Saluran ASI Mama Tersumbat? Ini 7 Cara untuk Mengatasinya

Payudara terasa nyeri karena ASI tersumbat? Ini cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasinya

7 September 2020

Saluran ASI Mama Tersumbat Ini 7 Cara Mengatasinya
Pexels/nikolay osmachko

Sebagian besar ibu menyusui pernah mengalami tersumbatnya saluran ASI. Saluran ASI tersumbat atau ASI tidak keluar biasanya terjadi pada salah satu payudara, namun ada juga ibu menyusui yang mengalami pada kedua payudara sekaligus.

Beberapa penyebab tersumbatnya saluran ASI adalah:

  • Saluran ASI bisa tersumbat jika saluran susu tidak mengalami pengosongan dengan baik.
  • Produksi ASI lebih banyak dibandingkan jumlah ASI yang diisap oleh bayi.
  • Posisi menyusui yang tidak optimal.
  • Tidak menyusui bayi secara rutin dan teratur.
  • Tekanan berlebih pada payudara, misalnya bra yang terlalu ketat, gerakan yang terlalu kuat saat memerah ASI, dan posisi tidur yang kurang tepat.
  • Stres fisik maupun psikis, kelelahan, dan sistem imun yang lemah.

Lalu bagaimana kita bisa menyadari bahwa saluran ASI kita mengalami penyumbatan? Ini dia gejala saluran ASI tersumbat yang harus Mama waspadai:

  • Payudara terasa penuh, panas, berat dan keras, serta timbul rasa nyeri namun dapat ditahan.
  • Bila diraba, terdapat gumpalan dalam payudara yang terasa agak perih.
  • Payudara yang terasa penuh namun ASI sulit keluar ketika diperah.

Selain itu, Mama juga perlu tahu bahwa bila ASI tidak dikeluarkan secara berkala dan terjadi penyumbatan payudara yang berkepanjangan, Mama bisa saja mengalami mastitis.

Perlu Mama ketahui bila ASI menumpuk di bagian salah satu payudara karena saluran tersumbat akibat tidak dikeluarkan dengan segera, akan menyebabkan payudara mulai membengkak atau yang disebut stasis ASI.

Bila dalam kondisi tersebut ASI masih belum dapat juga dikeluarkan dengan segera, makan stasis ASI dapat menyebabkan peradangan jaringan payudara yang kita kenal dengan sebutan mastitis.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi saluran ASI tersumbat:

1. Kompres dengan air hangat

1. Kompres air hangat
dokterpedia.net/

Langkah pertama yang bisa Mama lakukan adalah mengompres payudara yang bengkak dengan air hangat. Dengan mengompres payudara yang mengalami sumbatan ASI, akan membantu ASI mengalir lebih lancar.

Bisa juga dengan cara mandi air hangat atau berdiri di bawah shower air hangat, biarkan air hangat tersebut mengaliri payudara yang mengalami sumbatan. 

2. Pijatan Lembut

2. Pijatan Lembut
healthsaveblog.com

Setelah mengompres payudara, lakukan pijatan lembut dengan gerakan melingkar pada payudara yang mengalami sumbatan baik sebelum atau sesudah menyusui. Cara ini dapat membantu melonggarkan sumbatan ASI.

Tipsnya, jangan lupa gunakan massage oil atau baby oil agar terhindar dari rasa perih saat memijat payudara yang tersumbat.

Editors' Picks

3. Terus susui

3. Terus susui
happyfamilybrands.com

Teruslah menyusui dan persering frekuensinya. Hal ini sangat penting dilakukan agar payudara kosong secara berkala, sehingga dapat mengurangi pembengkakan pada payudara.

Mama sebaiknya menyusui secara bergantian antara payudara kiri dan payudara kanan.

4. Perah dan pompa

4. Perah pompa
breastisbio.com

Perlu diingat bila saluran ASI tersumbat, maka Mama harus mengosongkan payudara. Setelah menyusui, perah atau pompa sisa ASI yang masih ada di dalam payudara. Sebaiknya perah ASI dengan cara manual saja, dilakukan dengan tangan saat aliran ASI tersumbat.

Terkadang bila menggunakan pompa payudara elektrik atau manual, dapat menyebabkan payudara yang bengkak terasa sakit dan kurang nyaman karena daya isapnya.

Jangan khawatir dengan seberapa banyak ASI perah yang dihasilkan, yang penting saluran ASI pada payudara kembali lancar.

5. Pemilihan bra yang tepat

5. Pemilihan bra tepat
momsmilkboutique.com

Seringkali sumbatan ASI pada payudara diperburuk oleh tekanan eksternal, seperti bra yang tidak cocok ukurannya atau kemeja yang terlalu ketat juga bisa mengakibatkan penyumbatan saluran ASI.

Oleh sebab itu, pastikan Mama menggunakan bra menyusui yang benar-benar sesuai dan cocok dengan ukuran payudara Mama. Selain itu, gunakan juga atasan yang longgar, sehingga payudara lebih leluasa.

Pastikan Mama merasa nyaman dengan pakaian apapun yang sedang dikenakan.

6. Istirahat cukup

6. Istirahat cukup
Freepik/katemangostar

Selain memerah, hal penting lain yang harus Mama lakukan adalah istirahat. Istirahat yang cukup akan sangat berpengaruh pada produksi ASI.

Hal ini mungkin sulit untuk dilakukan ketika Mama memiliki bayi, apalagi bila memiliki anak lebih dari satu. Namun istirahat sangat penting dilakukan untuk proses pemulihan payudara. 

Mama bisa tetap istirahat walaupun bersama bayi. Caranya letakkan semua keperluan bayi di dekat Mama, seperti mainan, buku, popok, tisu basah atau camilan bayi, agar Mama tidak terlalu sering beranjak dari tempat tidur.

Bila hal di atas masih sulit dilakukan, minta bantuan orang terdekat untuk bergantian menjaga bayi agar Mama bisa beristirahat sejenak.

7. Berpikir Positif

7. Berpikir Positif
Freepik

Masalah apa pun yang terjadi, harus disikapi dengan pikiran positif. Mama harus tetap yakin dan berpikir tenang bahwa semua masalah ini dapat teratasi dengan  baik. Minta dukungan penuh pada pasangan, agar Mama selalu mendapatkan dorongan semangat dari orang yang Mama cintai.

Namun, bila selama 24 jam masalah penyumbatan ASI yang Mama alami belum teratasi, segeralah berkonsultasi ke dokter atau klinik laktasi. 

Demikian beberapa langkah yang dapat Mama lakukan bila terjadi sumbatan aliran ASI atau ASI tidak keluar pada payudara. Tetap semangat mengASIhi ya, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.