8 Tips Untuk Ibu Bekerja yang Berencana Resign

Nikmati rutinitas baru bersama keluarga dengan tetap bahagia

17 Januari 2018

8 Tips Ibu Bekerja Berencana Resign
thebalance.com

Bagi sebagian perempuan yang sudah lama berkarier di luar rumah, memutuskan berhenti bekerja dan kemudian menjadi ibu rumah tangga bisa jadi situasi yang sangat mengejutkan. Pekerjaan kantoran dan pekerjaan rumah tangga adalah dua hal yang sangat berbeda, meski Mama bisa menggunakan prinsip-prinsip kerja yang sama.

Bisa jadi perubahan ini akan membuat Mama sangat kaget. Untuk itu Mama perlu benar-benar mempertimbangkan alasan sebelum beralih dari ibu bekerja dan menjadi ibu rumah tangga.

1. Alasan yang jelas

1. Alasan jelas
thebalance.com

Tanyakan pada diri Mama, apakah ibu bekerja yang berhenti memang sangat diperlukan untuk bisa selalu bersama anak-anak? Seperti mengurus segala keperluan harian mereka dan selalu ada kapanpun jika anak-anak membutuhkan, termasuk menemani bermain di taman setiap hari.

Memang sulit untuk membayangkan menjalani hari yang sangat tidak biasa bagi Mama di rumah. Tapi jika Mama punya alasan kuat seperti mendampingi tumbuh kembang anak-anak, perubahan besar dalam hidup Mama ini akan mudah dijalani.

Berdasarkan tujuan Mama, tentukan tiga alasan utama Mama berhenti bekerja. Nggak perlu semua alasan harus diungkapkan pada atasan, berilah salah satu alasan besarnya saja. Dengan begini saat keputusanmu dipertanyakan di kantor, mereka akan mengetahui apa yang kamu rasakan.

Alasan utama Mama berhenti bekerja memang untuk merawat keluarga, tapi bisa saja ada alasan lain. Seperti memulai karier baru atau nggak bisa mentolerir waktu perjalanan dari rumah ke kantor yang cukup lama. Apapun alasan Mama, mereka pasti akan mengerti.

2. Tinggalkan kesan baik

2. Tinggalkan kesan baik
thebalance.com

Saat Mama berencana meninggalkan kantor dan pekerjaan, tinggalkan kesan yang baik pada atasan dan sesama rekan kerja. Meskipun sebenarnya Mama nggak menginginkan pekerjaan ini lagi di kemudian hari. Sebab, mungkin saja Mama akan memerlukan atasan untuk memberikan referensi pada pekerjaan lain.

Jadi, penting untuk meninggalkan catatan yang positif dan selesaikan pekerjaan kamu sebelum berhenti bekerja. Ucapkan terima kasih dengan tulus pada rekan kerja dan beri tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang selama ini mendukung dan membantu karier Mama.

3. Persiapkan anggaran untuk selama masa transisi

3. Persiapkan anggaran selama masa transisi
Freepik/boryanam

Mengundurkan diri dari pekerjaan sudah tentu Mama nggak akan terima uang pesangon. Jadi penting untuk menyisihkan gaji Mama selama jadi ibu bekerja sebelum benar-benar berhenti dari pekerjaan atau cairkan uang jaminan sosial selama bekerja.

Kalau hal ini nggak bisa Mama dapatkan, meski penghasilan suami bisa menyukupi gaya hidupmu, tetap saja Mama perlu membuat penyesuaian anggaran keluarga. Sebab, kini penghasilan hanya dari satu orang, pasti ada perubahan soal alokasi dana untuk memenuhi kebutuhan harian seperti makanan dan mungkin harus menghentikan kebiasaan jalan-jalan atau jajan di luar saat akhir pekan.

Selalu ada cara untuk berhemat, pangkaslah keperluan rumah tangga yang tidak perlu. Saat Mama ingin membeli sesuati, pikirkan matang-matang apakah Mama atau keluarga benar-benar membutuhkan hal itu?

 

Editors' Pick

4. Persiapkan "Me-Time" Setiap Hari

4. Persiapkan "Me-Time" Setiap Hari
creativedigest.net

Menjadi ibu rumah tangga, Mama akan menjadi orang yang sangat diandalkan di rumah. Semua orang di rumah akan mencari Mama untuk membantu mereka, baik Papa apalagi anak-anak. Belum lagi pekerjaan rumah yang harus Mama selesaikan, pasti jadi hari-hari super sibuk dibandingkan saat kerja kantoran. Itulah sebabnya, Mama butuh ‘me time’ setiap harinya.

