Punya Mata Minus, Bisakah Melahirkan Secara Normal?

Jangan lupa tetap cek ke dokter spesialis mata supaya lebih aman, Ma

23 Mei 2019

Pu Mata Minus, Bisakah Melahirkan Secara Normal
Freepik

Kesehatan semua sistem tubuh selama hamil menjadi hal yang penting diperhatikan oleh ibu hamil. Ini karena semuanya tentu akan saling memengaruhi satu sama lain.

Namun yang tak kalah penting adalah untuk memerhatikan kondisi kesehatan Mama juga menjelang persalinan. Ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa saat hendak melakukan persalinan normal, Mama juga punya pantangan.

Salah satunya yaitu ketika Mama memiliki mata minus. Disebutkan bahwa apabila ibu hamil punya mata minus sebaiknya tidak melahirkan normal.

Dikhawatirkan hal tersebut bisa membuat saraf mata putus dan berisiko menimbulkan masalah, termasuk kebutaan.

Simak dulu rangkuman informasinya berikut ini dari Popmama.com:

1. Apa itu mata minus?

1. Apa itu mata minus
Pexels/Min An

Mata minus atau miopi adalah kondisi ketika jarak bola mata terlalu panjang. Bisa juga akibat lengkung retina yang terlalu besar. Kondisi ini membuat fokus cahaya jatuh di titik depan retina.

Akibatnya, orang dengan mata minus sulit untuk melihat objek yang jauh. Sebaliknya, mereka justru bisa dengan jelas melihat objek yang dekat.

Ketika Mama memiliki masalah dengan mata minus, sebaiknya cek ke dokter mata untuk mengetahui seberapa parah kondisinya. Biasanya, mata minus bisa diatasi dengan menggunakan kacamata.

2. Melahirkan normal dengan mata minus

2. Melahirkan normal mata minus
Pixabay/Parentingupstream

Banyak perdebatan mengenai apakah boleh ibu hamil dengan mata minus melahirkan secara normal. Terutama jika minus yang dimiliki cukup tinggi.

Selama proses persalinan normal, Mama akan mengejan. Nah, proses mengejan ini meningkatkan tekanan pada beberapa bagian tubuh. Termasuk di antaranya otot perut, dada dan juga mata.

Tekanan pada mata inilah yang kemudian diperdebatkan dan dianggap berbahaya, bahkan bisa berisiko menimbulkan kebutaan, jika ibu hamil memiliki mata minus.

Dalam beberapa kasus ibu hamil yang melahirkan normal dengan mata minus, seringkali timbul masalah akibat perobekan retina mata akibat mengejan. Perobekan ini memang menjadi hal yang lebih rentan dialami oleh seseorang dengan mata minus.

Perobekan retina kemudian bisa melebar dan retina pun menjadi lepas dari jaringan penopangnya. Kondisi ini dikenal sebagai ablasio retina.

Selain karena perobekan mata, mata minus juga disebut memiliki saraf mata yang lebih tipis sehingga rentan mengalami ablasio retina. Ablasio retina pun kemudian bisa berujung pada risiko kebutaan, Ma.

Namun demikian, sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kaitan antara mata minus dengan melahirkan normal. Dengan kata lain, belum ada cukup bukti ilmiah yang menguatkan teori bahwa mengejan secara langsung merusak retina mata.

Editors' Picks

3. Batasan minus yang dianggap aman untuk melahirkan normal

3. Batasan minus dianggap aman melahirkan normal
Pexels/Pixabay

Pada dasarnya, meski masih banyak perdebatan berlangsung terkait melahirkan normal dengan mata minus namun ada batasan yang dianggap aman.

Guna menghindari risiko-risiko yang tidak diinginkan, Mama sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis mata pada kehamilan trimester ketiga. Dengan demikian, bisa diketahui secara pasti apakah aman untuk melahirkan secara normal.

Biasanya pada ibu hamil dengan minus mata di atas 5, akan lebih baik untuk melakukan persalinan melalui operasi caesar. Namun semua sebenarnya bergantung pada kondisi kesehatan mata masing-masing ibu hamil, yang hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan dengan dokter mata.

Nanti biasanya dokter akan memeriksa kondisi retina Mama. Apakah retina Mama tipis atau sudah mengalami robekan. Jika memang kondisinya masih baik dan dianggap aman oleh dokter, maka melahirkan secara normal bisa saja dilakukan.

4. Tips menjaga kesehatan mata selama hamil

4. Tips menjaga kesehatan mata selama hamil
Pexels/Daniel Frank

Supaya kesehatan mata tetap terjaga saat hamil, ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan. Mulai dari mengonsumsi makanan yang bergizi dan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. Apa saja ya?

  • Makan makanan bergizi tinggi

Makanan sehat yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, zinc dan asam lemak omega 3 diketahui baik bagi kesehatan mata. Berbagai nutrisi tersebut bisa didapatkan dari konsumsi sayuran berdaun hijau, salmon, telur dan buah seperti jeruk

  • Hindari terlalu lama bermain gadget

Salah satu kebiasaan yang bisa merusak mata adalah menatap layar gadget atau perangkat elektronik seperti komputer. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari terlalu lama menatap layar seperti ini ya, Ma. Apabila pekerjaan Mama mengharuskan berhadapan dengan komputer, jangan lupa sesekali alihkan pandangan untuk mengurangi ketegangan pada mata

  • Jangan membaca di ruangan gelap

Kebiasaan lain yang perlu Mama lakukan adalah hindari membaca di ruangan yang cahayanya tidak memadai alias terlalu gelap. Hal ini bisa membuat mata menjadi sulit fokus dan terganggu

Nah, supaya lebih aman dan terkendali, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata ya, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.