5 Cara Menyimpan Makanan Sisa Lebaran agar Tidak Mudah Basi

Jangan sampai membuang-buang sisa makanan ya, Ma!

6 Mei 2021

5 Cara Menyimpan Makanan Sisa Lebaran agar Tidak Mudah Basi
Pexels/rodnae-productions

Biasanya saat Lebaran, umat muslim di Indonesia akan memasak berbagai aneka masakan favorit keluarga. Porsi yang dibuat pun tak jarang cukup besar untuk dikonsumsi selama beberapa hari ke depan. 

Porsi makanan yang dimasak pun tidak hanya untuk keluarga di rumah saja, melainkan para tamu yang biasanya akan datang berkunjung untuk bersilaturahmi. 

Namun, terkadang bisa jadi makanan yang Mama masak terlalu banyak. Sehingga, banyak makanan sisa yang tidak sempat untuk dimakan terlanjur basi dan mau tidak mau harus dibuang.

Agar makanan tidak menjadi mubazir, berikut Popmama.com telah merangkum cara menyimpan makanan sisa lebaran. Yuk simak bersama agar bisa menjadi solusi ya, Ma!

1. Beri label pada makanan

1. Beri label makanan
Pexels/taryn-elliott

Penting sekali untuk memberi label pada setiap jenis makanan sebelum melakukan penyimpanan. Tujuannya agar Mama memahami lamanya makanan yang telah disimpan. Jadi sebelum menyimpan makanan, tak ada salahnya untuk tuliskan dulu tanggal makanan dan dibuat ya, Ma.

Selain itu, Mama juga perlu membagi sisa-sisa makanan ke bentuk yang lebih kecil dan memasukkan ke dalam wadah yang baru kemudian disimpan.

Editors' Picks

2. Pisahkan masakan dari berbagai bahan

2. Pisahkan masakan dari berbagai bahan
Pexels/laurajames

Bila Mama memiliki banyak masakan sisa namun berbeda-beda masakannya, pastikan tidak dicampur. Jangan campurkan langsung makanannya dalam satu tempat ya, Ma.

Mama harus pintar memilah makanan, misalnya makanan yang berbahan dasar sapi dan berbahan dasar ayam dipisahkan. Tujuannya agar rasa masakan tidak bercampur aduk menjadi satu. 

3. Simpan masakan di dalam kulkas

3. Simpan masakan dalam kulkas
Pexels/daria-shevtsova

Bagi Mama yang memiliki makanan panas, maka ada baiknya sisa makanan harus didinginkan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan suhu dingin mampu menjaga makanan dari bakteri.

Selain itu, udara dingin harus bersikulasi untuk menjaga kualitas makanan tetap baik.

Kulkas merupakan salah satu tempat penyimpanan yang bisa digunakan untuk mendinginkan makanan. Sisa makanan yang didingingkan dalam kulkas bisa dimakan dua hingga tiga hari kemudian sesuai dengan jenisnya.

Makanan juga bisa dibekukan karena bakteri tidak dapat tumbuh dalam suhu dingin freezer. Namun, Mama tetap harus memantau jangka waktu makanan untuk mendapatkan kualitas yang baik.

4. Panaskan kembali sisa masakan hingga 75 derajat

4. Panaskan kembali sisa masakan hingga 75 derajat
Pexels/cottonbro

Untuk jenis masakan yang berkuah misalnya seperti sup harus dihangatkan sampai 75 derajat celcius atau sampai hangat dan mengepul.

Jika memanaskan menggunaknan microwave, coba gunakan wadah yang aman. Jangan sampai menggunakan wadah plastik, strerofoam maupun wadah freezer.

5. Bagikan makanan kepada tetangga atau orang lain

5. Bagikan makanan kepada tetangga atau orang lain
Pexels/gary-barnes

Selain menyimpan makanan, Mama bisa membuat makanan menjadi tidak mubazir atau sia-sia. Lebih baik membagikan makanan pada orang yang membutuhkan atau kepada tetangga sebelum kondisi makanan menjadi tidak enak dan tidak bisa dimakan.

Cara ini juga dapat mempererat tali silaturahmi, bahkan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Itulah beberapa cara menyimpan makanan sisa lebaran agar tidak basi dan mubazir. Semoga informasi di atas dapat membantu Mama ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.