6 Fase dalam Pernikahan yang Pasti Dilalui oleh Pasangan Suami Istri

Jika Mama dan Papa sudah melewati fase ini, maka artinya kalian punya ikatan yang kuat!

23 Mei 2021

6 Fase dalam Pernikahan Pasti Dilalui oleh Pasangan Suami Istri
Freepik/jcomp

Pernikahan yang harmonis dan bahagia bukanlah sekadar anugerah, tetapi ini hasil kerja keras pasangan suami istri. Berbagai masalah dan kesalahpahaman memang kerap terjadi, bahkan hampir setiap saat. Terkadang rasanya lebih mudah untuk menyerah daripada bertahan. 

Dalam menjalani bahtera rumah tangga, ada beberapa fase yang akan dihadapi pasangan suami istri. Namun, jika Mama dan Papa memilih untuk tetap bersama dan melewati semua tantangan tersebut, kalian akan memiliki hubungan yang kuat dan langgeng. 

Melansir dari Bright Side, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa fase yang akan dilalui oleh pasangan suami istri

Yuk, disimak! 

1. Merasa tidak puas dengan pasangan kita 

1. Merasa tidak puas pasangan kita 
momjunction.com

Ketika seseorang mengkritik pasangannya, ia seakan mencoba mengatakan bahwa ada yang salah dengan mereka. 

Tak semua orang bisa menerima kritik, kemungkinan besar Mama pun akan mulai membela diri. Apalagi jika kritik tersebut disampaikan dengan menggunakan kata-kata seperti "kamu selalu" atau "kamu tidak pernah" 

Kata-kata tersebut seakan menyiratkan bahwa Mama selalu salah dan tidak ada satu hal pun yang bisa Mama Lakukan dengan benar. 

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya jika ada hal yang membuat kalian kecewa dengan satu-sama lain. Cobalah untuk mengutarakannya langsung secara baik-baik dan jangan menyerang langsung kepribadian mereka. 

2. Muncul rasa ketertarikan pada orang lain 

2. Muncul rasa ketertarikan orang lain 
Pexels/wildlittlethingsphoto

Meskipun sudah terikat dalam hubungan pernikahan, namun ada kalanya kita bisa tertarik pada orang lain selain pasangan kita. Ketertarikan adalah perasaan yang normal dan hal tersebut tidak selalu mengarah ke perselingkuhan. 

Mama dan Papa mungkin merasa bingung dengan situasi ini. Memang ada banyak godaan dalam kehidupan rumah tangga, tetapi kepercayaan dan kesetiaan di antara pasangan suami istri merupakan hal yang tak ternilai harganya. 

Editors' Picks

3. Terjadi konflik internal dalam rumah tangga 

3. Terjadi konflik internal dalam rumah tangga 
Freepik/Ufabizphoto

Masalah anak-anak, krisis keuangan atau adanya anggota keluarga yang toxic. Hal-hal tersebut bisa terjadi kapan saja dan dan memicu konflik rumah tangga. 

Ketika emosi sudah meledak-ledak, rasanya Mama ingin pergi saja dan meninggalkan semua ini. Namun Jangan lupa bahwa fase ini hanya sementara. 

Jika Mama dan Papa bisa bertahan untuk mengatasi saat-saat sulit bersama, kalian berdua akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat. Kalian juga tidak perlu takut dengan tantangan selanjutnya yang akan menghadang. 

4. Mendapat perlakuan diam atau silent treatment 

4. Mendapat perlakuan diam atau silent treatment 
Freepik

Setelah menghadapi pertengkaran besar, setiap pasangan suami istri pasti pernah mengalami ketika pasangan kita mulai membangun tembok dan tidak ingin berbicara sama sekali. 

Tak hanya itu, mereka juga tidak ada keinginan untuk mencari solusi dan dan memperbaiki hubungan di antara kalian. 

Namun sebetulnya suami bukan berarti tidak peduli lagi pada mama. Mungkin ia hanya kelelahan secara emosional setelah perdebatan yang terjadi di antara kalian. Sebaiknya Mama membiarkannya sebentar dan menunggu hingga kalian berdua benar-benar siap untuk membicarakan kembali masalah tersebut. 

5. Tahap penyelesaian masalah 

5. Tahap penyelesaian masalah 
Freepik/wavebreakmedia

Ini menjadi tahap di mana Mama dan Papa akhirnya memahami cara menyelesaikan konflik secara sehat. Setiap orang memiliki cara caranya tersendiri, misalnya berbicara dengan keluarga, teman dekat atau konselor pernikahan. Bisa juga memahami lebih dalam tentang pernikahan dengan membaca buku.

Sekarang kalian dapat berbesar hati untuk  pasangan atas sikap keras kepala mereka. Menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, akan membawa kita ke tingkat hubungan yang lebih dewasa. 

Konflik pun jarang terjadi dan kalian tidak terlalu sensitif dan emosional lagi. Mama dan Papa pun mulai mencari cara untuk hidup bersama dengan lebih damai. 

6. Tetap bersama dan berhasil melewatinya 

6. Tetap bersama berhasil melewatinya 
sciencedaily.com

Setelah melewati semua fase dengan kerja keras, pengorbanan dan rasa sakit. Kalian akan mendapatkan harta karus yang nyata. 

Mama dan Papa sekarang adalah satu tim yang solid. Kalian mau berjuang bersama dan belajar bagaimana mengatasi masalah dan tidak lari dari tantangan. 

Setelah semua hal yang dilalui, pada fase ini Mama dan Papa akan memahami bahwa pernikahan itu tidaklah mudah. Kalian pun akan merasa lebih bangga pada diri sendiri karena telah berhasil mempertahankan hubungan ini. 

Nah Ma, itulah beberapa fase yang pasti akan dilalui oleh pasangan suami istri. Apakah Mama dan Papa berhasil bertahan dan melewatinya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.