Apakah Suami Boleh Melihat Darah Haid Istrinya?

Selama istri haid, suami disarankan untuk menyenangkan hati pasangannya

7 Oktober 2021

Apakah Suami Boleh Melihat Darah Haid Istrinya
Unsplash/Deon Black

Dalam ajaran Islam, perempuan yang sedang haid memang tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah ritual seperti salat.

Ketika istri sedang haid, suami harus senantiasa membantu mempermudah istri. Penting juga untuk mengedepankan empati, mengingat pengalaman setiap perempuan berbeda-beda.

Jangan salah ya, Pa! Walaupun istri sedang haid, suami tidak boleh diasingkan bahkan terkesan menjauh. Dikarenakan haid merupakan fase yang normal terjadi bagi setiap perempuan.

Lantas, apakah boleh suami melihat darah haid istrinya? Lalu apa saja hal yang tidak boleh dilakukan ketika istri sedang haid?

Kali ini Popmama.com telah merangkumnya dari berbagai sumber. Semoga bisa memberikan penjelasan terkait haid ini, ya!

Editors' Picks

1. Tidak ada ayat yang melarang suami melihat darah haid istrinya

1. Tidak ada ayat melarang suami melihat darah haid istrinya
Freepik/diana.grytsku

Jika memang ada suami yang merasa aneh ketika istrinya haid, maka perlu dijelaskan bahwa hal tersebut normal dan bukan disebabkan oleh suatu penyakit tertentu.

Dalam Alquran sendiri tidak ada satu pun ayat atau teks hadis yang melarang suami melihat darah haid istrinya.

Bahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda dari hadis yang pernah diriwayatkan oleh muslim sebagai berikut:

“Berbuatlah apa saja kecuali bersetubuh (hubungan suami istri) dengan istri yang sedang haid.”

Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya haid ini yang telah menetapkan Allah atas anak-anak putri Nabi Adam AS.”

2. Asal muasal diturunkan Surat Al-Baqarah ayat 222

2. Asal muasal diturunkan Surat Al-Baqarah ayat 222
Pexels/GR Stocks

Mungkin juga sudah ada yang mengetahui arti dari ayat ini. Surat Al-Baqarah ayat 222 menerangkan terkait larangan menggauli istri saat sedang haid.

“Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah, “Dia itu adalah suatu kotoran (najis)”. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari perempuan di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati (berhubungan intim) mereka, sebelum mereka suci (dari haid). Apabila mereka telah bersuci (mandi bersih), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian.”

Ayat ini diturunkan karena waktu dulu orang-orang Yahudi dan Arab Jahiliyah menganggap perempuan haid termasuk najis dan mesti dijauhi.

Mereka tidak mau bergaul dengan istrinya yang haid, tidak mau makan atau minum bersama, tidak mau bersama-sama serumah dengan mereka, bahkan menyentuh pun tidak mau.

Hal tersebut disebutkan dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik bahwa orang Yahudi bila istrinya sedang haid mereka tidak mau makan bersama, tidak mau serumah dengan dia.

Maka seorang sahabat Rasulullah menanyakan hal itu, lalu turunlah ayat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Segala sesuatu boleh kamu perbuat dengan istrimu yang sedang haid, selain bersetubuh.”

3. Hal yang dilakukan Rasulullah ketika istrinya haid

3. Hal dilakukan Rasulullah ketika istri haid
Freepik

Saat istri haid, suami dan istri dilarang melakukan hubungan intim karena haram hukumnya. Jika tetap dilakukan, maka akan membahayakan kesehatan pasangan tentunya.

Rasulullah pun ketika istrinya sedang haid, beliau memperlakukan istrinya dengan baik dan tidak menjauhkannya. Dari hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Aisyah menceritakan perlakuan yang didapatkannya saat tengah haid.

Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang diperbuat Rasulullah SAW. Beliau masuk dan langsung menuju tempat salat beliau. Beliau tidak beranjak sampai kantuk menyerang kedua mataku dan hawa dingin menyiksa beliau.

Kemudian Rasulullah berkata: Mendekatlah kepadaku. Aku pun menjawab: "Sesungguhnya aku sedang haid. Lantas beliau berkata: Kalau begitu singkaplah kedua pahamu. Lalu aku (Aisyah) menyingkap kedua pahaku."

Kemudian Rasulullah meletakkan pipi dan dada beliau di atas kedua pahaku, lalu aku melingkarkan tubuhku di atas beliau sampai beliau merasa hangat dan tertidur.

Nah, ternyata istri haid tidak mesti dijauhi. Seharusnya tetap diperlakukan seperti biasa karena perlu diingat bahwa haid itu normal terjadi bagi perempuan yang sudah balig.

Semoga informasi tadi membantu Mama dalam menambah wawasan perkara haid, agar pasangan selalu sayang di segala kondisi, asalkan masih dalam koridor yang dianjurkan agama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.