Inilah 5 Ketakutan yang Akan Mama Rasakan Saat Melahirkan

Mana yang paling membuat Mama takut?

1 Mei 2018

Inilah 5 Ketakutan Akan Mama Rasakan Saat Melahirkan
Freepik/Dragana_Gordic

Hari perkiraan lahir semakin dekat, tentunya Mama semakin dibuat ‘deg-degan’. Rasa cemas dan takut mulai terpikirkan oleh Mama.

Ya, hampir semua perempuan hamil mungkin mengalaminya. Banyak hal yang mereka takutkan, terutama pada proses persalinan normal.

Bagaimana prosesnya? Lancarkah proses persalinannya? Apa yang akan terjadi pada Mama saat melahirkan? Seberapa sakit rasanya? Bagaimana bayinya nanti? Beberapa poin tersebut mungkin termasuk yang sedang Mama pikirkan.

Selain dari itu, mungkin inilah ketakutan-ketakutan yang paling banyak dialami Mama menjelang persalinan. Popmama.com akan membahasnya dan memberi tahu cara mengatasinya.

1. “Aku takut vagina akan robek”

1. “Aku takut vagina akan robek”
Pixabay/boristrost

Sembilan dari 10 perempuan mengalami robekan pada lubang vagina sampai tingkat tertentu selama persalinan. Robekan ini biasanya terjadi secara spontan saat proses persalinan normal, dan Mama mungkin bisa saja tidak menyadarinya saat melahirkan.

Robekan ini sebenarnya sebagian besar termasuk robekan ringan dan bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu.

Sementara, untuk robekan yang lebih parah akan dijahit lurus setelah lahir dan Mama akan ditawarkan penghilang rasa sakit.

Mama bisa menghindari robekan pada vagina dengan melakukan pijat perineum dalam minggu-minggu sebelum persalinan. Sementara itu, posisi bersalin yang memberikan sedikit tekanan pada area ini, seperti di tangan dan lutut Mama juga dapat membantu.

Editors' Pick

2. “Bagaimana jika aku tak sengaja BAB saat persalinan?”

2. “Bagaimana jika aku tak sengaja BAB saat persalinan”
babygaga.com

Mengingat banyaknya dorongan yang terjadi saat mengejan, tidak heran banyak calon Mama khawatir tentang keluarnya BAB secara spontan di ruang bersalin.

Sebenarnya hal itu termasuk wajar, jadi Mama tak perlu khawatir. Dorongan kepala bayi memang bisa menyebabkan keluarnya BAB dari jalan dubur. Hal itu membuktikan bahwa usaha Mama mengejan membuat kemajuan yang baik.

Bagi para bidan sendiri, ini juga merupakan hal yang biasa. Mereka akan membersihkannya dengan hati-hati dan Mama mungkin tidak akan menyadarinya.

Jika Mama benar-benar khawatir, Mama bisa pergi ke toilet terlebih dahulu selama tahap awal persalinan. Mintalah bantuan suster atau bidan untuk melakukan ini.

3. “Aku takut tidak dapat menahan rasa sakit”

3. “Aku takut tidak dapat menahan rasa sakit”
pregnancybirthbaby.org.au

Intensitas rasa sakit selama persalinan dapat bergantung pada pola pikir Mama. Pada dasarnya, rasa sakit itu alami berasal dari tahapan kontraksi yang terjadi. Setiap kontraksi akan membuka leher rahim Mama sebagai jalan keluar bagi bayi dari dalam perut.

Cobalah berpikir untuk menerima rasa sakit sebagai hal yang positif, bahwa rasa sakit ini akan membantu bayi Mama lebih cepat dan mudah keluar. Dengan begitu, Mama dapat menangani rasa sakit secara lebih proaktif. Inilah salah satu mantra persalinan yang dapat membantu.

Selain itu, mungkin ada banyak cara penghilang rasa sakit yang efektif yang bisa dicoba sesuai dengan kepercayaan Mama. Teknik pernapasan yang tepat juga bisa membantu mengatasi rasa sakit kontraksi, juga memberi energi dan membangun kekuatan.

4. “Aku takut jika harus diinduksi”

4. “Aku takut jika harus diinduksi”
babycenter.com

Sebagian besar persalinan dimulai secara alami. Tetapi jika Mama sudah menunggu hingga 41 minggu atau mengalami komlikasi, dokter mungkin akan menyarankan induksi.

Sebenarnya, keputusan memang selalu ada pada Mama. Mama bisa menolak induksi jika tidak menginginkannya. Namun jika ada alasan medis, seperti risiko preeklampsia, Mama harus mempertimbangkan hal ini. Selain itu, jika kehamilan Mama sudah melewati due date atau lebih dari 42 minggu, kesehatan bayi Mama juga bisa berisiko.

5. “Aku takut jika harus menjalani operasi caesar darurat”

5. “Aku takut jika harus menjalani operasi caesar darurat”
Freepik/peoplecreations

Meskipun sebagian besar operasi caesar sekarang ini merupakan permintaan dari pasien, diketahui hanya sekitar enam persen yang benar-benar darurat.

Istilah “operasi caesar darurat” atau tidak terencana mungkin terdengar sedikit menakutkan dan tergesa-gesa. Tetapi perlu diketahui bahwa dokter dan semua tim yang membantu persalinan akan memiliki persiapan yang cukup matang, bahkan dalam sebagian besar operasi caesar darurat.

Dalam skenario terburuk pun, tim bersalin masih memiliki waktu selama 30 menit untuk mengeluarkan bayi Mama.

Mintalah bidan atau dokter untuk menjelaskan dengan tepat mengapa Mama perlu melakukan operasi caesar dan apa risikonya. Semakin banyak informasi yang Mama tahu, mungkin akan membuat Mama tenang.

Itulah beberapa ketakutan yang biasanya dialami hampir semua calon Mama menjelang melahirkan. Kuncinya, tetap berpikir positif untuk mengatasi rasa takut Mama.

The Latest