“Aku lahiran pervaginam dan itu dream birth aku, ya udah aku benar-benar believe that I can do it,” ujar Alyssa.
Persiapan Penting Melahirkan Pervaginam ala Alyssa Daguise, Simak Ma!

- Alyssa Daguise membagikan pengalaman melahirkan pervaginam impiannya, menekankan pentingnya persiapan fisik melalui olahraga rutin seperti pilates, gym, dan yoga selama kehamilan.
- Ia menyoroti kekuatan mental serta ketenangan sebagai kunci keberhasilan persalinan, dibantu teknik pernapasan dan mindset positif untuk menghindari trauma maupun robekan.
- Dukungan doula, suami, serta fleksibilitas terhadap birth plan menjadi faktor penting yang membuat proses persalinan Alyssa berjalan aman dan penuh rasa percaya diri.
Mendekati momen kelahiran sang buah hati, setiap Mama tentu memiliki impian tersendiri mengenai proses persalinan. Begitu pula dengan Alyssa Daguise yang baru saja membagikan cerita mendalam mengenai perjalanan persalinannya melalui kanal YouTube The Als dalam video bertajuk "The Birth Story Of Soleil Zephora Ghazali". Alyssa secara terbuka menceritakan bagaimana ia mempersiapkan diri untuk melahirkan secara normal atau pervaginam yang selama ini menjadi impiannya.
Alyssa mengungkapkan bahwa sejak awal kehamilan, ia sudah memiliki visi yang jelas mengenai proses persalinan yang diinginkan. Ia menginginkan suasana yang tenang dan minim trauma agar momen bertemu sang buah hati menjadi kenangan yang indah. Baginya, melahirkan pervaginam adalah dream birth yang ia perjuangkan dengan penuh keyakinan dan persiapan yang matang.
Ia juga menambahkan alasan mengapa hal ini menjadi impiannya.
“Karena dari awal aku selalu bilang aku mau lahiran waiting for my contraction, alhamdulillah kontraksi aku dateng jadi nggak usah induksi dan rumah sakit yang sangat nyaman dan my favorite doctor,” tambahnya.
Tentu saja, mewujudkan proses persalinan impian membutuhkan persiapan yang serius. Bagi Mama yang sedang menanti si Kecil, nah Popmama.com kali ini akan merangkum tips persiapan persalinan ala Alyssa Daguise agar perjalanan Mama menuju dream birth lebih terarah dan tenang, berikut tipsnya!
Table of Content
1. Disiplin latihan fisik sebagai investasi persalinan


Persalinan pervaginam menuntut kekuatan fisik yang luar biasa dari seorang ibu. Alyssa menekankan bahwa melahirkan normal bukanlah proses yang instan, melainkan aktivitas fisik yang intens sehingga kondisi tubuh harus benar-benar disiapkan sejak awal kehamilan
“Aku juga mau ngomong di sini, ini karena effort juga dan disiplin, karena aku juga pilates. Aku juga nge-gym, aku juga yoga dan jujur itu sangat amat membantu dan aku percaya itu beneran bantu banget, so yeah it felt like it's just natural,” ungkap Alyssa.
Menurutnya, investasi waktu selama sembilan bulan kehamilan sangatlah berharga untuk kondisi tubuh saat persalinan nanti.
“I wanna say, lahiran pervaginam itu workout, itu marathon, kalian harus prepared banget, karena menurut aku itu bukan sesuatu hal yang bisa kamu masuk ke ruangan 'let's do it', no. So many mental and thing happening,” ungkap Alyssa.
Oleh karena itu, Alyssa rutin melakukan olahraga seperti pilates, gym, dan yoga selama kehamilan. Menurutnya, investasi waktu selama sembilan bulan adalah kunci agar tubuhnya lebih tangguh saat proses mengejan. Konsistensi dalam berolahraga terbukti membantu Mama mengelola energi lebih efektif dan membuat tubuh lebih fleksibel saat hari persalinan tiba.
2. Membangun mental yang kuat dan percaya diri

