Bisa Jadi Teladan, Ini 7 Sikap Romantis Rasulullah kepada Aisyah

Sebagai suami, Papa juga bisa menjadikan ini sebagai teladan

27 Mei 2021

Bisa Jadi Teladan, Ini 7 Sikap Romantis Rasulullah kepada Aisyah
Depositphotos.com

Dalam beberapa hadis digambarkan bagaimana romantisnya Nabi Muhammad SAW kepada seluruh istrinya. Sosoknya pun bisa menjadi teladan karena lembut dan penuh kasih sayang. 

Salah satunya kepada Aisyah, istri Rasulullah yang paling muda dan begitu dicintainya. Dari sikap adil, penuh kasih sayang serta romantis kepada para istrinya, Rasulullah mampu mempertahankan rumah tangganya dengan baik. 

Untuk Mama dan Papa yang menginginkan rumah tangga selalu harmonis seperti layaknya Rasulullah bersama istrinya, berikut Popmama.com telah merangkum salah satu kisah.

Yuk, simak beberapa sikap romantisnya Rasulullah kepada Aisyah yang bisa menjadi teladan saat membangun bahtera rumah tangga!

1. Memberikan kecupan mesra

1. Memberikan kecupan mesra
Freepik/jcomp

Sebagaimana diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA kitab Dzakhiratul Huffazh:

"Sungguh Nabi SAW ketika mencium salah satu istrinya, beliau mengecup lidahnya" (HR Maqdisi).

Dalam hadis tersebut bisa menjadi sebuah gambaran mengenai bagaimana romantisnya Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah, yakni dengan memberikan kecupan mesra.

Papa dan Mama juga bisa mencoba nih!

2. Mempunyai panggilan sayang

2. Mempunyai panggilan sayang
Freepik/Racool-studio

Aisyah istri Rasulullah juga memiliki beberapa panggilan sayang dari Rasul, biasanya ia dipanggil dengan sebutan khusus seperti "Ya Aisy". Panggilan ini diambil dari nama Aisyah dengan pemenggalan huruf akhir.

Bagaimana, apakah Papa juga punya panggilan sayang khusus seperti Rasulullah kepada Aisyah?

Editors' Picks

3. Bersandar di pangkuan sang Istri

3. Bersandar pangkuan sang Istri
Freepik/ArthurHidden

Pernahkah Mama bersandar pada Papa, atau mungkin sebaliknya ketika sedang menghabiskan waktu bersama? Jika pernah, sikap romantis tersebut juga sering sekali dilakukan oleh Rasulullah kepada Aisyah.

Saat sedang lelah usai pergi berperang atau berdakwah, Rasulullah sering menghabiskan waktunya untuk tidur dan bersandar di pangkuan Aisyah. Beberapa kali saat membaca Alquran pun, Rasulullah suka duduk bersandar pada pangkuan sang Istri meski Aisyah sedang haid.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan, "Dahulu Rasulullah meletakkan kepalanya di pangkuanku kemudian membaca (Alquran) sedangkan aku dalam keadaan haid." (HR Abu Dawud, Bukhari, Muslim, Ahmad).

4. Membantu pekerjaan rumah

4. Membantu pekerjaan rumah
Freepik

Banyak orang mungkin menyebutkan bahwa pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, menyapu dan lain sebagainya merupakan pekerjaan seorang istri. Namun, sebagai suami juga tak ada salahnya untuk membantu meringankan beban pekerjaan pasangan.

Seperti kisah Rasulullah kepada Aisyah yang selalu membantu pekerjaan rumah. Ini dilakukan mulai dari menyapu halaman, mencuci piring hingga mengerjakan hal sederhana seperti mengangkat ember untuk membantu meringankan pekerjaan Aisyah.

Sebagaimana disebutkan dalam HR Ibnu Hibban, Urwah pernah bertanya kepada Aisyah, "Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?"

Kemudian Aisyah menjawab, "Beliau melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di ember."

5. Makan dan minum bekas istri

5. Makan minum bekas istri
Freepik/Freepic.diller

Istilah makan sepiring berdua, ternyata juga dialami Rasulullah kepada istrinya. Beliau tak pernah merasa kotor bila makan dan minum bekas istrinya, Aisyah. 

Walau terlihat sepele, namun sikap romantis ini sangat menunjukkan rasa perhatian dan cinta kepada sang Istri. Sebagaimana disebutkan dalam HR Ahmad:

"Terkadang Rasulullah disuguhkan sebuah wadah (air) kepadanya, kemudian aku minum dari wadah itu sedangkan aku dalam keadaan haid. Lantas Rasulullah mengambil wadah tersebut dan meletakkan mulutnya di bekas tempat minumku. Terkadang aku mengambil tulang (yang ada sedikit dagingnya) kemudian memakan bagian darinya, lantas Rasulullah mengambilnya dan meletakkan mulutnya di bekas mulutku."

6. Mandi bersama

6. Mandi bersama
Freepik

Sebagai pasangan suami istri, mandi bersama juga diperbolehkan. Sebagaimana dilakukan Rasulullah yang sering memanjakan Aisyah dengan mandi bersama. Rasulullah selalu memperlakukan sang Istri dengan secara istimewa.

Dalam HR Bukhari, Muslim dan Ibnu Hibban disebutkan:

"Dahulu aku mandi junub bersama Rasulullah SAW dari satu bejana di mana tangan kami bergantian (mengambil air) di dalamnya. Sedangkan tangan kami saling bertemu (bersentuhan)."

7. Selalu ada ketika dibutuhkan oleh istri

7. Selalu ada ketika dibutuhkan oleh istri
Freepik/cookie_studio

Dalam HR Bukhari dan Muslim, Aisyah juga menceritakan bagaimana sang suami Rasulullah selalu ada untuknya. Meski sibuk berperang, berdakwah dan melakukan pekerjaan lain, tetapi Rasulullah tetap berusaha untuk selalu ada ketika sang Istri membutuhkannya.

Dikatakan Aisyah, "Beliau (Rasulullah) adalah orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit."

Itu dia ketujuh sikap romantis Rasulullah SAW kepada salah satu istrinya, Aisyah.

Dari sikap romantis Rasulullah, ada banyak hal yang bisa dipelajari dan dijadikan teladan dalam membangun sebuah bahtera rumah tangga. Inilah yang membuat Rasulullah mampu mempertahankan rumah tangga yang harmonis, walau memiliki belasan istri.

Dari berbagai keromantisan Rasulullah kepada Aisyah di atas, Papa juga bisa melakukan hal serupa kepada pasangan. Dengan begitu, rumah tangga Mama dan Papa pun akan senantiasa harmonis layaknya kisah Nabi serta para istrinya.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.