Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Turun Peranakan atau Prolaps Uteri, Kenali Gejala dan Penyebabnya

3 min read
Turun Peranakan atau Prolaps Uteri, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Magnific.com
  • Prolaps uteri terjadi ketika otot dan ligamen dasar panggul melemah, sehingga rahim turun ke vagina atau menonjol keluar.

  • Pemicu utamanya meliputi persalinan vaginal sulit atau bayi besar, pertambahan usia, serta penurunan estrogen setelah menopause.

  • Gejalanya dapat berupa tekanan panggul, benjolan vagina, nyeri punggung, gangguan berkemih, dan ketidaknyamanan seksual; penanganan disesuaikan dari Kegel hingga pessary atau operasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesehatan organ reproduksi perempuan bisa berubah, lho, Ma, seiring bertambahnya usia atau setelah melalui proses kehamilan dan persalinan. 

Beberapa kondisi bahkan bisa memengaruhi kenyamanan saat beraktivitas, salah satu kondisi yang perlu dikenali adalah prolaps uteri. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di area panggul hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari perempuan.

Nah, jadi apa itu prolaps uteri, apa saja gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya? Tidak perlu khawatir, berikut sudah Popmama.com rangkum penjelasannya. Simak, informasi berikut ini yuk!

  1. Mengenal Prolaps Uteri dan Penyebabnya

    Mengenal Prolaps Uteri dan Penyebabnya
    restoreyourcore.com

    Dilansir dari Mayo Clinic, prolaps uteri atau rahim turun adalah kondisi saat otot dan ligamen dasar panggul melemah, jadi rahim turun ke dalam vagina, bahkan bisa sampai menonjol hingga keluar dari lubang vagina.

    Kondisi ini bisa dipicu oleh persalinan melalui vagina, terutama kalau Mama melahirkan bayi berukuran besar atau mengalami proses persalinan sulit. Selain itu, pertambahan usia dan penurunan hormon estrogen setelah menopause juga bisa melemahkan jaringan penyangga rahim, lho.

  2. Gejala Prolaps Uteri yang Perlu Dikenali

    Gejala Prolaps Uteri yang Perlu Dikenali
    Magnific.com

    EMC Healthcare menyebutkan kalau prolaps uteri ada beberapa gejala. Awalnya, prolaps uteri tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, seiring perkembangannya, Mama bisa saja merasakan sensasi berat atau tertarik di area panggul, seperti ada sesuatu yang menekan dari dalam. 

    Gejala lainnya seperti ada benjolan di vagina, nyeri punggung bawah, sulit menahan buang air kecil, serta rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual. Nah, keluhan itu biasanya terasa lebih berat di malam hari atau setelah banyak beraktivitas.

  3. Dampak Prolaps Uteri terhadap Kesehatan

    Dampak Prolaps Uteri terhadap Kesehatan
    Magnific.com

    Di kasus ringan prolaps uteri mungkin tidak menimbulkan gejala yang berarti, Ma. Namun, pada tingkat sedang hingga berat, kondisi ini bisa sampai mengganggu fungsi kandung kemih dan usus.

    Dilansir dari EMC Healthcare, prolaps uteri yang tidak ditangani bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pemeriksaan sejak dini penting dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.

  4. Cara Mengatasi Prolaps Uteri

    Cara Mengatasi Prolaps Uteri
    Magnific.com

    Kalau membahas tentang cara-cara mengatasi prolaps uteri, penanganan prolaps uteri ternyata tergantung tingkat keparahan dan gejala yang dialami. Mayo Clinic menjelaskan kalau kondisinya masih ringan dan tidak mengganggu aktivitas, dokter mungkin belum menyarankan pengobatan khusus. 

    Mama bisa melakukan perawatan mandiri, seperti latihan otot dasar panggul atau senam Kegel, menjaga berat badan, serta mengatasi sembelit agar tekanan pada area panggul berkurang.

    Nah, kalau gejalanya mulai mengganggu, dokter akan menyarankan penggunaan pessary, yaitu alat berbahan silikon yang dimasukkan ke dalam vagina untuk membantu menopang rahim.

    Pada kondisi yang lebih berat, tindakan operasi mungkin diperlukan, seperti pengangkatan rahim (histerektomi) atau operasi untuk mempertahankan posisi rahim.

    Itu dia beberapa penjelasan tentang prolaps uteri yang bisa saja terjadi pada perempuan.

    Dengan mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan ke dokter, Mama bisa mendapat penanganan yang sesuai, supaya kondisi ini tidak semakin mengganggu aktivitas, ya.

Related Articles

See More