Benarkah Hamil Bayi Kembar Harus Lahir Caesar? Ini Penjelasannya

Kehamilan kembar tidak selalu harus melahirkan dengan caesar; persalinan normal dapat aman bila kondisi ibu mendukung dan bayi pertama berada pada posisi kepala di bawah.
Caesar diperlukan bila bayi pertama sungsang atau melintang, pada kembar MoMo, serta kondisi berisiko tinggi; persalinan kombinasi normal-caesar darurat terjadi kurang dari 5% kasus.
Persalinan normal kembar memiliki keberhasilan 75–80% dan pemulihan lebih cepat, tetapi keputusan perlu dipantau dokter sejak minggu ke-32 hingga 34, termasuk posisi janin dan fasilitas caesar darurat.
Mendengar kabar sedang mengandung bayi kembar tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Mama dan pasangan. Namun memasuki bulan terakhir kehamilan, Mama mungkin masih mengira bahwa melahirkan bayi kembar hanya bisa dilakukan dengan caesar.
Kenyataannya, pandangan bahwa bayi kembar harus lahir secara caesar tidaklah benar. Karena saat ini banyak kehamilan kembar yang bisa menjalani proses persalinan secara normal dengan risiko pemulihan yang lebih rendah.Â
Dengan syarat, kondisi kesehatan Mama serta posisi bayi pertama mendukung. Untuk itu, Popmama.com telah rangkum penjelasan terkait prosedur hingga keamanan dari website Maternal Fetal Medicine di bawah ini!Â
Table of Content
1. Prosedur melahirkan bayi kembar

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Dalam dunia medis, persalinan bayi kembar dapat dilakukan melalui dua cara utama yaitu persalinan normal atau operasi caesar. Persalinan normal biasanya disarankan jika bayi pertama berada dalam posisi kepala di bawah, sementara posisi bayi kedua fleksibel karena memiliki ruang berputar.
Sebaliknya, persalinan harus dilakukan dengan caesar jika posisi bayi pertama sungsang atau melintang untuk mencegah bahaya kepala bayi tersangkut. Operasi caesar juga dapat dilakukan bila jenis kembar Monochorionic Monoamniotic (MoMo).
Namun, ada juga kondisi persalinan kombinasi di mana bayi pertama lahir normal, tetapi bayi kedua harus dilahirkan lewat caesar darurat.
Kondisi yang terjadi pada kurang dari 5% kasus ini umumnya diantisipasi dengan melangsungkan persalinan normal.
2. Kelebihan dan kekurangan dari masing-masing prosedur

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Persalinan normal untuk bayi kembar memiliki kelebihan utama berupa waktu pemulihan yang lebih cepat, sementara kekurangannya ialah tetap ada risiko kecil bayi kedua membutuhkan tindakan caesar darurat jika posisinya berubah mendadak.
Di sisi lain, operasi caesar memberikan kepastian serta keamanan bagi kondisi bayi yang memiliki peradangan atau komplikasi berisiko tinggi. Namun, kekurangannya ialah waktu pemulihannya jauh lebih lama dan Mama harus menanggung risiko bedah mayor.
Tingkat keberhasilan Mama yang merencanakan persalinan normal bayi kembar sebenarnya cukup tinggi, yakni mencapai 75% - 80%. Pilihan terbaik tentu bergantung pada pemantauan posisi janin dan saran dari dokter yang menangani kehamilan Mama.
3. Kriteria kondisi kehamilan yang membutuhkan caesar

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Operasi caesar biasanya menjadi pilihan aman jika kondisi kehamilan Mama masuk ke dalam kategori berisiko tinggi. Salah satu indikasi utamanya ialah jika bayi pertama berada dalam posisi sungsang menjelang waktu persalinan.
Kondisi bayi kembar MoMo (Monochorionic Monoamniotic) yang berbagi satu kantong ketuban yang sama juga mewajibkan persalinan caesar untuk menghindari tali pusat tersimpul.Â
Evaluasi penentuan metode persalinan ini biasanya dinilai secara intensif oleh dokter saat usia kehamilan memasuki minggu ke-32 hingga 34.
Pemeriksaan tersebut meliputi posisi janin, perkiraan berat badan, hingga kondisi kesehatan tekanan darah Mama.
4. Persiapan persalinan normal bayi kembar

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Jika Mama berencana melahirkan bayi kembar secara normal, persalinan tahap dua biasanya sengaja dilakukan di dalam kamar operasi.Â
Prosedur ini dilakukan bukan karena dokter menduga akan terjadi operasi, melainkan sebagai antisipasi keselamatan mendadak jika bayi kedua membutuhkan bantuan.
Penggunaan anestesi epidural juga sangat disarankan pada proses melahirkan normal bayi kembar, pemasangan epidural memudahkan dokter untuk melakukan tindakan membantu memutar posisi bayi kedua dari dalam tanpa menimbulkan rasa sakit.
5. Konsultasi persalinan bersama dokter kandungan

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Rencana persalinan bayi kembar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan di kamar bersalin, maka penting bagi Mama untuk terus berdiskusi dengan dokter kandungan.
Beberapa hal penting yang perlu dievaluasi bersama antara lain posisi bayi pertama, perkiraan perbedaan berat badan, serta ketersediaan fasilitas caesar darurat.Â
Itulah penjelasan terkait prosedur yang dapat dilakukan untuk melahirkan bayi kembar, kini Mama jangan ragu menanyakan kemungkinan bayi kedua lahir secara sungsang jika bayi pertama sudah lahir normal.






















