Pasangan Suka Berbohong? Ini Cara Menghadapinya

Jangan keburu emosi Ma. Ini Dia cara menghadapi pasangan yang suka berbohong

7 April 2019

Pasangan Suka Berbohong Ini Cara Menghadapinya
Freepik/Yanalya

Dalam menjalani sebuah hubungan, kejujuran merupakan hal yang penting. Sebab kepercayaan pasangan bisa menjadi sulit dikembalikan saat kebohongan demi kebohongan terus dilakukan.

Namun sayang, beberapa pasangan memilih untuk berbohong kepada pasangannya demi alasan menjaga perasaan atau malas menghindari konflik.

Pasangan Mama termasuk yang suka ketahuan berbohong? Jangan keburu emosi Ma, ada cara mengatasi pasangan berbohong yang lebih elegan.

Mama ingin tahu apa saja? Dilansir dari This is Insider dan The Time India, berikut cara menghadapinya:

1. Hadapi dengan tenang

1. Hadapi tenang
Freepik/Yanalya

Saat memergoki pasangan berbohong, rasanya meminta pasangan untuk berhenti melakukan kebohongan tidaklah cukup. Mama perlu untuk mengonfrontasi pasangan secaa tenang dan terbuka terkait kebohongan yang telah Mama ketahui.

Dilansir dari The Huffington Post, Mama dapat meminta pasangan untuk lebih jujur dengan apa yang terjadi. Tak perlu melontarkan kata kasar. Cukup beri ruang untuk pasangan menjelaskan masalah tersebut.

Daripada melontarkan kata “Kamu berbohong” lebih baik Mama melontarkan kata yang lebih positif seperti: “Aku tahu ada hal yang kamu cemaskan atau yang kamu tidak ingin aku tahu. Tapi menurutku, sekarang saatnya kita membicarakannya agar semuanya bisa kita atasi bersama.” Cara ini dapat menunjukkan bahwa Mama ingin pasangan jujur dan terbuka satu sama lain.

2. Konfirmasi rumor yang beredar

2. Konfirmasi rumor beredar
Freepik

Pada kebanyakan kasus, banyak pasangan yang tidak mengetahui pasangan berbohong secara kebetulan, melainkan dari rumor yang beredar di sekelilingnya. Jadi jadi pada Mama keburu emosi, ada baiknya untuk mengkonfirmasi mengenai rumor tersebut kepada pasangan.

Tanyakan secara halus apakah ia tersebut benar atau tidak. Cara ini dianggap dapat membantu Mama mengerti kondisi yang dialami pasangan seandainya mereka pun sedang berbohong.

Editors' Picks

3. Menunjukkan bukti kebohongan

3. Menunjukkan bukti kebohongan
Freepik

Sebelum melakukan konfirmasi langsung, sebenarnya ada yang harus Mama lakukan agar pasangan dapat berkata jujur, yaitu mencari bukti. Mama perlu menyertakan bukti yang kuat dari orang yang bisa Mama percaya mengenai bukti dari rumor yang beredar.

Menurut Terapis hubungan cinta, Shery Meyer, tanpa adanya bukti, Mama akan terlihat sebagai sosok yang tidak percaya dengan pasangan. Hal ini dapat berdapak buruk yaitu dapat memberi peluang bagi pasangan untuk menutupi jejak kebohongannya secara baik. Jadi cari bukti dulu ya Ma.  

4. Tanyakan alasan berbohong

4. Tanyakan alasan berbohong
Freepik/Jcomp

Saat pasangan Mama berbohong, jangan langsung menghubunginya melalui saluran telepon untuk mengkomunikasikan kebohongan yang dilakukannya. Komunikasi menggunakan saluran telepon tidak akan memecahkan masalah, sehingga lebih baik untuk menemuinya secara langsung saat pikiran sedang tenang.

Saat menemui pasangan, tanyakan secara langsung apa alasan berbohong dan cobalah untuk memahami motivasi dibalik kebohongan yang dilakuannya. Setelah itu, baru Mama putuskan secara mendalam apakah alasan yang diberikan logis atau tidak.

5. Pahami reaksi pasangan

5. Pahami reaksi pasangan
Freepik/Jcomp

Dari reaksi yang ditunjukkan pasangan, Mama mungkin dapat menyimpulkan apakah pasangan benar-benar tulus menyesal, atau tidak.

Dengan berbicara secara langsung, Mama dapat melihat dengan jelas reaksi pasangan terhadap keluhan Mama terhadap kebohongan yang dilakukannya.

Jika saat berbicara secara langsung Mama melihat adannya ketidak tulusan akan ungkapan minta maaf pasangan, Mama harus mengambil sikap yang tegas. Sebab ada kemungkinan bahwa pasangan akan mengulangi kebohongannya di lain waktu, apalagi jika dari rautnya terpancar rasa tidak menyesal. Selain itu, jelaskan pula kepada pasangan jika Mama tidak mentoleri kebohongan yang dilakukannya karena bersikap jujur jauh lebih baik.

Jika cara tersebut telah Mama lakukan dan pasangan masih terus berbohong, ada baiknya untuk mengkaji kembali seberapa sehat hubungan Mama dan pasangan. Mama juga harus memberi batasan kepada pasangan mengenai limit kesabaran yang Mama punya terkait kebiasaan berbohong yang kerap dilakukannya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!