Dianggap Disabotase Ayah, Netizen Kembali Ramaikan Gerakan FreeBritney

Mama 2 anak itu dianggap menjadi boneka bagi sang Papa

20 Juli 2020

Dianggap Disabotase Ayah, Netizen Kembali Ramaikan Gerakan FreeBritney
Instagram.com/britneyspears

Britney Spears dikenal sebagai penyanyi emas di tahun 2000-an. Setelah melewati kejayaannya, banyak hal buruk yang dialaminya. Salah satunya dianggap memiliki masalah kesehatan mental. 

Pelantun lagu "Toxic" ini memang sering membuat heboh warganet karena tingkahnya. Suatu kali ia mencukur habis rambutnya, di hari lain, tiba-tiba ke supermarket tanpa busana. Oleh karena itu, sang Papa dan kuasa hukumnya mengambil alih kehidupannya.

Semakin ke sini, hidupnya dianggap seperti boneka bagi sang Papa dan kuasa hukumnya. Britney seperti sedang terkekang dan tak bisa lari dari keadaan. 

Inilah awal lahirnya gerakan hastag FreeBritney. Disusun Popmama.com, berikut hal yang bisa kamu ketahui tentang gerakan ini dan kenapa sekarang kembali ramai.

1. Sejarah kehidupan Britney Spears

1. Sejarah kehidupan Britney Spears
youtube.com

Nama Britney Spears terkenal di seluruh dunia di akhir 90-an. Parasnya yang cantik dan kepribadiannya yang ceria menyegarkan dunia musik. 

Suaranya yang unik pun berhasil membuatnya menghasilkan aneka hits yang masih suka terdengar sampai saat ini. Beberapa hitsnya seperti "...Baby One More Time", atau "Oops! I Did It Again" berhasil menempati posisi tangga musik teratas. 

Ia menikah dengan Kevin Federline dan dikaruniai 2 anak laki-laki yaitu Jayden dan Sean. Britney bercerai dengan Kevin dengan hak asuh jatuh ke tangan Kevin. 

Britney merasa kehilangan rasa percaya dirinya di awal umur 20-an. Ia mulai menyukai pesta dan obat-obatan terlarang untuk membuatnya merasa lebih bahagia. 

Sikapnya sering buruk karena pengaruh dari kehidupannya. Keterpurukannya jadi semakin dalam saat dirinya mengalami depresi pasca melahirkan dan kehilangan hak asuh anaknya setelah bercerai dengan suaminya.

2. Dimulainya conservatorship kepada Britney

2. Dimulai conservatorship kepada Britney
tmz.com

Banyak serial sikap tidak biasa yang dilakukan oleh penyanyi yang sudah memulai karir dari umur 4 tahun ini. Beberapa di antaranya adalah mencukur habis rambut indahnya, menyetir sambil menggendong bayi, keluar rumah tanpa busana, dan lainnya.

Britney dianggap perlu diawasi karena terbukti mengalami gangguan mental, mengonsumsi berbagai jenis obat terlarang, minum alkohol berlebihan, serta berkali-kali dilarikan ke rumah sakit karena kondisi psikologis yang mengkhawatirkan. 

Pada akhirnya, pengadilan Chicago memutuskan Britney harus selalu berada dalam pengawasan atau conservatorship. Keadaan ini diberikan kepada orang yang dianggap tidak sanggup mengelola penghasilan pribadi dan gagal menjaga kesehatan mental. 

Dengan keputusan ini, semua tindakan pelantun "Womanizer" ini harus diawasi dan disetujui oleh pengacara Andrew Wallet dan ayahnya, Jamie Spears. 

Editors' Pick

3. Sang Papa dan pengacaranya yang mengeruk untung

3. Sang Papa pengacara mengeruk untung
people.com

Conservatorship tidak serta merta gratis. Ada biaya yang harus dibayarkan kepada orang yang mengurus itu semua. Dalam kasus ini adalah Andrew dan Jamie. 

Selama 10 tahun terakhir, Andrew mendapat penghasilan total sebanyak USD 2 juta karena mengawasi Britney. Sementara ayahnya, Jamie Spears mendapat penghasilan sekitar USD 130 ribu per tahun. Itu belum termasuk biaya penggantian uang sewa kantor pengawas. 

Jamie juga mengambil keuntungan sebesar 1,5% dari pendapatan setiap konser Britney. Para pengawas juga bertanggung jawab atas privasi orang yang diawasi (dalam kasus ini, Britney Spears). Sehingga mereka bisa saja memasang tarif tinggi bagi media yang ingin memotret dan mewawancarai Britney. 

