Hari Peduli Sampah, Ini 7 Tips Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Jalani gaya hidup baru yang lebih ramah lingkungan

21 Februari 2021

Hari Peduli Sampah, Ini 7 Tips Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Pixabay/RikaC

HPSN atau Hari Peduli Sampah Nasional diperingati pada Minggu 21 Februari 2021. Berawal dari gagasan Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang menjadikan hari ini sebagai HPSN sebagai peringatan mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. 

Dilansir dari paserkab.go.id, peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 sampah merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa. Peristiwa ini terjadi terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah.

Akibat peristiwa tersebut 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah.

Isu tentang dampak sampah terhadap lingkungan semakin menjadi perhatian oleh banyak orang. Baik secara individu atau lembaga sudah mulai banyak yang membahas tentang ini. Sebagian besar mereka mencemaskan kondisi bumi yang semakin rusak akibat sampah yang terus menumpuk.

Sampah yang terus menumpuk diakibatkan penggunaan barang yang sulit terurai. Faktor industrialisasi juga menjadi penyebab orang menjadi konsumtif terhadap barang tertentu sehingga meninggalkan banyak sampah.

Melihat ini, para pemerhati lingkungan pun mulai bergerak untuk mengampanyekan hidup minim sampah. Gaya hidup ini kini sudah mulai menjadi tren walaupun masih banyak juga yang belum paham bagaimana cara memulai gaya hidup minim sampah.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar gaya hidup minim sampah ini, simak tips memulai gaya hidup minim sampah bersama Popmama.com berikut ini ya.

1. Perbanyak pengetahuan tentang konsep zero waste

1. Perbanyak pengetahuan tentang konsep zero waste
Freepik

Agar dapat mengubah suatu kebiasaan, kita memerlukan tekad yang kuat. Tekad yang kuat muncul dari alasan yang kuat mengapa kita mau melakukannya.

Alasan-alasan tersebut muncul setelah kita menggali pertanyaan-pertanyaan apa pentingnya melakukan hal tersebut. 

Untuk bisa menggali pertanyaan-pertanyaan itu maka kita perlu untuk memperbanyak pengetahuan. Dengan belajar dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber maka kita akan mendapatkan ilmu yang utuh.

Sama halnya dengan memulai gaya hidup minim sampah. Kita perlu untuk mempelajari bagaimana konsep zero waste itu. Apa pentingnya menerapkan konsep zero waste dalam keseharian. Tujuan apa yang ingin dicapai dari penerapan konsep zero waste di dalam hidup.

2. Ubah kebiasaan membeli barang hanya berdasarkan kebutuhan

2. Ubah kebiasaan membeli barang ha berdasarkan kebutuhan
Freepik/Stekio

Sering kali kita terpengaruh oleh strategi penjualan toko agar mau membeli barangnya sekalipun kita tidak membutuhkannya. Toko akan membuat barang tersebut seolah-olah adalah barang yang penting untuk kita miliki sehingga terdorong untuk membeli.

Memulai gaya hidup minim sampah berarti adalah sebuah komitmen untuk lebih bijak dalam membeli barang. Berbelanja sesuai dengan kebutuhannya saja. Jika dirasa barang itu tidak terlalu penting dan bisa digantikan dengan barang yang sudah dimiliki maka tidak perlu membelinya.

Ada tips agar tidak mudah terpengaruh dengan barang-barang diskon atau promosi, yaitu selalu membuat daftar belanja sebelum pergi ke berbelanja. Cukup fokus dengan barang yang ada di catatan dan jangan hiraukan strategi pemasaran toko.

Editors' Picks

3. Hindari penggunaan sedotan sekali pakai

3. Hindari penggunaan sedotan sekali pakai
Freepik/ bublikhaus

Jika sedang makan atau jajan di luar rumah, ketika memesan minuman jangan lupa untuk meminta kepada penjual agar tidak perlu menyediakan sedotan plastik. Bawa sendiri sedotan stainless steel dan gunakan sebagai pengganti sedotan sekali pakai. Ini adalah salah satu upaya sederhana untuk memulai gaya hidup minim sampah.

Walaupun kesannya sepele, hanya sebatang sedotan, tetapi benda yang satu ini cukup sering ditemukan di lautan dan mengganggu ekosistem. Sedotan terbuat dari plastik dan sangat sulit terurai di alam.

4. Bawa peralatan makan sendiri saat bepergian

4. Bawa peralatan makan sendiri saat bepergian
Freepik

Saat bepergian di luar rumah, pastikan untuk selalu membawa peralatan makan sendiri. Hal ini adalah sebagai upaya untuk memulai gaya hidup minim sampah. Minimal membawa sedotan, sendok, dan garpu sendiri dari rumah untuk menghindari penggunaan alat makan sekali pakai.

Jika memungkinkan, jangan lupa membawa kotak makan untuk berjaga-jaga apabila kedai makanan menyediakan makanannya menggunakan piring atau mangkuk sterofoam. Juga, antisipasi jika makanan yang dipesan tidak habis sehingga tidak perlu dibungkus menggunakan plastik.

5. Selalu membawa botol minum sendiri

5. Selalu membawa botol minum sendiri
Pexels/Jopwell x PGA

Selain membawa peralatan makan sendiri, penting juga untuk membawa botol minum saat keluar rumah, tentu botol minum yang sudah diisi beserta dengan air minumnya. Agar sewaktu kita haus, tidak perlu membeli air minum kemasan yang dapat menambah sampah plastik. Lalu, saat acara makan-makan bersama kita bisa mengisi ulang botol minum kita. Hal ini merupakan langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk memulai gaya hidup minim sampah.

6. Selalu hindari penggunaan kemasan plastik

6. Selalu hindari penggunaan kemasan plastik
pixabay/cocoparisienne

Saat membeli suatu barang juga pastikan kemasan yang digunakan aman untuk lingkungan. Pilih berbelanja di tempat yang mendukung gerakan gaya hidup minim sampah, seperti berbelanja di bulk store misal. Tempat seperti ini akan menyediakan bahan baku kiloan yang bisa kita beli sesuai dengan kebutuhan. Kita cukup membawa kemasan sendiri dari rumah, bisa berupa jar, toples, atau botol. Sehingga penggunaan kemasan plastik bisa dapat dihindari.

7. Bawa sendiri kantong belanja saat akan berbelanja

7. Bawa sendiri kantong belanja saat akan berbelanja
Freepik/ valeria_aksakova

Upaya lain dalam menjalani gaya hidup minim sampah adalah dengan selalu membawa kantong belanja sendiri saat berbelanja. Langkah ini dapat mengurangi jumlah penggunaan sampah sekali pakai yang membuat sampah plastik semakin menumpuk.

Sekarang juga sudah banyak supermarket yang tidak menyediakan kantong plastik. Jadi, jika kita tidak membawa kantong tas belanja sendiri maka akan diminta untuk membeli kantong belanja yang sudah mereka sediakan. Namun, sayangnya hal ini belum diterapkan di pasar-pasar tradisional.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.