Siapa yang tidak kenal dengan reputasi kucing oranye sebagai si tukang onar di rumah? Dari mengacak-acak isi kulkas, melompat ke tempat yang dilarang, hingga menuntut perhatian tanpa henti, kucing berbulu oranye seolah punya energi tak terbatas untuk membuat pemiliknya geleng-geleng kepala.
Kenapa Kucing Oranye Lebih Nakal? Ini Alasan Ilmiahnya

Kenakalan kucing oranye ternyata bukan sekadar mitos, namun ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Warna bulu oranye berkaitan erat dengan kromosom kelamin yang memengaruhi perilaku.
Sebuah studi dari UC Davis pada 2024 membuktikan bahwa kucing oranye memang dinilai paling "nakal" oleh pemiliknya.
Menariknya, anggapan bahwa kucing oranye lebih nakal dibanding ras atau warna lain bukan sekadar kesan semata.
Ada penjelasan ilmiah yang cukup kuat untuk menjelaskan mengapa orange cat punya reputasi seperti itu di kalangan para pecinta kucing.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa alasan ilmiah kenapa kucing oranye dikenal lebih nakal dan aktif dibandingkan kucing lainnya.
Yuk, disimak!
Deretan Alasan Kucing Oranye Lebih Nakal
1. Mayoritas kucing oranye berjenis kelamin jantan

Gen yang menentukan warna bulu oranye pada kucing terhubung langsung dengan kromosom X, sehingga kucing jantan jauh lebih mudah memiliki warna ini dibandingkan betina.
Kucing betina membutuhkan dua salinan gen oranye untuk tampil berwarna penuh, sementara kucing jantan hanya memerlukan satu salinan saja.
Dikarenakan mayoritas kucing oranye adalah jantan, sifat-sifat khas kucing jantan pun ikut melekat kuat pada mereka. Kucing jantan secara alami cenderung lebih aktif, lebih berani menjelajah, dan lebih territorial dibandingkan kucing betina, sehingga tingkah lakunya pun terasa lebih 'liar' di mata pemilik.
2. Studi ilmiah membuktikan reputasi nakal itu nyata

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California Davis dan dipublikasikan pada 2024 dalam jurnal Behavioural Processes menemukan hasil yang menarik soal kucing oranye.
Para pemilik kucing secara konsisten menilai kucing berwarna oranye sebagai yang paling unruly atau sulit diatur dibandingkan kucing dengan warna bulu lainnya.
Studi ini juga mencatat bahwa kucing oranye dinilai lebih bold dan ramah secara sosial, namun keberanian itulah yang justru kerap mendorong mereka melakukan hal-hal di luar ekspektasi pemilik. Jadi, kenakalan mereka sebenarnya merupakan sisi lain dari sifat percaya diri yang tinggi.
3. Tingkat rasa ingin tahu yang sangat tinggi

Kucing oranye dikenal memiliki sifat curiosity yang luar biasa kuat, sehingga mendorong mereka untuk terus mengeksplorasi setiap sudut rumah tanpa rasa takut.
Lemari yang belum terbuka, sudut dapur yang tersembunyi, hingga benda-benda di atas meja semuanya terasa seperti tantangan yang wajib dijelajahi.
Sifat ini memang berkaitan dengan kepribadian yang berani dan tidak mudah gentar terhadap hal baru di sekitarnya. Di satu sisi, rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka kucing yang sangat menghibur, namun di sisi lain juga berarti lebih banyak 'kejutan' yang menanti pemiliknya setiap hari.
4. Kucing oranye lebih vokal dan pandai meminta perhatian

Dibandingkan kucing dengan warna bulu lain, kucing oranye cenderung lebih sering mengeluarkan suara untuk berkomunikasi dengan manusia di sekitarnya.
Mereka tidak segan mengeong keras-keras ketika merasa lapar, bosan, atau sekadar ingin mendapat perhatian dari anggota keluarga di rumah.
Kebiasaan vokal ini membuat mereka tampak lebih dominan dan 'rewel' dalam kehidupan sehari-hari. Namun, para ahli perilaku hewan menilai sifat ini justru sebagai tanda bahwa kucing oranye memiliki ikatan sosial yang kuat dengan manusia dan merasa nyaman untuk mengekspresikan kebutuhannya secara langsung.
5. Energi berlebih yang butuh tersalurkan

Kucing oranye umumnya memiliki tingkat energi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata kucing rumahan, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak stimulasi fisik dan mental setiap harinya.
Tanpa aktivitas yang cukup, energi berlebih itu kerap tersalurkan melalui perilaku yang dianggap merepotkan, seperti berlarian tengah malam atau menjatuhkan benda dari meja.
Kondisi ini sebenarnya bukan kenakalan dalam arti negatif, melainkan sinyal bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu bermain dan interaksi aktif. Menyediakan mainan yang variatif serta sesi bermain rutin terbukti efektif membantu mengurangi perilaku destruktif pada kucing oranye.
Itulah tadi beberapa alasan ilmiah di balik reputasi kucing oranye sebagai si tukang bikin ulah di rumah.


















