7 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Mendekorasi Kamar Tidur Anak

Kamar tidur anak dirancang untuk mendukung kegiatan bermain, belajar, dan istirahat

27 November 2021

7 Kesalahan Sering Terjadi saat Mendekorasi Kamar Tidur Anak
Freepik/vanitjan

Ada berbagai cara untuk mendekorasi kamar tidur anak. Mama bisa menghadirkan keceriaan lewat warna-warna cerah atau beragam furnitur menarik.

Namun, tak hanya itu saja. Terkadang Mama kerap melewatkan beberapa hal penting, sehingga sering melakukan kesalahan ini saat mendekorasi kamar tidur anak. 

Beda dengan kamar tidur orang dewasa, ruangan ini dirancang khusus dengan menyesuaikan kebutuhan si Kecil. Oleh karenanya, setiap sudut ruangan harus berfungsi secara optimal untuk mendukung kegiatan bermain, belajar, dan beristirahat.

Nah Ma, kesalahan apa saja yang sering terjadi saat mendekorasi kamar tidur anak? Berikut Popmama.com telah merangkumnya dari berbagai sumber.

Yuk, disimak!

1. Memakai tempat tidur bayi

1. Memakai tempat tidur bayi
Pexels/Alicia

Tempat tidur bayi  yang berbentuk seperti boks memang terbilang aman. Namun, anak-anak tumbuh dengan cepat. Ia akan membutuhkan tempat tidur baru yang lebih besar dan lega.

Alternatifnya, Mama bisa membeli kasur lantai tanpa dipan. Dengan begitu, anak bisa naik turun dengan bebas tanpa bantuan Mama.

2. Mendekorasi kamar dengan tema kartun

2. Mendekorasi kamar tema kartun
digsdigs.com

Sepertinya bukan ide bagus untuk mendesain kamar anak dengan tema tertentu, seperti tokoh kartun favoritnya atau memakai warna-warna cerah dengan berbagai motif. 

Anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga selera mereka bisa berubah dengan cepat. Oleh karena itu, sebaiknya pulih atau warna-warna netral saja yang bisa dipilih.

Apabila si Kecil tetap ingin menambahkan gambar-gambar kartun atau warna favoritnya, maka Mama bisa menerapkannya pada sarung bantai, seprai atau pajangan yang dapat dengan mudah diganti. Terutama jika selera si Kecil mulai berubah.

Editors' Picks

3. Memakai gorden yang panjang

3. Memakai gorden panjang
Freepik

Gorden yang panjang sampai menjuntai ke lantai bisa berbahaya untuk anak-anak, lho! Bisa saja ia tidak sengaja menariknya sampai jatuh.

Saat mendekorasi kamar anak, Mama sebaiknya memperhatikan sampai ke detail terkecil untuk memastikan keamanannya. Pastikan juga semua barang-barang anak di dalam kamar dapat ia jangkau dengan mudah, sehingga ia tidak terluka karena terbentur atau tertimpa sesuatu.

4. Hanya memiliki satu sumber cahaya

4. Ha memiliki satu sumber cahaya
Pexels/Curtis Adams

Sebaiknya jangan mengandalkan satu pencahayaan saja di kamar tidur anak.

Selain lampu utama, pastikan ada jendela, ventilasi, atau atap kaca skylight. Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan agar tidak lembap dan berjamur.

Saat malam hari, anak juga butuh sumber pencahayaan lain yang diarahkan ke area-area penting, seperti tempat bermainnya atau meja belajar. Mama bisa menambahkan lampu tidur, lampu belajar, atau lampu dekoratif lainnya.  

5. Tidak memakai cat dinding anti noda

5. Tidak memakai cat dinding anti noda
Freepik

Anak-anak biasanya gemar menggambar dan mewarnai. Mereka suka melakukannya di mana saja, misalnya di dinding atau lantai.

Oleh karena itu, sebaiknya Mama memilih cat anti noda agar permukaan dinding tahan terhadap spidol, crayon, dan pensil warna. Selain itu, pastikan agar lantai memakai keramik atau ubin yang dapat dibersihkan dengan mudah. 

6. Mengatur ruang penyimpanan dengan asal

6. Mengatur ruang penyimpanan asal
designideasguide.com

Anak-anak punya banyak barang, seperti pakaian, buku, dan mainan. Demi tidak berserakan di sembarang tempat, Mama bisa menyusunnya di lemari, laci, keranjang, atau rak penyimpanan.

Selain itu, ingat jangan menyimpan terlalau banyak barang di dalam kamarnya. Mama perlu memberikan ruang yang cukup agar si Kecil dapat bergerak bebas.

7. Tidak menyisakan ruang untuk kreativitas anak

7. Tidak menyisakan ruang kreativitas anak
Freepik/Pvproduction

Mama mungkin terlalu bersemangat saat mendekorasi kamar anak, sehingga mengaturnya sesuai selera pribadi. Namun, jangan lupa bahwa ruangan ini akan ditempati oleh si Kecil.

Oleh karenanya, selera mereka harus menjadi prioritas. Tanyakan padanya, ingin kamar yang seperti apa, karena anak-anak biasanya penuh dengan imajinasi. 

Kamar tidur anak sebaiknya dirancang untuk meningkatkan kreativitasnya, misalnya Mama memilih furnitur yang bisa dijadikan area bermain, seperti tempat tidur tingkat dengan seluncuran. 

Selain itu, anak biasanya suka bermain peran, sediakan kursi dan meja kecil untuk pesta minum teh bersama boneka-bonekanya.

Nah Ma, itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat mendekorasi kamar tidur anak. Yuk, mulai sediakan ruangan yang nyaman dan bisa mendukung fase tumbuh kembang si Kecil!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.