Usia Kehamilan Dihitung Mulai dari Kapan? Ini Penjelasannya

Usia kehamilan umumnya dihitung mulai dari hari pertama haid terakhir (HPHT), bukan dari hari pembuahan.
Informasi usia kehamilan membantu Mama dan dokter memantau perkembangan janin, menentukan jadwal pemeriksaan, serta menyesuaikan pemantauan berdasarkan tahap kehamilan.
Metode HPHT efektif untuk siklus menstruasi teratur; jika HPHT tidak diketahui, perkiraan ovulasi atau konsultasi dokter dapat digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan.
Mengetahui usia kehamilan menjadi salah satu hal penting setelah Mama mendapatkan hasil tes kehamilan positif. Informasi ini membantu Mama mengetahui sudah sejauh mana perkembangan kehamilan dan menentukan waktu pemeriksaan yang sesuai.
Menariknya, usia kehamilan tidak dihitung dari hari terjadinya pembuahan, melainkan dapat diperkirakan dari hari pertama haid terakhir (HPHT) atau berdasarkan tanggal ovulasi. Karena itu, perhitungannya bisa terasa sedikit membingungkan, terutama pada awal kehamilan.
Lalu, usia kehamilan dihitung mulai dari kapan? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya, melansir dari Siloam Hospitals.
Table of Content
Apa Itu Usia Kehamilan?

Magnific Usia kehamilan merupakan periode yang digunakan untuk mengetahui sudah berapa lama kehamilan berlangsung hingga mendekati waktu persalinan. Dalam perhitungannya, usia kehamilan umumnya dimulai dari hari pertama haid terakhir, bukan dari hari ketika pembuahan terjadi.
Mengetahui usia kehamilan penting karena informasi ini dapat membantu ibu hamil dan dokter memantau perkembangan kehamilan sesuai tahapannya. Usia kehamilan juga dapat menjadi acuan untuk menentukan jadwal pemeriksaan dan melihat perkembangan janin dari waktu ke waktu.
Dengan mengetahui perkiraan usia kehamilan, Mama juga bisa mendapatkan gambaran mengenai tahapan perkembangan yang sedang berlangsung dan mempersiapkan pemeriksaan kehamilan sesuai kebutuhan.
Usia Kehamilan Dapat Dihitung Mulai dari HPHT

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Cara pertama untuk memperkirakan usia kehamilan adalah menggunakan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Metode ini dianggap efektif bagi perempuan yang memiliki siklus menstruasi teratur, dengan rata-rata sekitar 28 hari.
Pada metode ini, hari pertama haid terakhir menjadi titik awal perhitungan usia kehamilan. Misalnya, jika HPHT jatuh pada 8 September 2026, maka satu minggu setelahnya, yaitu 15 September 2026, menjadi perkiraan minggu pertama kehamilan.
Dengan mengetahui hari pertama menstruasi terakhir, usia kehamilan dapat diperkirakan meskipun Mama tidak mengetahui secara pasti kapan terjadinya pembuahan.
Bagaimana jika Tidak Tahu Hari Pertama Haid?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Jika Mama tidak mengetahui HPHT, usia kehamilan tetap dapat diperkirakan dengan melihat beberapa informasi lain. Misalnya, Mama dapat mengingat perkiraan waktu ovulasi berdasarkan pola siklus menstruasi sebelumnya atau memperhatikan perubahan yang terjadi selama kehamilan, seperti ukuran perut dan mulai terasa gerakan janin.
Selain itu, Mama bisa konsultasikan kondisi tersebut ke dokter spesialis kandungan agar dilakukan evaluasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan informasi, termasuk perkiraan waktu ovulasi maupun gejala kehamilan. Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat membantu memperkirakan usia kehamilan dengan lebih sesuai dengan kondisi ibu hamil.
Jadi, usia kehamilan dapat dihitung mulai dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Perhitungan ini penting sebagai acuan dalam memantau perjalanan kehamilan mama.























