7 Tanda Pasangan Suami Istri Memiliki Ikatan Pernikahan yang Kuat 

Seberapa kuat ikatan cinta diantara Mama dan Papa? 

10 September 2021

7 Tanda Pasangan Suami Istri Memiliki Ikatan Pernikahan Kuat 
Freepik/marymarkevich

Dalam menjalani kehidupan pernikahan yang harmonis, kebanyakan orang mungkin berpikir suami dan istri hanya perlu saling mencintai dan rukun selamanya. 

Namun pada kenyataannya, argumen, perselisihan dan konflik justru memberikan kekuatan untuk membangun sebuah ikatan pernikahan yang kokoh. 

Meskipun setelah bertengkar, Mama dan Papa bisa sama-sama terluka, kecewa dan saling meragukan. Namun, jika berhasil melaluinya dengan baik, pasangan suami istri akan mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Selain itu, dapat membuat ikatan di antara keduanya menjadi lebih solid. 

Nah Ma, berikut ada beberapa hal yang menandakan bahwa pasangan suami istri memiliki ikatan pernikahan yang kuat. Kira-kira apa saja? Dilansir dari Bright Side, kali ini Popmama.com telah merangkumnya.  

Disimak ya, Ma! 

1. Kalian memakai kata "kita", bukan "saya" 

1. Kalian memakai kata "kita", bukan "saya" 
consciouslifenews.com

Apakah Mama kerap menggunakan kata ganti "kita" untuk mendeskripsikan diri sendiri. Misalnya, kita masak sayur hari ini atau kita baru saja melahirkan anak kedua. 

Aneh memang, namun secara tak sengaja kata-kata tersebut terucap begitu saja. Hal ini karena Mama merasa bahwa, selalu ada peran suami dalam setiap hal yang Mama lakukan. 

Menggunakan kata "kita" tandanya Mama dan Papa merasa saling memiliki dan saling mendukung dalam hubungan pernikahan ini. 

2. Tetap menjadi diri sendiri 

2. Tetap menjadi diri sendiri 
Freepik

Meskipun Mama dan Papa telah menjadi "kita", namun kalian harus tetap jadi diri sendiri serta tak boleh kehilangan karakter dan kepribadian masing-masing.

Terlepas dari peran baru yang diambil dalam hidup, Mama tetaplah seorang individu. Sebelum menjadi kekasih, istri, atau Mama dari anak-anak, Mama adalah seorang perempuan yang punya ketertarikan dan minat tertentu. 

Agar pasangan suami istri dapat mempertahankan identitasnya, kalian harus menghormati batasan satu sama lain, bersabar dan berkomunikasi dengan cara yang sehat. Ini artinya kalian bisa saling memberi ruang dan waktu pribadi. 

Editors' Picks

3. Saling menanyakan kabar 

3. Saling menanyakan kabar 
Pexels/ivan-samkov

Apakah Mama dan Papa selalu menanyakan kabar satu sama lain? Mau ke mana, dengan siapa, kegiatan apa saja yang dilakukan hari ini, besok mau melakukan apa? 

Meskipun tampak posesif, sebetulnya hal ini hanyalah cara menunjukkan kepedulian. Tanyakanlah hal-hal spesifik tentang perasaan pasangan kita, apa yang dibutuhkan dan apakah ada masalah yang perlu diselesaikan. Hal ini dapat memperkuat hubungan, sekaligus menjaga romantisme dan keintiman di antara kalian. 

4. Tidak apa-apa jika berbeda pendapat 

4. Tidak apa-apa jika berbeda pendapat 
Freepik

Jika Mama dan Papa tak sepaham dan punya pendapat yang berbeda, sebetulnya wajar-wajar saja. Hal ini menunjukkan bahwa kalian merupakan individu yang berbeda dengan sudut pandang yang berbeda pula. Paling penting kalian masih bisa menemukan cara untuk bersama dan punya alasan untuk saling mencintai. 

Mama dan Papa mungkin punya pandangan yamg berbeda, tetapi ingat kalian telah menjadi keluarga. Kunci untuk mengatasinya yakni bisa mendengarkan satu sama lain tanpa menghakimi dan berdiskusi untuk mencapai keputusan bersama. 

5. Saling terbuka tentang masa lalu

5. Saling terbuka tentang masa lalu
rebelcircus.com

Bolehkah suami istri membicarakan pengalaman cinta yang terjadi di masa lalu? Tentu saja boleh, dengan catatan bicarakan tentang hal-hal positifnya saja. Ini seperti pengalaman atau hikmah yang bisa diambil. 

Sebagai orang yang pernah gagal dalam menjalin cinta, kita dapat belajar dan berkembang. Pada akhirnya pengalaman tersebut membuat kita menjadi orang yang lebih baik. 

Selain itu, jika kalian pernah mengalami trauma di masa lalu. Ini menjadi waktu yang tepat untuk membahasnya, sehingga kalian dapat memahami satu sama lain dengan lebih baik. Bicara tentang masa lalu dan berbagi rahasia menunjukan bahwa kalian saling percaya. 

6. Menetapkan batasan dalam hubungan

6. Menetapkan batasan dalam hubungan
Freepik/drobotdean

Batasan harus dibuat untuk menunjukkan cinta dan hormat kepada satu sama lain. Tak ada hubungan yang sehat tanpa adanya batasan. Beberapa batasan yang dapat kalian buat, antara lain: 

  • Memutuskan nama panggilan yang nyaman
  • Bolehkah menunjukan kasih sayang di depan umum?
  • Barang-barang apa saja yang tidak boleh disentuh? Misalnya pekerjaan kantor milik Papa.
  • Apakah Papa mengizinkan jika Mama memiliki waktu pribadi? Misalnya jalan-jalan dengan teman SMA.
  • Bagaimana cara memakai media sosial. Apakah Papa setuju jika Mama berhubungan dengan teman lama? Atau mungkin juga mengunggah foto keseharian keluarga?

7. Fokus membangun hubungan yang kuat 

7. Fokus membangun hubungan kuat 
Freepik/Freepic.diller

Pasangan harus fokus pada hubungan pernikahan mereka terlebih dahulu, sebelum fokus pada keluarga. Jadi apabila ada hari libur, cobalah manfaatkan untuk menghabiskan waktu berdua. 

Titipkan anak-anak di rumah orangtua atau mertua sebentar. Meskipun Mama dan Papa sedikit merasa bersalah namun hal ini ada manfaatnya juga. Si kecil jadi bisa lebih dekat dengan kakek neneknya. 

Meluangkan waktu untuk kencan atau liburan berdua dapat membantu Mama dan Papa dalam membangun hubungan yang lebih kuat serta menghidupkan kembali perasaan dan cinta di antara kalian berdua. 

Kalian juga dapat beristirahat sejenak dari tanggung jawab keluarga yang memusingkan dan selalu jadi pemicu konflik rumah tangga. 

Nah Ma, itulah beberapa tanda bahwa pasangan suami istri memiliki ikatan pernikahan yang kuat. Apakah Mama dan Papa sudah menemukan tanda-tandanya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.