Positif dan Negatifnya Menjalani Pernikahan yang Dijodohkan Orangtua

Ketahui sisi lain kehidupan pasangan yang menikah karena dijodohkan orangtua

5 April 2021

Positif Negatif Menjalani Pernikahan Dijodohkan Orangtua
Freepik/bristekjegor

Ada banyak pasangan yang memilih untuk menikah karena dijodohkan oleh orangtuanya sendiri. Mereka yang menikah atas dasar perjodohan biasanya tidak sempat mengalami masa-masa pacaran, bahkan ada yang baru bisa mengenal sifat dan karakter pasangannya setelah resmi menjadi pasangan suami istri. 

Padahal momen pacaran bisa dimanfaatkan untuk saling mengenal satu sama lain, sebelum pada akhirnya melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Lalu kira-kira seperti apa saja dampak negatif dan positif dari sebuah pernikahan yang dijodohkan orangtua? Dilansir dari Times of India, kali ini Popmama.com sudah merangkumnya secara detail. 

1. Menjadi lebih fokus menjalani hubungan dan masa depan

1. Menjadi lebih fokus menjalani hubungan masa depan
Freepik/jcomp

Seperti yang kita semua tahu bahwa masa lalu tidak memiliki arti penting dalam kehidupan asmara. Apalagi perlu diingat bahwa sekarang dan masa depan merupakan hal terpenting, sehingga perlu fokus.  

Sepasang suami istri yang belum saling mengenal karena dijodohkan orangtua, maka setelah menikah mereka akan fokus untuk mulai saling mengenal satu sama lain. Fase ini tentu baik karena mereka tidak akan terlibat konflik dari kehidupan masa lalu.

2. Status sosial yang meningkat

2. Status sosial meningkat
Freepik/prostooleh

Setiap orangtua tentu ingin memberikan pilihan yang terbaik untuk anak-anaknya, begitu juga terkait pasangan hidup. Ketika melakukan perjodohan, maka orangtua tentu akan memilih seseorang yang berasal dari keluarga berkecukupan dan dari latar belakang terhormat. 

Seorang laki-laki yang berasal dari keluarga dengan status sosial tinggi tentunya akan mampu menjamin kualitas hidup calon istrinya, bahkan untuk kehidupan anak-anaknya kelak. 

3. Memiliki kesamaan budaya

3. Memiliki kesamaan budaya
Pexels/Danu Hidayatur Rahman

Agama dan budaya biasanya memainkan peran besar dalam mempertimbangkan kelayakan seseorang dalam mencari pasangan hidup.

Menikah dengan seseorang yang memiliki kepercayaan agama dan budaya sama tentu akan akan memudahkan untuk saling menyesuaikan diri. Ini bukan hanya berkaitan dengan pasangan saja, melainkan juga bersama keluarga mereka.

Selain itu, persamaan budaya membantu untuk mencegah konflik terkait perbedaan di antara mereka berdua. 

Editors' Picks

4. Memiliki keputusan rasional

4. Memiliki keputusan rasional
Pexels/Jonathan Borba

Menikah atas dasar perjodohan merupakan keputusan yang rasional. Apalagi jika perjodohan ini dilakukan ketika keduanya sama-sama memiliki kesiapan untuk menikah. 

Apalagi dapat saling mengevaluasi semua faktor sebelum membuat keputusan untuk berumah tangga. Contohnya saja dari segi finansial hingga rencana punya anak.

5. Tidak bisa menolak keinginan orangtua

5. Tidak bisa menolak keinginan orangtua
Pexels/Askar Abayev

Menikah karena dijodohkan juga memiliki beberapa sisi negatif, misalnya pasangan yang dijodohkan biasanya tidak bisa menolak kehendak orangtuanya untuk menikah dengan orang asing. Ketika tidak bisa menolak, maka hanya bisa pasrah ketika dijodohkan. 

Pada akhirnya pernikahan yang akan dijalani menjadi setengah hati, bahkan tidak ada cinta di dalamnya. Selain itu, dampak buruknya bisa sering terjadi konflik rumah tangga dan berujung pada perceraian. 

6. Merasa tidak menemukan kecocokan

6. Merasa tidak menemukan kecocokan
Freepik/nensuria

Akibat baru saling mengenal setelah menikah, keduanya pun menyadari bahwa kepribadian mereka tidak cocok satu sama lain. Hal ini pada akhirnya bisa menyebabkan pasangan suami istri sering terlibat perselisihan dan perkelahian dalam rumah tangga.  

7. Belum bisa saling percaya satu sama lain

7. Belum bisa saling percaya satu sama lain
Freepik/wavebreakmedia_micro

Pasangan yang sama sekali tidak mengenal satu sama lain ketika menikah akan menghadapi masalah terkait kepercayaan. 

Kurangnya rasa saling percaya dapat menyebabkan komunikasi yang renggang dan hubungan menjadi tidak harmonis. Kurangnya komunikasi pun menjadi salah satu penyebab utama perceraian di antara pasangan. 

8. Memicu masalah rumah tangga yang lebih besar

8. Memicu masalah rumah tangga lebih besar
freepik/gpointstudio

Pasangan suami istri yang sering terlibat konflik rumah tangga, perlahan-lahan dapat berubah jadi konflik antar keluarga. 

Hal ini karena mertua akan sering ikut campur dalam setiap masalah rumah tangga yang perlahan bisa berubah menjadi racun dalam jangka panjang. 

Nah, itulah beberapa sisi positif dan negatif sebuah pernikahan yang dijodohkan orangtua. Sisi positif dan negatifnya mungkin bisa diambil sebagai pembelajaran ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.