Ini dibuktikan dari, tarif sekali foto dan wawancara Britney bisa seharga jutaan Dollar. 

Sampai saat ini, Britney masih punya nilai jual cukup tinggi. Pada tahun 2019, penghasilan konsernya mencapai USD 500 ribu. Harga tersebut bahkan lebih tinggi dari konser penyanyi Celine Dion. 

Ini membuat para fans, warganet, dan teman-teman selebnya merasa khawatir dengan keadaan Britney yang sebenarnya.

4. Efek conservatorship bagi Britney

4. Efek conservatorship bagi Britney
dnyuz.com

Sebagai orang yang diawasi, Britney benar-benar terkekang. Ia tak bisa menyetir dan tinggal sendiri tanpa pengawasan dari orang yang berwenang. 

Ia bahkan tak bisa membeli segelas kopi tanpa persetujuan dari pengawasnya. 

Hal ini membuat banyak orang khawatir tentang nasib Britney. Banyak yang menganggap ayah dan pengacaranya harus ditindak hukum karena menyabotase kehidupan penyanyi berumur 38 tahun tersebut. 

Britney pun merasa dirinya sangat terkekang. Dalam sebuah wawancara bersama Rolling Stone, ia sempat mengatakan bahwa dirinya terlalu dikontrol dan tak bisa bebas. 

5. Dimulainya gerakan FreeBritney

5. Dimulai gerakan FreeBritney
geo.tv

Semua penonton yang melihat hidup Britney perlahan merasa ada kejanggalan. Akhirnya dimulailah gerakan FreeBritney yang diinisiasi oleh 2 orang penggemar beratnya dia di podcast bernama Britney's Gram

Kedua fans yang bernama Barker dan Gray menginvestigasi mandiri semua kejanggalan dan mengunggahnya di podcast. Seakan mendapat dukungan, akhirnya ada salah satu orang yang bekerja dengan pengacara Samuel dan mengatakan bahwa Samuel dan Jamie seperti menyabotase Britney. 

Gerakan FreeBritney kembali ramai digaungkan akhir-akhir ini karena conservatorship atas Britney akan berakhir pada tanggal 22 Agustus 2020 mendatang. 

Jika dianggap sehat mental, maka conservatorship tersebut bisa selesai. Namun jika tidak, maka sang Papa dan pengacaranya bisa menguasai Britney lebih lama. 

Gerakan ini bahkan didukung oleh ibunya, Lynne. Menurutnya, tim managemen Britney harus berhenti mengatur kehidupan puterinya dan membuatnya terlihat seperti butuh bantuan.

6. Aktivitas Instagram yang dianggap aneh

Di luar tingkahnya yang tidak biasa, ada beberapa postingan Instagram Britney yang dianggap aneh. Suatu waktu, ia memposting tarian dengan latar lagu baru Rihanna. 

Tak sekali, ia juga memposting dirinya menari dengan latar lagu Billie Eilish. Yang membuat warganet curiga adalah, gerakannya mirip sehingga mereka menyimpulkan Britney tengah meminta tolong dengan gerakan yang direkamnya. 

Warganet juga sempat curiga dengan adanya sabotase dari akun sosial media Britney. Melihat komentar yang ada seringnya adalah komentar negatif. Sementara seorang fans yang memerhatikan mengatakan kalau komentar positif sering langsung dihapus, oleh entah siapa. 

Lynne pun mengakui bahwa komentar positif sering langsung dihapus dan meninggalkan komentar negatif saja di postingan Britney. Menurutnya, ini sudah masuk ke ranah pelanggaran HAM.

7. Hubungan kakek dan cucu yang tidak harmonis

7. Hubungan kakek cucu tidak harmonis
dailymail.co.uk

Jamie yang dianggap sebagai tokoh antagonis di kisah ini seakan didukung oleh kedua anak Britney. Pada September 2019, Anak tertua Britney yang bernama Sean dianiaya oleh Jamie. 

Kevin melayangkan gugatan ke Jamie melalui polisi. Sean cekcok dengan Jamie dan sang kakek tak sabar sehingga melangkan tangan ke remaja ini. 

Insiden ini terjadi di rumah Britney yang ada di Ventura County, California. 

Dengan berani, Sean memanggil kakeknya dengan kata kotor di Instagram miliknya. Ia mengatakan bahwa Mamanya memang memiliki masalah dengan sang kakek. 

Lalu, bagaimana pendapat Mama tentang kasus ini?

Baca juga:

The Latest