Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Anatomi Puting pada Ibu Hamil, Semua Bentuk Tetap Bisa Menyusui
Freepik.com
  • Setiap perempuan memiliki bentuk puting berbeda seperti menonjol, datar, atau masuk ke dalam, namun semuanya tetap berfungsi sama dalam proses menyusui.
  • Bentuk puting bukan faktor utama keberhasilan menyusui karena bayi melekat pada areola; teknik latch dan dukungan konselor laktasi lebih berperan penting.
  • Ibu dengan puting datar atau inverted dapat melakukan stimulasi aman setelah usia kehamilan 37 minggu atau memakai alat bantu sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap perempuan memiliki bentuk puting yang berbeda-beda, ada yang menonjol, datar, hingga masuk ke dalam. 

Perbedaan ini sering kali membuat khawatir, terutama menjelang persalinan dan masa menyusui. 

Padahal secara anatomi, semua bentuk puting tetap memiliki fungsi yang sama dalam proses pemberian ASI.

Sebab, bentuk puting bukanlah penentu utama keberhasilan menyusui, melainkan bagaimana proses pelekatan dan persiapan yang dilakukan sebelum bayi lahir.

Berikut Popmama.com merangkum apa saja bentuk puting dan bagaimana persiapannya sebelum melahirkan, melansir dari akun Instagram @jamilatus.sadiyah. Yuk simak berikut ini. 

Mengenal Berbagai Bentuk Puting

Freepik.com

Secara umum, ada beberapa bentuk puting yang sering ditemui, yaitu menonjol (protruding), datar (flat), dan masuk ke dalam (inverted).

“Ada yang menonjol tanpa distimulasi dia ereksi gitu atau maju. Ada juga yang mungkin putingnya flat. Ada yang inverted, jadi masuk ke dalam,” ujar Mila dalam video pribadinya. 

Puting menonjol biasanya tampak maju meski tanpa rangsangan. Kemudian, puting datar terlihat rata dengan areola, sedangkan puting inverted tampak tertarik ke dalam.

Karena itu, meski tampak berbeda, bahwa apapun bentuk puting Mama, semuanya dapat menyusui. Jadi Mama tidak perlu merasa minder jika bentuk puting tidak seperti yang dianggap umum.

Apakah Bentuk Puting Memengaruhi Proses Menyusui?

Freepik.com

Secara biologis, bayi menyusu dengan melekat pada area areola, bukan hanya pada ujung puting. Inilah alasan mengapa bentuk puting bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan menyusui.

Melansir dari Healthline, puting datar atau masuk ke dalam memang dapat membuat proses pelekatan awal terasa lebih menantang. 

Namun, dengan teknik latch yang tepat serta dukungan konselor laktasi, sebagian besar ibu tetap dapat menyusui secara efektif.

Selain itu, tantangan biasanya terjadi pada fase adaptasi awal, bukan pada kemampuan tubuh untuk memproduksi ASI.

Persiapan Puting Sebelum Melahirkan

Freepik/Jcomp

Bagi Mama yang memiliki puting datar atau inverted, ada metode stimulasi yang bisa dilakukan menjelang persalinan. Namun, waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan.

“Metodenya harus benar, dilakukan di atas 37 minggu, karena bisa merasakan kontraksi,” tambah Mila. 

Hal ini penting karena stimulasi puting dapat memicu hormon oksitosin yang berkaitan dengan kontraksi rahim.

Teknik tersebut dilakukan dengan meletakkan jari di bawah dan di atas puting, lalu melakukan gerakan tekan terlebih dahulu sebelum memencet ke arah luar.

Sebab, teknik yang kurang tepat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Stimulasi ini dapat dilakukan sekitar 30 menit setiap hari agar membantu puting lebih mudah menonjol. 

Selain itu, penggunaan alat bantu seperti nipple former juga bisa menjadi pilihan sesuai anjuran tenaga kesehatan, dimana dapat mulai digunakan sejak usia kehamilan sekitar 20 minggu dengan pengawasan yang tepat.

Mengutip dari American Academy of Pediatrics, bahwa persiapan menyusui sebelum persalinan dapat membantu ibu lebih percaya diri dan siap menghadapi proses menyusui.

Jika Mama memiliki kondisi medis tertentu atau merasa ragu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba stimulasi. Inilah penjelasan bagaimana bentuk puting yang dimiliki, tubuh Mama tetap bisa menyusui. Perbedaan bentuk hanyalah variasi alami anatomi perempuan, bukan hambatan untuk memberikan ASI terbaik bagi si Kecil.

Dengan pemahaman yang tepat, teknik yang benar, serta dukungan tenaga kesehatan, perjalanan menyusui dapat tetap berjalan optimal. 

Editorial Team