Tren teknologi yang terus berkembang ternyata tidak selalu membuat yang lama benar-benar ditinggalkan. Di awal 2026, Gen Z justru mulai kembali melirik earphone kabel sebagai pilihan yang terasa relevan dengan gaya hidup mereka.
TWS Mulai Ditinggalkan Gen Z, Tren Earphone Kabel Kembali Diminati

- Gen Z mulai meninggalkan TWS dan kembali memakai earphone kabel karena pengaruh budaya pop serta tren Y2K yang dianggap lebih stylish dan relevan dengan gaya hidup urban.
- Earphone kabel dinilai lebih praktis karena tidak perlu diisi daya, cukup plug and play, sehingga cocok untuk aktivitas padat dan penggunaan banyak perangkat sehari-hari.
- Selain alasan teknis, earphone kabel memberi sinyal sosial ‘do not disturb’, membantu digital detox, serta menawarkan kualitas audio stabil dengan harga lebih terjangkau.
Lebih dari sekadar nostalgia, pergeseran ini juga dipengaruhi faktor kenyamanan hingga kualitas penggunaan sehari-hari.
Menariknya, tren ini ikut diperkuat oleh publik figur internasional, seperti Zendaya, Harry Styles, dan Bella Hadid yang membuatnya semakin terlihat stylish.
Lalu, apa alasan di balik kembalinya earphone kabel? Berikut Popmama.com sajkan ulasan tentang TWS mulai ditinggalkan gen Z, tren earphone kabel kembali diminati. Simak di bawah!
1. Tren Y2K kembali lewat earphone kabel

Kembalinya earphone kabel tidak lepas dari pengaruh budaya pop. Tren ini cepat menyebar setelah publik figur seperti Jacob Elordi dan Bella Hadid terlihat tampil santai di ruang publik dengan earphone kabel.
Di platform seperti TikTok dan Instagram, muncul tren “Wired It Girls” dan “Wired It Boys” yang memperkuat citra earphone kabel sebagai bagian dari gaya.
Bagi Gen Z, kabel bukan lagi simbol kuno, melainkan elemen fashion yang selaras dengan estetika Y2K dan gaya kasual urban.
2. Lebih praktis dipakai tanpa ribet baterai

Salah satu keluhan utama pengguna TWS adalah keharusan mengisi daya secara rutin. Di tengah aktivitas padat, notifikasi baterai habis saat mendengarkan musik atau rapat online tentu jadi gangguan.
Earphone kabel menawarkan solusi sederhana lewat konsep plug and play. Tanpa perlu charging atau perangkat tambahan, kepraktisan ini menjadi alasan kuat Gen Z kembali memilihnya di tengah penggunaan banyak gawai sehari-hari.
3. Sinyal “do not disturb” dan digital detox

Di balik alasan teknis dan tren, ada faktor psikologis yang turut berperan. Desain TWS yang kecil dan nyaris tak terlihat sering membuat orang lain sulit mengetahui apakah seseorang sedang ingin fokus atau terbuka untuk berinteraksi.
Sebaliknya, earphone kabel memberi sinyal visual yang jelas pengguna sedang tidak ingin diganggu.
Bagi Gen Z, ini jadi cara sederhana untuk menjaga batasan sosial sekaligus mengurangi kelelahan digital, sebagai bentuk “digital detox” di tengah tuntutan selalu terhubung.
4. Kualitas audio stabil dan lebih terjangkau

Earphone kabel menawarkan kualitas suara yang lebih stabil tanpa kompresi seperti pada koneksi Bluetooth. Hasilnya, audio terdengar lebih jernih, minim delay, dan lebih konsisten, terutama saat digunakan untuk streaming berkualitas tinggi.
Selain itu, faktor harga juga jadi pertimbangan. Dengan biaya yang lebih terjangkau, pengguna sudah bisa mendapatkan kualitas suara yang setara bahkan lebih baik, tanpa risiko perangkat hilang seperti yang sering terjadi pada TWS.
Itu dia informasi tentang TWS mulai ditinggalkan gen Z, tren earphone kabel kembali diminati. Fenomena ini menunjukkan teknologi tidak selalu bergerak maju, tetapi juga bisa kembali ke hal yang lebih sederhana dan fungsional.
FAQ Tentang Gen Z dan Earphone Kabel
| 1. Apakah TWS tetap memiliki keunggulan dibanding earphone kabel? | Ya, TWS lebih praktis untuk mobilitas tinggi karena tanpa kabel dan biasanya dilengkapi fitur seperti noise cancellation. |
| 2. Apa jenis earphone kabel yang paling direkomendasikan? | In-ear monitor (IEM) sering direkomendasikan karena kualitas suara yang detail dan nyaman digunakan. |
| 3. Apakah tren earphone kabel ini hanya sementara? | Bisa jadi tren musiman, tetapi juga berpotensi bertahan karena didukung faktor fungsi dan kebutuhan pengguna. |


















