Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Delayed Cord Clamping dan Manfaatnya bagi Bayi Baru Lahir

Mengenal Delayed Cord Clamping dan Manfaatnya bagi Bayi Baru Lahir
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Delayed Cord Clamping (DCC) adalah praktik menunda penjepitan tali pusat selama 30–60 detik agar bayi menerima lebih banyak darah kaya oksigen, nutrisi, dan sel punca dari plasenta.
  • Prosedur DCC membantu meningkatkan volume darah, mencegah kekurangan zat besi pada bulan awal kehidupan, serta mendukung perkembangan fisik dan kognitif bayi baru lahir.
  • DCC juga bermanfaat bagi bayi prematur karena mengurangi risiko komplikasi serius, namun dalam kondisi darurat seperti kebutuhan resusitasi atau abruptio placenta, penjepitan harus dilakukan lebih cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Proses persalinan tentu menjadi momen yang paling mendebarkan sekaligus dinantikan ya, Ma. Saat si Kecil lahir, biasanya tenaga medis akan langsung menjepit dan memotong tali pusat yang menghubungkannya dengan plasenta. Namun, belakangan ini prosedur Delayed Cord Clamping (DCC) atau penundaan penjepitan tali pusat semakin populer karena diketahui memiliki segudang manfaat kesehatan untuk awal kehidupan bayi.

Lantas, apa sih sebenarnya Delayed Cord Clamping itu? Sederhananya, ini adalah praktik di mana dokter atau bidan menunggu sekitar 30 hingga 60 detik setelah bayi lahir sebelum menjepit tali pusatnya. Waktu singkat ini ternyata sangat krusial karena memungkinkan lebih banyak darah yang kaya akan oksigen, nutrisi, dan sel punca mengalir dari plasenta ke tubuh bayi, daripada darah tersebut tertinggal di plasenta.

Melansir dari Mayo Clinic Health System, darah tali pusat mengandung sel darah merah yang membawa oksigen, nutrisi, serta sel punca (stem cell) yang berfungsi memperbarui sel-sel dalam darah, kulit, dan organ. Penundaan ini memastikan bayi mendapatkan volume darah yang lebih maksimal di menit-menit pertama kelahirannya dibandingkan jika penjepitan dilakukan secara langsung.

Berikut Popmama.com bagikan manfaat serta fakta penting mengenai prosedur Delayed Cord Clamping bagi kesehatan dan tumbuh kembang buah hati tercinta:

1. Meningkatkan volume darah dan nutrisi bayi

1cdf8acf-4f41-416b-acb2-0ea921bd994e.jpeg
freepik/freestockcenter

Menunda pemotongan tali pusat memungkinkan terjadinya transfusi plasenta secara alami yang sangat masif bagi sistem peredaran darah bayi. Dalam kurun waktu satu hingga tiga menit pertama, volume darah si Kecil dapat meningkat hingga sepertiga dari total kapasitas tubuhnya. Aliran ini membawa tambahan hemoglobin yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen utama, sehingga organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru mendapatkan dukungan energi maksimal saat mulai berfungsi secara mandiri di luar rahim.

Peningkatan volume ini juga berperan krusial dalam menstabilkan tekanan darah serta sirkulasi sistemik. Dengan jumlah cairan yang mencukupi, transisi bayi dari lingkungan akuatik di dalam kandungan menuju udara bebas menjadi jauh lebih mulus. Fenomena medis ini memastikan bahwa sel-sel jaringan mendapatkan nutrisi yang adekuat, yang secara langsung memberikan modal fisik kuat bagi bayi untuk beradaptasi dengan perubahan suhu dan lingkungan barunya.

2. Mencegah risiko kekurangan zat besi

Bayi saat melahirkan - www.freepik.com
Bayi saat melahirkan - www.freepik.com

Prosedur DCC merupakan investasi nutrisi yang luar biasa bagi masa depan anak, terutama dalam mencegah anemia pada bulan-bulan awal kehidupan. Dengan membiarkan darah plasenta mengalir lebih lama, bayi akan mendapatkan simpanan zat besi tambahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya hingga usia enam bulan. Hal ini sangat krusial karena zat besi adalah komponen utama dalam pembentukan mielin, yaitu lapisan pelindung saraf yang mempercepat pengiriman sinyal di otak.

Dampak positif dari kecukupan zat besi ini juga meluas pada aspek perkembangan kognitif dan motorik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan prosedur penundaan penjepitan memiliki koordinasi tangan dan kemampuan bersosialisasi yang lebih baik di kemudian hari. Dengan cadangan alami yang melimpah, orang tua tidak perlu merasa cemas berlebihan mengenai risiko defisiensi nutrisi selama fase transisi sebelum bayi memulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).

