Disangka Mesum, Benarkah Laki-Laki Lebih Sering Memikirkan Seks?

Ada beberapa faktor dan penjelasannya, lho!

18 Januari 2022

Disangka Mesum, Benarkah Laki-Laki Lebih Sering Memikirkan Seks
Freepik/wayhomestudio

Mungkin sebagian orang menganggap bahwa laki-laki memiliki pikiran mesum ketika membicarakan soal seks. Biasanya, saat laki-laki membicarakan soal seks, mereka bisa mempunyai dunianya sendiri, sehingga dianggap memiliki pikiran kotor.

Ada juga yang mengatakan bahwa pada dasarnya laki-laki lebih sering memikirkan seks ketimbang perempuan. Apa benar seperti itu?

Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum penelitian yang membahas hal tersebut. 

Yuk, disimak!

Editors' Picks

Sebetulnya Siapa yang Lebih Sering Memikirkan soal Seks?

Sebetul Siapa Lebih Sering Memikirkan soal Seks
Freepik/lookstudio

Seperti dilansir dari Psychology Today, sebuah penelitian pernah dimuat dalam Journal of Sex Research pada tahun 2021. Para ahli asal Amerika Serikat ini melakukan survei kepada 283 mahasiswa dan mahasiswi dalam rentang usia 18-25 tahun.

Penelitian tersebut untuk mencari tahu seberapa sering mereka memikirkan berbagai hal dalam hidup, termasuk seks.

Hasilnya, para ahli ini menemukan bahwa seks terlintas di dalam pikiran laki-laki sebanyak 34 kali sehari. Sementara itu, perempuan cenderung sedikit sekitar 18 kali.

Itu artinya, laki-laki memang benar lebih sering memikirkan hal soal seks ketimbang perempuan. Setidaknya memikirkan satu sampai dua kali setiap jam.

Apa Faktor Laki-Laki Sering Memikirkan Seks Ketimbang Perempuan?

Apa Faktor Laki-Laki Sering Memikirkan Seks Ketimbang Perempuan
Freepik/gpointstudio

Nah, ternyata para ahli juga menduga munculnya pikiran soal seks ini bermula dari perbedaan ketertarikan seksual antara laki-laki dan perempuan.

Jadi, saat melihat lawan jenis, otak laki-laki dan perempuan akan memberikan sinyal serta respons yang berbeda-beda.

Laki-laki cenderung memiliki dorongan seksual bukan hanya lebih kuat, tetapi lebih mudah dirangsang. Sehingga libido pada laki-laki akan lebih mudah naik dan membuatnya berfantasi seks saat melihat film porno.

Sementara itu, hormon pada perempuan cenderung lebih sulit terangsang dari pada laki-laki. Pasalnya perempuan membutuhkan hubungan emosional yang romantis serta bergairah terlebih dahulu supaya bisa terangsang dan ingin bercinta.

Tidak Menutup Kemungkinan Jika Perempuan Juga Memikirkan soal Seks

Tidak Menutup Kemungkinan Jika Perempuan Juga Memikirkan soal Seks
Pexels/Оливия Оливия

Penjelasan di atas juga membuat para ahli sepakat bahwa penelitian tersebut masih membutuhkan analisa lebih lanjut. Mereka masih belum bisa menemukan seberapa lama ‘pikiran kotor’ itu berlangsung di dalam otak laki-laki maupun perempuan.

Selain itu, peserta perempuan dalam penelitian sebelumnya mungkin merasa malu dan cenderung menutup-nutupi saat mereka sedang memikirkan seks.

Mungkin saja mereka memikirkan soal seks, tetapi tidak mencatat dan tak menghiraukannya. Akibatnya, hasil penelitian dari sisi perempuan jadi lebih sedikit dan tidak akurat.

Meski demikian, perempuan juga tidak menutup kemungkinan bisa membicarakan hal berbau seks secara lebih sering yang mengalami erotophilia.

Erotophilia adalah suatu kondisi d imana seseorang menyukai aktivitas yang berbau soal seks. Orang-orang ini biasanya cenderung lebih terbuka dan tidak malu terhadap hal berbau seks.

Sekarang sudah tidak heran lagi kalau laki-laki memang lebih sering memikirkan seks daripada perempuan. Hal tersebut karena perbedaan respons di otak serta perbedaan terhadap ketertarikan seksual. 

Semoga informasi ini bisa menjadi sebuah pengetahuan baru, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk