Memukul Anak saat Melakukan Kesalahan, Stop! Ini Tidak Benar

Jangan lakukan itu Ma

25 November 2018

Memukul Anak saat Melakukan Kesalahan, Stop Ini Tidak Benar
Freepik/peoplecreations

Psikolog menyerukan agar anak-anak di rumah tidak dipukul oleh orangtua ketika melakukan sebuah kesalahan karena memberikan efek besar terhadap kesehatan mental mereka.

Seperti dilaporkan laman Independent bahwa ada sebuah gerakan yang telah diajukan ke Trades Union Congress (TUC) dari Asosiasi Psikolog Pendidikan (AEP) yang mendesak pemerintah untuk "mengakui bahwa hukuman fisik dapat memiliki efek jangka panjang negatif pada perkembangan anak."

Para psikolog yang mendukung pernyataan larangan bahwa "memukul tidak pernah menjadi metode yang efektif untuk mendisiplinkan seorang anak, tidak peduli apapun keadaan anak tersebut."

Hukuman fisik menjadi ilegal di sekolah-sekolah negara Inggris pada tahun 1986, tetapi tetap legal di sekolah-sekolah swasta hingga tahun 1998 di Inggris dan Wales, hingga tahun 2000 di Skotlandia dan hingga tahun 2003 di Irlandia Utara.

John Drewicz, presiden AEP, akan berbicara hari ini di Konferensi TUC tahunan di Manchester.

Dia akan menjabarkan bagaimana sebuah pukulan dan hantaman berdampak pada kesehatan mental anak dan ini sekaligus menyampaikan pesan tentang kekerasan.

Cara Menghindari Kekerasan Pada Anak

Pidato John Drewicz akan membahas bagaimana memukul anak dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental mereka dan dapat mendorong mereka untuk berperilaku lebih agresif dan kasar di masa mendatang.

Selain itu, dia akan merujuk beberapa negara di mana larangan penuh untuk memukul anak-anak yang sudah ada, termasuk Swedia, Irlandia, Spanyol, Jerman dan Portugal.

Gerakan yang dikedepankan oleh AEP merujuk inisiatif serupa di Skotlandia dan Wales.

Berikut Popmama.com bagikan tips atau cara cara menghindari kekerasan pada anak dengan menetralisir emosi dan kemarahan.

1. Atur napas agar lebih tenang

1. Atur napas agar lebih tenang
Pixabay/free_photos

Cukupi oksigen yang masuk ke kepala kamu. Tenangkan diri mama dengan mengatur napas dan cobalah minum air putih.

Netralisir diri mama dengan hal-hal yang menyeimbangkan tubuh. Kesal jangan lantas minum dan makanan yang ekstra kandungan gula. Ini justru menstimul kamu jadi lebih berenergi dan mudah marah.

Editors' Picks

2. Diskusikan permasalahan dengan baik-baik

2. Diskusikan permasalahan baik-baik
wordtoyourmother.com

Ajak anak Mama bicara, bukan untuk memukul dan menghantamnya. 

Sebaiknya Mama tanyakan kronologis kejadian sampai bisa terjadi sebuah masalah. Dengarkan cerita lengkap menurut sudut pandang anak mama.

Jangan langsung membantahnya, simpan ceritanya dan cari tahu kebenarannya.

3. Menghindar untuk sementara waktu

3. Menghindar sementara waktu
Freepik

Jika emosi kamu sudah tidak dapat terbendung maka diamlah. Jaga lisan dan tindakan kamu. Ini adalah cara ampuh menghindari kekerasan pada anak.

Tenangkan diri lebih tepat saripada kamu bicara atau bertindak kasar pada anak.

Menghindar dan berpaling kadang lebih tepat jika kamu merasa perlu menenangkan diri.

Beri waktu 1 jam untuk tubuh kamu beradaptasi pada sebuah keadaan. Jika tidak cukup mungkin butuh 6 jam, 12 jam atau 1 hari. 

Tenangkan diri, tapi jangan sampai lupa menuntaskan masalah yang terjadi. 

Itulah cara menghindari kekerasan padan anak dengan menetralisir emosi dan kemarahan kamu.