3. Melindungi bayi yang lahir prematur

b0fc6d35-61fd-4e38-a519-3dea3fc104e0.jpeg
freepik/pvproductions

Bagi bayi yang lahir sebelum waktunya, Delayed Cord Clamping bukan sekadar pilihan, melainkan prosedur penyelamat jiwa yang sangat signifikan. Tambahan volume darah dari plasenta sangat membantu dalam menstabilkan kondisi fisik mereka yang masih sangat rapuh dan rentan terhadap guncangan sirkulasi. Penundaan ini terbukti secara klinis mampu menurunkan risiko perdarahan pada otak (Intraventricular Hemorrhage) serta peradangan usus serius yang sering mengancam keselamatan bayi prematur.

Selain itu, aliran darah terakhir ini kaya akan sel punca (stem cells) yang memiliki kemampuan regenerasi luar biasa. Sel-sel ajaib tersebut membantu memperbaiki jaringan tubuh yang belum matang serta memperkuat sistem imun yang belum sempurna pada bayi prematur. Dengan memberikan waktu tambahan bagi tali pusat untuk berdenyut, tenaga medis sebenarnya sedang memberikan bantuan medis alami yang dapat meningkatkan peluang hidup dan kualitas kesehatan jangka panjang bagi sang buah hati.

4. Kapan penjepitan harus dilakukan lebih cepat

65fae96c-1616-4e9b-af65-109c1324ce38.jpeg
freepik/KamranAydinov

Meskipun manfaatnya sangat luas, prosedur ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi darurat yang mungkin muncul saat persalinan. Jika bayi lahir dalam keadaan tidak bernapas atau membutuhkan bantuan resusitasi segera, tim medis harus segera memotong tali pusat agar tindakan penyelamatan napas dapat dilakukan tanpa hambatan. Dalam situasi gawat darurat, kecepatan akses oksigen melalui peralatan medis menjadi prioritas utama yang melampaui manfaat dari aliran darah plasenta.

Kondisi kesehatan ibu juga menjadi faktor penentu apakah DCC bisa dilaksanakan atau tidak. Jika terjadi komplikasi seperti pelepasan plasenta sebelum waktunya (abruptio placenta) atau perdarahan hebat pada ibu, tindakan cepat harus segera diambil demi keselamatan nyawa keduanya. Oleh karena itu, fleksibilitas tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk menilai situasi secara objektif, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu mengutamakan keselamatan jiwa di atas prosedur standar lainnya.

5. Pertimbangan penyimpanan darah tali pusat

6fec60df-be84-45f7-8a8c-1397272e2804.jpeg
freepik/studioredcup

Bagi orang tua yang berencana menyimpan sel punca di bank darah tali pusat (cord blood banking), DCC menghadirkan pertimbangan teknis yang cukup menantang. Karena sebagian besar darah telah dialirkan ke dalam tubuh bayi, volume sisa yang tertinggal di dalam tali pusat untuk diambil sebagai sampel akan menjadi sangat sedikit. Hal ini terkadang membuat jumlah sel yang terkumpul tidak memenuhi standar minimum untuk penyimpanan jangka panjang di laboratorium publik maupun privat.

Diskusi mendalam dengan dokter kandungan sebelum hari persalinan menjadi sangat penting untuk menentukan arah kebijakan medis ini. Orang tua harus menimbang antara manfaat klinis instan yang didapatkan bayi melalui DCC dibandingkan dengan manfaat proteksi medis masa depan dari penyimpanan sel punca. Memahami bahwa kedua pilihan ini memiliki nilai kesehatan yang tinggi akan membantu Mama dan Papa membuat keputusan yang paling sesuai dengan riwayat kesehatan keluarga serta rencana masa depan anak.

Mama, memahami prosedur Delayed Cord Clamping adalah salah satu langkah bijak dalam mempersiapkan persalinan yang optimal. Dengan memberikan waktu sejenak bagi si Kecil untuk menerima sisa nutrisi dari plasenta, Mama telah memberikan hadiah kesehatan yang sangat berharga untuk masa depannya.

Pastikan Mama selalu berdiskusi dengan dokter kandungan mengenai rencana persalinan ini, ya. Tetap semangat membekali diri dengan informasi yang akurat agar Mama merasa lebih tenang dan percaya diri. Semoga persalinan nanti berjalan lancar dan si Kecil lahir sehat serta kuat, Mama!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More