Cara Menenangkan Diri Saat Kesal dan Geregetan dengan Si Kecil

Tahan dulu Ma, jangan langsung marah dan ngamuk. Lakukan ini dulu yuk!

25 November 2018

Cara Menenangkan Diri Saat Kesal Geregetan Si Kecil
Pixabay/Andrew_poynton

Semua orangtua tahu bahwa semuanya berjalan lebih baik ketika kita menjaga suasana hati kita agar tetap positif. Sebagian besar dari kita dapat mengenali tanda-tanda saat mood sedang tidak bagus seperti tertekan, murung, dan lelah.

Pada saat mood sedang buruk bisa saja kita membentak dan mengeluarkan kata-kata yang salah dari mulut kita pada anak kita.

Mungkin kamu akan berteriak dan ini hanya akan memperburuk keadaan.

Tapi apa yang bisa kita lakukan?

Jawabannya adalah kamu dapat menunda apa pun kecuali cinta. Begini cara menenangkan diri saat kesal dan lelah setelah mengurus rumah tangga seharian:

1. Hentikan, tinggalkan, dan bernapas dengan tenang

1. Hentikan, tinggalkan, bernapas tenang
Pixabay/ivanovgood

Perasaan jengkel atau marah pada anak kamu adalah sinyal untuk berhenti. Cukup. Tinggalkan semua yang kamu lakukan.

Kemudian bernapaslah dengan tenang. Ambil tiga kali napas dalam-dalam melalui hidung kamu, dan biarkan mereka keluar dari mulut kamu, perlahan. Lakukan beberapa kali.

Ucapkan, "Saya memilih cinta dan ini akan baik-baik saja" atau "Dia bertindak seperti anak kecil karena dia anak kecil."

Terus bernapas perlahan sampai kamu merasa tenang dan perasaan tenang itu mengalir di tubuh kamu.

2. Atur napas dan lakukan hal yang kamu sukai

2. Atur napas lakukan hal kamu sukai
Pixabay/rawpixel

Anak kamu belum bisa menenangkan dirinya sendiri, ia butuh Mamanya untuk menenangkan emosinya.

Dia bergantung pada cara kamu mencontohkan cara menggeser gangguan emosional menjadi tenang.

Kamu bisa membuat secangkir teh atau kopi panas bila kamu merasa membutuhkannya. Sediakan sesuatu yang mudah didapat dan kamu sukai.

Mendengarkan musik, mandi, atau bernyayi kadang juga bisa jadi pilihan untuk menenangkan diri.

3. Tahan ucapan kamu, intervensi dengan cara yang tidak baik bisa memperburuk keadaan

3. Tahan ucapan kamu, intervensi cara tidak baik bisa memperburuk keadaan
Pixabay/Bess-Hamiti

Jika ada keributan yang dilakukan oleh si Kecil, intervensi kamu dapat menenangkannya atau mengubahnya menjadi tornado.

Ketika kita berada dalam mode "bertarung" atau "terbang" dan kita tidak dapat menyeimbangkannya, kita biasanya melihat anak kita sebagai musuh.

Anak bukanlah musuh orangtua. Dia adalah manusia kecil yang belum matang, tergantung pada cara kita membimbing mereka.

Jika kamu mulai ingin berkata-kata namun itu hanya akan memperburuk keadaan, segera hentikan dan alihkan perhatian kamu. Berkata kasar dan berteriak kepada anak hanya akan merusak tumbuh kembang dan kepercayaan diri anak.

Editors' Picks

4. Hormatilah emosi yang kamu rasakan

4. Hormatilah emosi kamu rasakan
Pixabay/RobinHiggins

Semua emosi diperbolehkan, hanya saja kamu perlu membatasinya. Salah satu strategi pengasuhan yang paling berguna adalah selalu membangun tambahan lima belas menit.

Itu membuat kita tetap tenang, memungkinkan anak-anak untuk bertransisi. Hidup bersama anak-anak penuh dengan bencana kecil, dan begitu kita membiarkan anak-anak kita menangis di pelukan kita, mereka biasanya berpikir dan bertindak jauh lebih baik.

Tetapi ingat bahwa cara paling penting untuk membuat mereka tetap tenang adalah dengan menjaga diri kamu juga tetap dalam keadaan tenang.

Kesalahan yang mungkin dilakukan seperti menumpahkan makanan ke lantai yang baru dibersihkan, cuci tangan setelah makan lalu tidak dikeringkan sehingga basah kemana-mana, atau meletakan handuk basah di atas kasur.

Hal sepele yang bisa menjadi kebiasaan buruk dan bisa memancing marah kamu ketika kamu sedang lelah. Mungkin melihat ini Mama bisa merasa geregetan sama anak mama.

Lagi-lagi, kamu diperbolehkan kesal, hanya saja kamu perlu batasi itu.

5. Kontrol gangguan yang kamu rasakan

5. Kontrol gangguan kamu rasakan
Pixabay/RobinHiggins

Kamu tidak dapat mengatasi masalah secara konstruktif saat kamu sedang kesal, tetapi kamu pasti bisa menyelesaikannya jika kamu menginvestasikan energi di waktu lain.

Jika ada masalah yang terjadi secara berulang kali ini bisa memicu stres. Kamu akan merasa kesal dan geregetan sama anak kamu secara terus-menerus.

Kontrol rasa kesal kamu. Berikan si Kecil arahan dan contohkan. Dengan diberi contoh yang baik, anak bisa lebih mudah meniru seperti apa yang kamu minta.

6. Jangan mudah terpancing emosi setelah melihat perilaku anak mama

6. Jangan mudah terpancing emosi setelah melihat perilaku anak mama
Pixabay/StockSnap

Jika kamu merasa si Kecil seperti meledek dan memancing amarah kamu, itu semata-mata karena mereka merasa nyaman dengan mamanya sehingga mereka berani menunjukan sikap apapun yang diinginkannya.

Jangan mudah terpancing. Bicaralah baik-baik.

Tapi jika kamu terlalu mengatur anak kamu hingga hal terkecil, misal kegiatannya sampai setiap detik, mungkin ini tidak adil untuk anak kamu.

7. Dukung diri kamu sendiri

7. Dukung diri kamu sendiri
Pixabay/tiburi

Kadang kamu berada dalam situasi lelah, sangat lelah dan merasa kamu tidak layak merasakan kondisi demikian. Kamu merasa tidak ada orang yang bisa membantu kamu dan ini membuat kamu merasa semakin marah.

Kalau sudah seperti ini mungkin kamu memerlukan dukungan orang lain. Mungkin bagi Mama yang beruntung ia akan menemukan support sistem dalam keluarga.

Tapi akan lebih baik jika kamu mulai dari dalam diri kamu. Dukung diri kamu sendiri untuk tidak merasa stres dan kesal.

Jika kamu belum bisa menguatkan diri kamu sendiri, mungkin kamu hanya perlu bercerita dan didengarkan.

Mungkin kamu membutuhkan saran ahli, mungkin kamu perlu konseling untuk menyembuhkan masalah masa kecil kamu sendiri sehingga kamu dapat mencintai diri sendiri tanpa syarat.

Itulah hal yang perlu kamu coba. Kamu harus tahu cara menenangkan diri saat kesal dan geregetan sama anak kamu. Tida sepenuhnya salah mereka, ingatlah bahwa anak tetaplah seorang anak-anak.