struktur gigi, kawat gigi atau behel bisa membentuk struktur wajah menjadi lebih bagus. Karena kawat gigi dapat menarik rahang sehingga struktur lebih rapi. Selain itu, simetri pada wajah jadi lebih teratur.

Untuk itu, pada contoh kasus gigi tonggos atau maju maka otomatis bibir akan mengikuti posisi gigi. Jika sesudah dipasangkan kawat gigi dan gigi sudah teratur. Maka otomatis posisi bibir akan lebih mundur dari biasanya.

Sehingga wajah menjadi lebih simetris dari hidung, mulut, dan dagu akan membentuk garis yang lurus. Gigi yang rapi juga akan membuat seseorang menjadi lebih percaya diri saat tersenyum kelihatan gigi.

3. Malas menyikat gigi saat menggunakan kawat gigi

3. Malas menyikat gigi saat menggunakan kawat gigi
Freepik

Dalam keadaan tidak memakai kawat gigi saja, malas menyikat gigi bisa membuat gigi berlubang. Sama halnya dengan saat memakai kawat gigi maka akan memicu munculnya plak gigi. Plak gigi akan menyebabkan terjadinya radang gusi.

Selain itu, terjadinya lubang gigi kecil pada daerah kawat gigi dan gigi bisa berlubang. Untuk itu pentingnya melakukan sikat gigi minimal dua kali dalam sehari pada waktu pagi dan malam hari.

Paling penting pada malam hari karena sisa makanan akan berubah menjadi bakteri yang menyebabkan gigi berlubang. Selain menggosok gigi, bila perlu menggunakan obat kumur untuk meminimalisir petumbuhan bakteri.

4. Tidak mengikuti instruksi dokter gigi

4. Tidak mengikuti instruksi dokter gigi
Dok. RSPI

Dalam melakukan perawatan ortodontik, harus selalu mengikuti instruksi dari dokter. Jika tidak mengikuti instruksi maka perawatan akan berjalan tambah lama.

“Misalanya disuruh harus pake karet, namun tidak diikuti akhirnya perawatan yang harus dijalani menjadi lebih lama dan memakan waktu,” ujar drg. Benny Mulyono Soegiharto, M.Sc, MOrthRCS, Ph.D, Sp.Ort (K).

Umumnya pemasangan kawat gigi itu berlangsung 2 sampai 3 tahun. Namun, banyak menemukan kasus yang lebih lama, seperti lebih dari 5 tahun mungkin tidak mengikuti instruksi dokter atau tidak mengontrol perawatan kawat giginya.

Saat pemakaian kawat gigi pun perlu menjaga makanan. Jangan memakan makanan yang terlalu keras. Hal ini dikarenakan akan membuat biji kawat gigi lepas. Jika sudah dipasang ulang maka kekuatannya jadi berkurang saat pemasangan awal.

5. Malas melakukan kontrol ke dokter gigi

5. Malas melakukan kontrol ke dokter gigi
Unsplash/Yusuf Belek

Pemakaian kawat gigi biasanya butuh waktu dua atau tiga tahun untuk memperbaiki struktur gigi. Namun, bisa lebih cepat atau lama itu tergantung masalah gigi yang dihadapi. Tetapi banyak kasus yang ditemukan bahwa pemakaian kawat gigi bisa lama karena malas melakukan kontrol atau pemeriksaan.

Bagaimana pun kondisi gigi kita lebih diketahui oleh para ahli. Jadi, sebaiknya tetap melakukan kontrol agar sampai mana proses yang sudah dilalui. Serta apakah ada masalah terhadap kawat gigi ataupun lainnya.

Itulah beberapa informasi dari manfaat dan kesalahan pada kawat gigi yang sering dilakukan oleh banyak orang. Jadi, sebaiknya tetap mengikuti instruksi dari dokter dan menyikat gigi dua kali dalam sehari agar tidak menimbulkan masalah lain. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.