Selain persiapan fisik, kesiapan mental adalah fondasi agar Mama tidak merasa panik saat kontraksi datang. Alyssa mengaku bahwa ia terus memotivasi dirinya sendiri sejak awal, bahkan hingga mendapatkan pujian dari dokter atas ketenangannya saat proses melahirkan anak pertamanya.
“Pas dibilangin sama dokter, oke nggak ada robekan, nggak ada apa-apa, aku kayak 'hah', jujur aku shock karena itu di birth plan aku bener-bener hal yang paling aku takutin itu adalah robek. Dan itu aku bener-bener berdoa banget dari awal aku hamil 'semoga aku nggak robek' karena aku bener-bener takut banget dijahit dan lain-lain,” cerita Alyssa.
Keberhasilan Alyssa menghindari robekan berkat teknik pernapasan dan ketenangannya ini menjadi bukti bahwa mindset sangat berpengaruh. Alyssa bahkan merasa sangat bangga dengan pencapaiannya tersebut karena ia merasa mampu menguasai tubuhnya sendiri. Ia pun berpesan kepada para Mama agar selalu yakin pada kekuatan tubuh sendiri melalui birth plan yang matang.
3. Kehadiran doula dan support system yang tepat

Proses persalinan yang panjang bisa menguras emosi Mama, sehingga kehadiran pendamping profesional menjadi sangat krusial. Alyssa merasakan perbedaan besar saat didampingi oleh doula yang memberikan dukungan emosional tanpa henti selama ia berjuang menghadapi kontraksi selama tiga hari.
“Doula is a game changer. Mereka bikin aku ngerasa safe dan calm, apalagi pas kontraksi yang panjang banget itu. Mereka tahu kapan harus support aku secara fisik dan kapan harus kasih ketenangan,” ungkap Alyssa dengan penuh syukur.
Dukungan ini disempurnakan oleh kehadiran Al Ghazali yang selalu siaga di sampingnya. Al memahami betul bahwa tugas utamanya adalah menjadi penopang kekuatan bagi sang istri.
“Sebagai suami juga harus support secara mental, harus selalu ada,” ujar Alyssa.
4. Menjaga fleksibilitas dalam birth plan

Memiliki rencana persalinan memang penting, namun Mama juga harus bersikap bijak terhadap kondisi medis yang tak terduga. Alyssa sangat menekankan bahwa keselamatan sang buah hati adalah prioritas utama, sehingga ia tetap terbuka jika nantinya harus menempuh jalan lain demi keamanan bayi.
“Unless if ada indikasi ya, aku selalu terbuka misalnya dokter apa atau nggak bisa apa aku akan denger, dan kalau misalnya harus C-section atau emergency C-section, aku tidak menutupi itu demi kesehatan anakku,” tegasnya.
Sikap fleksibel ini menunjukkan bahwa Alyssa tidak memaksakan kehendak pribadinya jika situasi medis menuntut hal lain. Kedewasaan dalam memandang proses persalinan inilah yang membuat Alyssa lebih tenang. Bagi para Mama, ini adalah pengingat bahwa birth plan adalah panduan, namun keputusan terbaik tetaplah yang diambil berdasarkan rekomendasi medis demi keselamatan Mama dan si Kecil.
5. Edukasi diri dan pentingnya menulis birth plan

Persiapan persalinan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara mendadak. Alyssa mengajak setiap Mama untuk tidak hanya "datang ke rumah sakit" dengan tangan kosong, melainkan harus memiliki rencana tertulis yang jelas sebagai bentuk afirmasi diri.
“Kalau kalian punya birth plan atau punya dream birth kalian, tulis aja and believe in yourself that your body can do it,” jelas Alyssa.
Menurut Alyssa, 9 bulan kehamilan adalah waktu yang sangat singkat untuk belajar, sehingga setiap Mama harus benar-benar prepared menghadapi segala kemungkinan.
“Dan 9 bulan itu cepat, cepat banget, jadi you have to be prepared sih kalau mau itu,” tambahnya.
Dengan mempelajari tahapan persalinan dan memiliki rencana, Mama akan merasa jauh lebih tenang, terkendali, dan siap menyambut si Kecil dengan penuh kebahagiaan.
Perjalanan Alyssa Daguise dalam mewujudkan dream birth-nya mengajarkan kita bahwa persiapan yang matang mulai dari dukungan mental, kelas kehamilan, hingga kesiapan fisik adalah kunci utama dalam menghadapi persalinan. Dengan dedikasi dan pola pikir yang positif, setiap Mama memiliki peluang besar untuk menjalani proses melahirkan yang tenang.
Nah, kalau Mama sendiri, apakah sudah mulai menyusun birth plan impian untuk menyambut si Kecil di rumah nanti, atau masih bingung menentukan metode persalinan yang tepat?











-r3q6KqpXUhrTFrX6JoPvQhxboCsx7Z7N.png)






