Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ternyata Rajin Olahraga Belum Tentu Bebas Kolesterol Tinggi, Ini Kata Dokter!

Ternyata Rajin Olahraga Belum Tentu Bebas Kolesterol Tinggi, Ini Kata Dokter!
pexels.com/Andrea Piacquadio
Intinya Sih
  • Orang yang rajin berolahraga, termasuk atlet, ternyata belum tentu terbebas dari kolesterol tinggi atau dislipidemia.

  • Studi yang dibahas dalam podcast Seputar Jantung menunjukkan sekitar 32 persen atlet Olimpiade mengalami dislipidemia.

  • Selain rutin berolahraga, menjaga pola makan dan melakukan pemeriksaan profil lipid secara berkala juga penting untuk mengontrol kadar kolesterol.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Olahraga selama ini dikenal sebagai salah satu cara untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Tak heran, orang yang rutin berolahraga sering dianggap memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik.

Namun, kebiasaan berolahraga ternyata tidak selalu menjamin seseorang terbebas dari masalah kesehatan, termasuk gangguan profil lipid atau kadar kolesterol yang tinggi.

Hal tersebut dibahas oleh Dr.dr. Jajang Sinardja, SpJP(K) bersama dr. Dwita Rian Desandri, SpJP(K) yang merupakan sport cardiologist dalam podcast Seputar Jantung di kanal YouTube Seputar Jantung. 

Dalam pembahasannya, keduanya menyoroti fakta bahwa atlet maupun pegiat olahraga tetap dapat mengalami dislipidemia, yaitu kondisi ketika kadar lemak dalam darah seperti kolesterol berada di luar batas normal.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai rajin olahraga belum tentu bebas kolesterol tinggi. Simak di bawah!

1. Atlet dan pegiat olahraga tidak kebal kolesterol tinggi

Rajin Olahraga Belum Tentu Bebas Kolesterol Tinggi, Ini Kata Dokter
pexels.com/Ketut Subiyanto

Menurut dr. Dwita, seseorang yang rutin berolahraga, termasuk atlet, tetap tidak sepenuhnya kebal terhadap masalah dislipidemia atau kadar kolesterol tinggi.

Secara fisik, atlet maupun pegiat olahraga memang umumnya terlihat bugar dan sehat. Namun, penampilan tersebut tidak dapat menjadi satu-satunya indikator untuk mengetahui kondisi profil lipid seseorang.

"Kalau kita melihat seorang pelari atau seorang atlet, tampak secara badan bagus, tampak sehat, tampak fit. Tapi menariknya adalah tidak imun dari penyakit dislipidemia atau kita bilang kolesterol tinggi," ujar dr. Dwita dalam podcast Seputar Jantung, disadur Senin (27/7/2026).

2. Satu dari tiga atlet Olimpiade disebut mengalami dislipidemia

Rajin Olahraga Belum Tentu Bebas Kolesterol Tinggi, Ini Kata Dokter
pexels.com/Andrea Piacquadio

Dalam pembahasan tersebut, dr. Dwita juga menyinggung sebuah studi yang melibatkan sekitar 1.050 atlet Olimpiade.

Hasil studi tersebut menunjukkan sekitar 32 persen atlet mengalami dislipidemia. Artinya, kurang lebih satu dari tiga atlet dalam penelitian tersebut memiliki masalah pada profil lipid, termasuk kadar LDL yang tinggi.

"Dan didapatkan 32 persen itu menderita dislipidemia. Jadi satu dari tiga orang atlet itu berpotensi punya kolesterol tinggi," jelas dr. Dwita.

Temuan tersebut menunjukkan status sebagai atlet atau seseorang yang aktif berolahraga tidak otomatis membuat kadar kolesterol seseorang selalu berada dalam kondisi normal.

3. Penampilan bugar bukan jaminan profil lipid normal

Rajin Olahraga Belum Tentu Bebas Kolesterol Tinggi, Ini Kata Dokter
unsplash.com/Christian Erfurt

Fakta tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi fisik yang terlihat bugar tidak selalu menggambarkan kondisi kesehatan seseorang secara menyeluruh.

Seseorang dapat memiliki tubuh yang atletis dan rutin melakukan aktivitas fisik, tetapi tetap memiliki faktor risiko tertentu yang memengaruhi kadar kolesterol atau profil lipidnya.

dr. Dwita menegaskan bahwa atlet atau orang yang tampak sehat tidak otomatis terbebas dari kolesterol tinggi

Oleh karena itu, olahraga tetap penting untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh. Namun, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, termasuk profil lipid.

4. Cara mengatasi kolesterol tinggi

Rajin Olahraga Belum Tentu Bebas Kolesterol Tinggi, Ini Kata Dokter
pexels.com/Vanessa Loring

Melansir Cleveland Clinic, kolesterol tinggi dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan mengatur pola makan, terutama mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga tetap penting untuk membantu menjaga kadar kolesterol. Namun, olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan dilakukan secara konsisten.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diperlukan untuk memantau kadar kolesterol. Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pengobatan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Itu dia informasi mengenai rajin olahraga belum tentu bebas kolesterol tinggi. Semoga menambah wawasan kamu, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More