5 Alasan Kenapa Suami Istri Jarang Umbar Keharmonisan di Media Sosial

Jarang umbar keharmonisan di sosial media, bukan berarti keluarganya tidak bahagia lho

17 Mei 2021

5 Alasan Kenapa Suami Istri Jarang Umbar Keharmonisan Media Sosial
Freepik

Mama pasti pernah merasa iri dan cemburu kepada pasangan suami istri yang kerap memamerkan potret kemesraannya di media sosial. Mereka selalu romantis dan menampilkan kesan sebagai keluarga yang sempurna

Namun pada kenyataannya, tak ada yang tahu bagaimana kehidupan mereka di balik itu semua. Sebaliknya, pasangan yang jarang mengumbar kemesraan di media sosial justru memiliki kehidupan pernikahan yang harmonis dan bahagia. 

Pada dasarnya, pernikahan yang sehat yakni ketika pasangan suami istri tidak mencoba untuk terlihat bahagia di mata orang lain. Oleh karena itu, mereka merasa tak perlu untuk mengunggah setiap detail kegiatannya di media sosial. 

Melansir dari Times of India, Popmama.com telah merangkum beberapa alasan kenapa pasangan suami istri yang harmonis dan bahagia jarang mengunggah kehidupannya di media sosial. 

Disimak ya, Ma! 

1. Tak perlu meyakinkan orang lain bahwa mereka bahagia 

1. Tak perlu meyakinkan orang lain bahwa mereka bahagia 
Freepik/stockking

Mengunggah foto mesra secara terus-menerus di akun media sosial, bisa jadi ia ingin meyakinkan semua orang bahwa hubungannya baik-baik saja tanpa ada masalah. 

Padahal, pasangan yang benar-benar bahagia merasa tak perlu untuk membuktikannya. Mereka hanya ingin menikmati momen bahagia dengan pasangannya berdua saja. 

Editors' Picks

2. Tidak narsis dan selalu butuh pujian dari orang lain 

2. Tidak narsis selalu butuh pujian dari orang lain 
Freepik/drobotdean

Pasangan yang terlalu sering mengunggah seluruh detail aktivitasnya di media sosial, bisa jadi mungkin mereka punya kepribadian narsis dan sombong. 

Mereka ingin mencari pujian dan pengakuan dari seluruh pengikutnya dunia maya. Hal ini mungkin karena mereka tak mendapat banyak perhatian dari orang-orang terdekatnya di dunia nyata. 

Pasangan suami istri yang bahagia, sudah cukup bersyukur dengan perhatian dan kasih sayang dari satu sama lain. 

3. Menghargai momen kebersamaan yang sedang berlangsung 

3. Menghargai momen kebersamaan sedang berlangsung 
travelpulse.com

Saat merayakan anniversary, ulang tahun atau perjalanan wisata. Pasangan yang bahagia biasanya mengunggah momen tersebut setelah acaranya selesai. 

Hal ini karena mereka merasa tak merasa perlu memberi tahu orang lain bagaimana dan seperti apa caranya bersenang-senang. Selain itu ketika pasangan suami istri disibukkan oleh media sosial, artinya mereka tidak benar-benar menikmati momen tersebut karena fokusnya teralihkan. 

Membagikan momen bahagia di media sosial tentunya boleh-boleh saja, namun jangan sampai kita kehilangan momen kebahagiaan yang sebenarnya di dunia nyata.

4. Tak pernah merasa insecure terhadap orang lain 

4. Tak pernah merasa insecure terhadap orang lain 
Pixabay/StockSnap

Tak diragukan lagi, media sosial memang menjadi salah satu ajang kompetisi. Semua orang berusaha untuk menunjukan versi terbaik diri mereka dengan berbagai cara. 

Namun, lama kelamaan hal tersebut akan mengikis rasa percaya seseorang. Media sosial membuat kita merasa insecure dan tidak pernah puas dengan apa yang kita miliki. 

Hal ini membuktikan bahwa pasangan yang bahagia jarang terlihat di media sosial. Mereka sudah cukup puas dengan keberadaan satu sama lain. 

5. Tak bergantung pada media sosial hanya untuk bahagia 

5. Tak bergantung media sosial ha bahagia 
Freepik

Hubungan pernikahan yang sehat tidak perlu mengandalkan orang lain untuk menemukan kebahagiaan mereka sendiri 

Pasangan suami istri yang harmonis dan bahagia tidak membuang waktu mereka dengan media sosial. Mereka tak ada keinginan untuk menyombongkan diri, membuat orang lain iri, atau membuktikan bahwa mereka adalah keluarga yang bahagia kepada orang lain. 

Nah Ma, itulah beberapa alasan kenapa pasangan suami istri yang bahagia jarang pamer gaya hidupnya di media sosial. 

Membagikan momen bahagia di media sosial tentunya boleh-boleh saja, namun jangan sampai kita kehilangan momen kebahagiaan yang sebenarnya di dunia nyata. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.