ان ابا هريرة رضي الله عنه، قال: اتى رجل النبي صلى الله عليه وسلم فقال: هلكت، وقعت على اهلي في رمضان، قال: اعتق رقبة قال: ليس لي، قال: فصم شهرين متتابعين قال: لا استطيع، قال: فاطعم ستين مسكينا
Batas Hubungan Suami Istri saat Puasa

- Selama Ramadan, umat Muslim wajib menahan diri dari makan, minum, dan hubungan intim di siang hari karena hal tersebut membatalkan puasa serta dianggap sebagai pelanggaran serius.
- Jika seseorang berhubungan intim di siang hari saat puasa, ia wajib menunaikan kaffara berupa puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan enam puluh orang miskin.
- Hubungan suami istri diperbolehkan pada malam hari setelah berbuka hingga sebelum fajar, sementara di siang hari dianjurkan menjaga pikiran agar tetap fokus pada ibadah dan spiritualitas.
Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah dan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selama bulan suci ini, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, yang berarti menahan diri dari aktivitas yang dapat membatalkan puasa, termasuk berhubungan intim di siang hari.
Meski demikian, ada ketentuan khusus yang mengatur hubungan suami istri yang perlu diperhatikan agar tidak mengurangi keutamaan puasa.
Berikut Popmama.com merangkum batas hubungan suami istri saat puasa secara lebih detail.
Yuk, disimak informasinya!
Table of Content
Hukum Berhubungan Suami Istri ketika Puasa di Siang Hari

Artinya:
"Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lantas berkata, "Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, "Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan." Dijawab oleh laki-laki itu, "Aku tidak mampu." Beliau kembali bersabda, "Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut." Dijawab lagi oleh laki-laki itu, "Aku tak mampu." Beliau kembali bersabda, "Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin." - (HR. Bukhari)
Pertama-tama, penting untuk dicatat bahwa berhubungan intim di siang hari selama bulan puasa akan membatalkan puasa dan dianggap sebagai dosa.
Menyentuh istri atau melakukan hubungan seksual saat siang hari di bulan Ramadan adalah larangan yang jelas dalam Islam.
Bahkan, jika seseorang terlanjur melakukan hubungan intim pada siang hari, ia akan dikenakan denda (kaffara) yaitu berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberikan makan kepada enam puluh orang miskin.
Hukum Berhubungan Suami Istri ketika Puasa di Malam Hari

احل لكم ليلة الصيام الرفث الى نساىكم هن لباس لكم وانتم لباس لهن علم الله انكم كنتم تختانون انفسكم فتاب عليكم وعفا عنكم فالـن باشروهن وابتغوا ما كتب الله لكم وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الابيض من الخيط الاسود من الفجر ثم اتموا الصيام الى اليل ولا تباشروهن وانتم عكفون فى المسجد تلك حدود الله فلا تقربوها كذلك يبين الله ايته للناس لعلهم يتقون ١٨٧
Artinya:
"Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa." - (Al-Baqarah:187)
Meskipun ada batasan yang ketat selama siang hari, suami istri diperbolehkan untuk berhubungan badan pada malam hari setelah berbuka puasa hingga sebelum fajar.
Ini menjadi kesempatan bagi pasangan untuk merayakan keintiman mereka, selagi tetap mematuhi hukum yang berlaku.
Menghindari Pikiran Negatif dan Menjaga Keberkahan Puasa

Selain peraturan tentang berhubungan intim, penting juga bagi pasangan untuk menjaga pikiran agar tetap positif. Memikirkan aktivitas jimak selama berpuasa sebaiknya dihindari, meskipun tidak membatalkan puasa.
Ketika pikiran tentang hubungan intim muncul, ini bisa mendorong seseorang untuk berbuat tindakan nyata yang merusak kesucian puasa. Oleh karena itu, suami istri disarankan untuk fokus pada ibadah dan peningkatan spiritual selama bulan Ramadan.
Nah, itulah penjelasan terkait batas hubungan suami istri saat puasa yang perlu diperhatikan. Semoga informasinya dapat bermanfaat ya, Ma.
FAQ Seputar Batas Hubungan Suami Istri saat Puasa
| Apakah pacaran/berkedekatan fisik selain hubungan intim boleh saat berpuasa? | Tidak dianjurkan bagi yang berpuasa karena hal-hal yang mendekati zina (mukhalafah) bisa membatalkan puasa jika sampai membangkitkan syahwat. Nabi ﷺ bersabda bahwa hal-hal yang mendekati zina itu diharamkan dalam Islam.(secara umum ulama menjelaskan ini berdasarkan prinsip fiqh)Jadi berpegangan tangan, berpelukan, ciuman yang membangkitkan syahwat sebaiknya dihindari saat puasa. |
| Apakah boleh menyentuh pasangan saat berpuasa tanpa syahwat? | Islam mengenal prinsip sadd adh-dharā’i (menutup sebab), artinya kita menjauhi hal-hal yang berpotensi membawa kepada perbuatan yang membatalkan puasa.Menyentuh pasangan tanpa maksud syahwat sama sekali secara teori tidak membatalkan puasa, tetapi ulama menyarankan tetap berhati-hati agar tidak memicu ke arah yang membatalkan puasa. |
| Bagaimana dengan ciuman saat puasa? | Jika ciuman menimbulkan syahwat atau mendekati hubungan seksual, maka ini membatalkan puasa berdasarkan konsensus fiqh. Hal ini karena syahwat bukan perkara kecil dalam konteks puasa; syahwat yang aktif artinya puasa batal. |



