Ambilah waktu untuk beristirahat sambil melakukan hal yang Mama suka, seperti saat pasangan pulang kantor lebih cepat dan membantu Mama selesaikan pekerjaan rumah lainnya. Saat anak-anak tidur, lakukanlah ‘me time’ sederhana seperi membaca buku atau mendengarkan musik, bisa membuat tubuh Mama rileks setelah melalui hari yang lelah. Mungkin Mama nggak sadar bahwa saat jadi ibu bekerja di kantor, Mama punya waktu sendiri lebih banyak dibandingkan saat jadi ibu rumah tangga.

5. Cari kerja sampingan

5. Cari kerja sampingan
gobankingrates.com

Temukan ide untuk menemukan pekerjaan sampingan agar skill mama tetap terasah, bahkan bisa menambah pendapatan keluarga. Mama bisa gunakan latar belakang pendidikan dan kemampuan saat bekerja di kantor untuk mencari pekerjaan paruh waktu atau memulai bisnis dari rumah.

Meski jadi ibu rumah tangga, hal tersebut bisa membantu Mama tetap punya wawasan luas tentang berbagai hal dan bisa jadi tambahan pengalaman di portofolio Mama saat ingin memulai kerja lagi. Mama juga bisa pertimbangkan untuk kembali kuliah, berkarya di kelompok baru, menemukan influencer untuk diikuti.

6. Bersiaplah untuk sesuatu yang tidak sesuai rencana

6. Bersiaplah sesuatu tidak sesuai rencana
lifelongenerjoy.com

Saat menjadi ibu rumah tangga, bersiaplah dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana Mama. Nggak seperti ibu bekerja kantoran, di mana Mama biasa bangun, pergi bekerja, mengerjakan tugas kantor, lalu pulang ke rumah, sebaliknya kehidupan rumah kadang sulit diprediksi.

Tentu Mama punya rencana untuk menjalani hari, tapi anak-anak punya segundang alasan yang bisa mengubahnya. Seperti saat Mama akan mengerjakan pekerjaan rumah, tapi anak minta ditemani main dalam waktu lama.

Perubahan ini memang sangat mengganggu Mama yang belum terbiasa, jadi let it flow saja. Mama nggak perlu berkecil hati dengan sesuatu yang nggak sesuai rencana, nikmati saja perubahannya.

7. Cari “support system” baru

7. Cari “support system” baru
thespruce.com

Saat Mama bekerja kantoran “support system” yang dimiliki adalah rekan kerja, keluarga, dan working mama lainnya yang kurang lebih punya tanggung jawab dan beban yang sama. Begitu juga saat menjadi rumah tangga, Mama juga perlu “support system” untuk mendukung segala sesuatu yang kamu alami di rumah.

Saat Si Kecil terjatuh dan perlu dibawa ke rumah sakit, Mama berharap ada Mama atau Papa lainnya yang bisa membantu mengantarkan. “Support system” yang Mama inginkan bisa juga tentang anak-anak lain yang bisa bermain dengan Si Kecil di rumah. “Support system” sangat dibutuhkan untuk membantu Mama menjalani hair-hari baru Mama menjadi ibu rumah tangga. Hal ini juga perlu untuk bertukar pengalaman Mama.

8. Tentukan harapan bersama pasangan

8. Tentukan harapan bersama pasangan
today.com

Penting untuk Mama ketahui, kemungkinan besar, Papa nggak tahu apa yang Mama alami setiap hari di rumah. Pastikan apa yang Mama lakukan setiap harinya, sesuai dengan harapan Mama dan pasangan.

Mengapa? Sebab saat ini Mama nggak berkontribusi secara finansial untuk keluarga. Mungkin Mama merasa perlu melakukan hal berharga lain untuk keluarga tapi nggat tahu apa sebenarnya yang diinginkan suami. Namun, jika nggak sejalan bisa jadi kalian akan frustasi dan saling memarahi.

Mama nggak mau suami berpikir kalau kamu kurang cakap dalam pekerjaan rumah, tapi sebenarnya kamu juga nggak mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian. Cobalah membicarakannya bersama suami tentang ini. 

Komunikasikan kembali harapan suami terhadap kondisi rumah dan kemampuan serta harapan Mama yang mungkin perlu bantuan untuk mengerjakan urusan rumah tangga agar Mama fokus mengurus anak.

Penting untuk Mama praktekan, buatlah semua ini menjadi mudah. Perubahan dari ibu bekerja menjadi ibu rumah tangg ini memang sedikit berat dilalui, mintalah bantuan Papa dan anak-anak untuk membantu pekerjaan rumah Mama selagi masa transisi. Lama-kelamaan, Mama akan terbiasa dengan hal baru ini dan menikmati betapa bahagianya mengurus rumah tangga dan anak-anak dengan tangan sendiri.

The Latest