5 Fakta Squirting, Ejakulasi Perempuan yang Jarang Diketahui

Sudah pernah merasakannya?

7 April 2021

5 Fakta Squirting, Ejakulasi Perempuan Jarang Diketahui
Pexels/Natalia Vaitkevich

Istilah squirt atau squirting mungkin tidak asing bagi pasangan suami istri. Namun, istilah seksual tersebut bisa menjadi perdana didengar untuk pasangan suami istri yang baru menikah. 

Squirtingadalah keluarnya cairan ejakulasi pada perempuan dengan jumlah yang banyak, bahkan bisa keluar dengan kencang atau muncrat dari dalam vagina. Squirt pun menjadi istilah seksual yang menggambarkan seorang perempuan mendapatkan orgasme maksimalnya saat sesi bercinta. Cairan yang dimaksud bukan urine murni, melainkan kombinasi urea, asam dan kreatinin. Cairan ini dilepaskan oleh kelenjar skene yang berada di ujung bawah uretra akibat adanya stimulasi atau rangsangan.

Seperti dilansir dari Healthline, jika pasangan ingin mencoba mengeksplorasi squirting ini perlu sekali mencari posisi seks yang tepat. Ini bertujuan untuk merangsang G-spot dan klitoris perempuan. 

Untuk lebih tahu tentang istilah seksualini, Popmama.com punya informasi lebih detailnya. Simak juga posisi seks memungkinkan perempuan mengalami squirting.

Apa saja ya kira-kira?

1. Posisi seks doggy style dapat menstimulasi G-spot perempuan

1. Posisi seks doggy style dapat menstimulasi G-spot perempuan
thehealthsite.com

Posisi seks doggy style sangat cocok jika ingin mencoba squirting. Posisi ini dapat memberikan sudut yang sempurna bagi suami untuk mencapai dinding vagina depan tempat G-spot berada.

Cara melakukannya: Terapkan posisi seperti merangkak dengan pasangan saat ingin doggy style, suami berada di belakang istri dengan saling bertumpu pada lutut. Bisa juga menggunakan bantuan bantal, sehingga lebih nyaman.

Jika mencari kenyamanan yang berbeda, maka coba bereksperimen dengan melebarkan lutut. Kemudian perempuan bisa menjatuhkan diri ke tempat tidur untuk mengubah sudut penetrasi.

Suami pun perlu menjangkau klitoris istri dari belakang untuk sensasi lebih intim. 

Editors' Picks

2. Posisi seks misionaris membantu untuk lebih merangsang klitoris

2. Posisi seks misionaris membantu lebih merangsang klitoris
Freepik/pressfoto

Posisi seks misionaris mungkin membuat istri akan mengeluarkan cairan ejakulasi karena mampu menyentuh G-spot. Dalam menerapkan posisi seks ini, laki-laki pun bisa semakin leluasa mengatur kedalaman selama penetrasi.

Cara melakukannya: istri perlu berbaring di tempat tidur secara terlentang dan membuka paha dalam, sehingga bisa memudahkan suami memposisikan di antara kedua paha tersebut.

Cobalah untuk bermain-main dahulu dengan memasukkan dua sampai tiga jari ke dalam vagina istri. Sentuh klitoris dengan jari atau vibrator apabila diperlukan untuk menciptakan rangsangan.

Perempuan pun bisa merasakan gairah ketika laki-laki memberikan sentuhan lembut vagina atau klitoris, bahkan bisa menjilat bagian tersebut agar lebih terasa basah.

3. Cairan ejakulasi juga bisa distimulasi dengan alat bantu seks

3. Cairan ejakulasi juga bisa distimulasi alat bantu seks
Pexels/Anna Shvets

Jika ingin variasi lain, maka bisa mencoba menggunakan alat bantu seks untuk memberikan stimulasi. Bisa juga menggunakan yang bergetar atau tidak, tergantung selera masing-masing orang.

Namun, penting sekali untuk mencapai G-spot ketika sudah menggunakan alat bantu seks. Ini perlu dilakukan, baik diterapkan sendiri ataupun dengan pasangan.

Cara melakukannya: Istri perlu berbaring terlentang di tempat tidur, oleskan pelumas apabila diperlukan untuk memasukkan alat bantu seks. Selain itu, goyangkan ke bagian dinding depan vagina, lalu minta suami menyentuh klitoris menggunakan dengan mulut, jari atau vibrator.

4. Squirting bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain

4. Squirting bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain
Pexels/Dainis Graveris

Jika ingin melakukannya sendiri atau ketika pasangan sedang jauh karena Long Distance Marriage(LDM), maka kenikmatan squirt juga bisa menyenangkan sambil masturbasi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika ingin melakukannya sendiri, antara lain: 

  • Bisa dilakukan sambil bersantai. Apabia sedang ada waktu luang bisa memanjakan tubuh terlebih dahulu sebelum melakukan squirting, sehingga terasa semakin rileks.
  • Berusaha untuk menjelajahi zona sensitif. Cobalah untuk melakukan pemanasan dengan menyentuh bagian leher, telinga, paha bagian dalam, perut bagian bawah dan puting menggunakan jari. Cara ini memang sederhana, namun mampu menambah sensasi sebelum melakukan squirt.
  • Mainkan G-spot. Jika ingin meningkatkan gairah, maka sentuhlah klitoris dengan cara memainkannya secara perlahan. Bisa juga menggunakan alat bantu seks untuk meningkatkan rangsangan.

5. Suami perlu membantu istri untuk squirting

5. Suami perlu membantu istri squirting
Pexels/Valeria Boltneva

Ada yang perlu digarisbawahi, yakni tidak semua orang bisa langsung berhasil dan menguasai squirt ini. Jadi jangan membuat pasangan merasa kurang atau gagal jika ia belum mendapatkannya.

Selain itu, jangan menganggap seks penetrasi merupakan cara terbaik untuk mewujudkannya. Jika ingin membantu pasangan untuk mencapai squirting perlu perhatikan hal berikut antara lain: 

  • Bantu pasangan rileks. Lakukan dengan pemanasan, merangsang klitoris istri dengan mulut, jari atau alat bantu seks.
  • Mainkan klitoris pasangan. Bantu pasangan agar lebih terangsang dengan memainkan klitorisnya dan temukan G-spot.
  • Berikan tekanan pada perut bagian bawah. Cara ini dapat membantunya mengeluarkan cairan ejakulasi dengan lebih mudah.

Perlu diketahui juga, walaupun squirt tidak berbahaya, mungkin ada sebagian orang merasa tidak nyaman saat memberikan stimulus berlebih di area G-spot.

Selain itu, memungkinkan untuk terjadinya Infeksi Menular Seksual (IMS) apapun yang ditularkan melalui cairan tubuh yang dikeluarkan. Beberapa penyakit yang mungkin ditularkan, antara lain:

  • HIV
  • HPS
  • Herpes
  • Klamidia
  • Gonore
  • Hepatitis B
  • Trimomoniasis

Komunikasikan dengan pasangan jika ingin melakukan hal tersebut dan cari tahu apa yang akan dilakukan ke depannya untuk menciptakan kepuasan secara seksual bersama.

Mencapai kenikmatan saat sesi bercinta memang bisa dengan banyak cara. Squirting hanyalah satu dari sekian banyak cara tersebut. Kepuasan seksual bersama jauh lebih baik dibicarakan dan tentukan dengan pasangan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.