Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Retensi Plasenta saat Proses Melahirkan
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Retensi plasenta terjadi ketika ari-ari tertahan lebih dari 30 menit setelah bayi lahir dan termasuk darurat medis karena dapat memicu perdarahan hebat.
  • Penyebab utama meliputi kontraksi rahim yang lemah, plasenta menempel terlalu dalam, atau serviks menutup cepat sehingga plasenta terperangkap.
  • Risiko meningkat pada riwayat operasi atau kuretase rahim, persalinan prematur, persalinan lama yang melelahkan, serta usia ibu di atas 30 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen melahirkan bayi ke dunia tentu menjadi pengalaman paling membahagiakan bagi Mama. Namun, proses persalinan sebenarnya belum selesai sebelum ari-ari atau plasenta keluar dari rahim.

Melansir dari Tommy's, retensi plasenta terjadi ketika plasenta tertahan di rahim lebih dari 30 menit setelah bayi lahir. Kondisi ini tergolong darurat medis karena bisa memicu perdarahan hebat.

Memahami penyebabnya sangat penting agar Mama dapat lebih waspada. Berikut Popmama.com bagikan penyebab retensi plasenta saat proses melahirkan yang perlu Mama ketahui!

1. Lemahnya kontraksi rahim setelah persalinan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Penyebab paling umum retensi plasenta (placenta adherens) adalah lemahnya kontraksi rahim pascamelahirkan. Otot rahim yang lelah tidak mampu mendorong plasenta keluar secara alami.

Kondisi ini membuat ari-ari tetap menempel meski bayi sudah lahir. Dokter biasanya memberikan suntikan oksitosin untuk merangsang kontraksi.

Mama juga disarankan langsung menyusui si Kecil di ruang bersalin. Proses inisiasi menyusui dapat memicu kontraksi rahim secara alami.

2. Implantasi plasenta yang menempel terlalu dalam

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kondisi plasenta akreta terjadi saat jaringan ari-ari tumbuh menancap terlalu dalam di dinding rahim. Penempelan kuat ini membuatnya sangat sulit terlepas sendiri.

Penyebabnya sering kali dipicu oleh bekas luka operasi caesar sebelumnya. Riwayat tindakan kuretase juga bisa mengubah struktur dinding rahim.

Kontraksi alami saja tidak cukup untuk melepaskan plasenta jenis ini. Tim medis perlu melakukan tindakan khusus untuk mengeluarkannya.

3. Leher rahim yang menutup terlalu cepat

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kondisi trapped placenta terjadi ketika plasenta sebenarnya sudah terlepas dari dinding rahim. Namun, leher rahim atau serviks justru menutup lebih awal.

Hal ini menyebabkan plasenta terperangkap di dalam dan tidak bisa keluar. Perubahan respons fisik organ reproduksi menjadi pemicu utamanya.

Bidan atau dokter akan mengevaluasi kondisi jalan lahir secara hati-hati. Pemijatan lembut pada area perut juga bisa dilakukan.

4. Riwayat tindakan medis dan operasi pada rahim

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mama yang pernah menjalani operasi rahim memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini. Bekas luka operasi dapat memengaruhi tempat melekatnya ari-ari.

Jaringan parut tersebut membuat proses pelepasan plasenta tidak berjalan lancar. Akibatnya, sebagian atau seluruh plasenta tertahan di dalam.

Sangat penting untuk memberitahukan riwayat medis Mama kepada dokter. Informasi ini membantu tim medis bersiap saat persalinan.

5. Pengaruh persalinan prematur dan kelelahan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Melahirkan secara prematur sebelum usia 34 minggu juga meningkatkan risiko ini. Pada usia tersebut, plasenta belum siap terlepas secara alami.

Selain itu, proses persalinan yang terlalu lama membuat otot rahim sangat lelah. Rahim kehilangan energi untuk melakukan dorongan terakhir.

Faktor usia Mama di atas 30 tahun juga turut memengaruhi. Pemantauan ekstra akan dilakukan oleh tim medis di ruang bersalin.

Menjaga komunikasi yang baik dengan dokter kandungan sejak masa kehamilan adalah kunci utama, jadi pastikan Mama selalu rutin memeriksakan kondisi kehamilan agar proses persalinan berjalan aman dan lancar ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article