5 Cara Menyimpan Sayuran yang Benar Agar Tidak Cepat Busuk

Sayuran cepat rusak dan akhirnya terbuang sia-sia? Siasati dengan cara berikut ini ya!

18 Maret 2019

5 Cara Menyimpan Sayuran Benar Agar Tidak Cepat Busuk
Pexels/Rawpixel

Mama lupa punya stok sayuran di kulkas? Ketika ingin dimasak, tahunya sayuran sudah layu. Oleh karena itu, banyak ibu-ibu rumah tangga sengaja membeli sayur dalam jumlah banyak untuk disimpan.

Namun masih tidak tahu bagaimana menyimpan sayuran yang tepat, sehingga akhirnya sayuran mudah membusuk atau layu.

Dengan begitu tak sedikit sayuran jadi terbuang sia-sia. Nah, jangan khawatir lagi ya. Popmama.com akan memberi tips menyimpan sayuran agar lebih tahan lama.

Langsung saja yuk cari tahu cara menyimpan sayuran yang benar dan bersih:

1. Melakukan pembekuan untuk mengunci rasa dan kesegaran

1. Melakukan pembekuan mengunci rasa kesegaran
Chefsville

Mama bisa mengawetkan sayuran dengan cara pembekuan. Pembekuan adalah untuk mengunci rasa dan kesegaran dari bahan makanan itu sendiri.

Melakukan pembekuan sayuran, pastikan terlebih dahulu bahwa sayuran sudah direbus ke dalam air mendidih selama 1 menit. Hal tersebut bertujuan agar membunuh bakteri yang ada.

Jika ingin penyimpanan jangka panjang, bekukan sayuran di bawah titik beku. Mama juga bisa menggunakan freezer pada lemari pendingin untuk makanan yang akan diawetkan selama 1 bulan.

Sedangkan jika ingin mencairkan sayuran, Mama hanya membiarkannya di suhu ruangan hingga mencair. Hindari pemakaian oven untuk proses pencairan ya.

Editors' Pick

2. Lakukan proses pengeringan

2. Lakukan proses pengeringan
pinterest.com

Untuk proses yang satu ini sangat efektif untuk dilakukan Ma. Proses pengeringan ialah menghilangkan semua air dan bakteri, ragi, serta jamur agar terhindar dari proses pembusukan.

Tapi sayangnya proses pengeringan bisa mengubah tekstur sayuran dan mengubah rasa.

Proses pengeringan pun bisa dilakukan dengan penjemuran di bawah sinar matahari atau dengan pengeringan menggunakan oven.

Caranya ialah atur suhu yang rendah dan pastikan ada sirkulasi udara yang baik agar uap bisa keluar dengan mudah.

Sayuran kering itu sendiri memiliki manfaat seperti bisa disimpan di rak-rak dapur dan tak perlu kemasan khusus untuk disimpan di kulkas.

3. Penggaraman untuk mencegah terjadinya pembusukan

3. Penggaraman mencegah terjadi pembusukan
Times Food - Times of India

Sama dengan bahan makanan lainnya, pada cara ini dengan menaburkan garam ke sayur untuk mencegah terjadinya pembusukan.

Mama bisa menaburkan garam dengan rasio rendah ke sayuran dengan takaran dua hingga lima persen gram per berat sayurannya ya.

Pada proses ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri asam laktat yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri lainnya.

Mama pun juga bisa menggunakan garam rasio tinggi, yaitu takarannya dua puluh hingga dua puluh lima persen.

4. Metode pengasaman

4. Metode pengasaman
marthastewart.com

Metode mengawetkan sayuran lainnya yang bisa Mama lakukan adalah pengasaman atau yang biasa dikenal dengan pickling alias acar.

Pada metode ini menggunakan cuka (vinegar) untuk menghambat pertumbuhan bakteri di dalam makanan.

Pickling pada umumnya dibuat dari mentimun, nanas, mangga muda, dan lain-lain. Pickling bisa juga mengawetkan berbagai jenis makanan lain.

Untuk proses ini Mama dapat membubuhkan larutan garam dan cuka seperti asinan selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari.

Sedangkan untuk garam dan cukanya sudah tersedia di pasaran secara khusus.

Oh ya, makanan yang diasamkan akan bertahan selama 3 bulan hingga 1 tahun lho. Mama tertarik memakai cara ini? 

5. Pengalengan

5. Pengalengan
Dish 'n' the Kitchen

Tahukah Ma, sayuran pun juga bisa diawetkan dengan cara pengalengan.

Yang harus Mama lakukan untuk proses ini yaitu menyiapkan sebuah wadah kedap udara seperti stoples kaca.

Hal ini sangat berpengaruh pada kualitas sayuran nantinya Ma, karena kedap udara tak akan menumbuhkan bakteri.

Mama bisa memasukkan sayuran ke dalam stoples, lalu masukkan ke dalam wadah dengan air mendidih.

Tapi jangan lupa, bahwa stoples yang digunakan harus sudah dalam keadaan steril.

Mama bisa memanfaatkan tablet sterilisasi yang biasanya digunakan untuk botol bayi atau Mama bisa memasukkan stoples ke dalam oven dengan suhu rendah selama setengah jam atau lebih.

Metode pengalengan pada tekanan ini dapat menjaga kondisi makanan agar memiliki asam pH lebih besar dari 4,6.

Kondisi ini pun akan menghambat pertumbuhan bakteri seperti clostridiumbotulinum.

Bakteri tersebut bisa berkembang sebagai perusak kualitas makanan bahkan menyebabkan keracunan makanan yang ekstrim.

Ma, itulah tips menyimpan sayuran agar tahan lama. Selamat mencoba. 

The Latest