Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puting Lecet Apakah Boleh Tetap Menyusui?
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Menyusui tetap dianjurkan meski puting lecet agar aliran dan produksi ASI tidak terganggu, dengan memastikan posisi serta pelekatan bayi benar untuk mencegah luka makin parah.
  • ASI perah dapat dioleskan pada puting lecet karena kandungan antibodi alami membantu penyembuhan, sambil menjaga kebersihan tangan dan membiarkan area puting kering sebelum memakai bra.
  • Segera konsultasikan ke tenaga medis jika luka tidak membaik, berdarah banyak, atau menunjukkan tanda infeksi seperti bengkak dan kemerahan agar mendapat penanganan yang tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyusui seharusnya menjadi momen yang indah untuk membangun ikatan dengan Si Kecil. Namun, tidak jarang Mama harus berhadapan dengan kendala puting lecet atau nyeri, terutama di masa-masa awal kelahiran. Rasa perih yang muncul setiap kali bayi menyusu tentu bisa membuat Mama merasa stres dan tidak nyaman. Meskipun begitu, jangan biarkan rasa nyeri ini membuat Mama putus asa dalam memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati.

Melansir dari NHS UK, jika Mama mengalami puting sakit atau lecet saat menyusui, sangat penting untuk tidak menghentikan proses menyusui secara sepihak. Dengan bantuan yang tepat dari tenaga kesehatan, bidan, atau konselor laktasi, aktivitas menyusui biasanya dapat kembali terasa nyaman dalam waktu yang singkat. Menghentikan menyusui secara total justru berisiko menyebabkan masalah lain, seperti penyumbatan saluran ASI atau penurunan produksi ASI.

Munculnya sedikit darah pada ASI akibat puting yang lecet memang bisa memicu kekhawatiran bagi Mama. Namun, menurut para ahli medis, ASI yang tercampur sedikit darah umumnya masih dianggap aman dan tetap boleh diberikan kepada bayi. Untuk menjawab keraguan tersebut, berikut Popmama.com bagikan tips bagi Mama yang bertanya Puting lecet apakah boleh tetap menyusui.

1. Boleh tetap menyusui untuk menjaga aliran ASI

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Jawaban utama dari pertanyaan apakah boleh tetap menyusui adalah boleh dan sangat dianjurkan. Menghentikan sesi menyusui justru dapat membuat payudara penuh dan memicu masalah baru seperti mastitis atau penyumbatan saluran. Menyusui tetap bisa dilakukan selama bayi menginginkannya, asalkan Mama sudah memastikan posisi pelekatan bayi tidak semakin memperparah luka.

Jika nyeri terasa sangat hebat dan membuat Mama trauma, Mama bisa mencoba jeda sejenak dengan memerah ASI secara manual. ASI hasil perahan tersebut tetap bisa diberikan kepada bayi. Dengan cara ini, bayi tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya tanpa harus membuat puting Mama menahan gesekan berlebih saat luka masih dalam tahap awal penyembuhan.

Tetap menyusui juga membantu menjaga ritme produksi ASI agar tetap stabil. Tubuh Mama akan terus merespons kebutuhan bayi, sehingga produksi ASI tidak akan menurun. Fokuslah pada penyembuhan luka secara bertahap sambil tetap memastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik melalui pemberian ASI yang konsisten.

2. Memastikan posisi dan pelekatan bayi sudah benar

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Penyebab utama puting lecet yang membuat Mama ragu untuk menyusui adalah posisi atau pelekatan bayi yang kurang tepat. Saat pelekatan efektif, puting seharusnya berada jauh di langit langit lunak bagian belakang mulut bayi sehingga tidak terjepit. Jika bayi hanya mengisap ujung puting, langit langit keras di depan mulutnya dapat menekan dan terus melukai puting Mama.

Jika Mama merasa puting tampak pipih, berbentuk seperti baji, atau berwarna putih setelah menyusu, itu tanda bayi belum melekat dengan baik. Bayi yang kurang nyaman saat menyusu biasanya akan tampak rewel atau tidak puas. Segera perbaiki posisi menyusui agar tidak melukai puting lebih dalam lagi saat Mama tetap melanjutkan proses menyusui.

Jangan ragu meminta bantuan bidan atau konselor laktasi untuk mengamati cara Mama menyusui. Mereka dapat memberikan tips praktis untuk memposisikan bayi agar mulutnya terbuka lebar dan mencakup area puting serta areola dengan benar. Dengan teknik yang tepat, rasa sakit akan berangsur berkurang dan proses menyusui menjadi lebih nyaman bagi Mama dan bayi.

3. Mengoleskan ASI perah ke area puting

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Setelah selesai menyusui, Mama bisa memerah sedikit ASI sekitar satu atau dua tetes saja lalu mengoleskannya dengan lembut ke area puting yang lecet. ASI mengandung zat antibodi dan nutrisi alami yang dapat membantu proses penyembuhan luka pada kulit puting secara lebih cepat dan alami.

Cara ini adalah langkah pertolongan pertama yang sangat mudah dan praktis karena tidak memerlukan produk tambahan. Pastikan tangan Mama dalam keadaan bersih sebelum menyentuh atau memerah ASI, lalu biarkan puting mengering dengan sendirinya sebelum Mama kembali mengenakan bra.

Lakukan langkah ini setiap kali selesai menyusui untuk menjaga kelembapan kulit puting. Namun, jika dalam seminggu luka tidak membaik atau justru tampak semakin dalam dan berdarah banyak, sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih tepat.

4. Memilih bra yang nyaman dan tidak menekan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Jenis bra yang Mama gunakan sangat berpengaruh terhadap pemulihan puting yang lecet. Sangat disarankan untuk menggunakan bra yang pas di badan, tidak terlalu ketat, dan sebaiknya hindari penggunaan bra berkawat yang justru dapat menekan payudara serta menghambat aliran ASI.

Selain itu, pilihlah breast pad yang lembut dan pastikan untuk menggantinya secara rutin setiap kali selesai menyusui agar puting tetap kering. Sangat disarankan untuk menghindari breast pad dengan lapisan plastik yang dapat memerangkap kelembapan dan memperburuk iritasi pada luka yang sedang basah.

Pastikan puting benar benar kering sebelum Mama mengenakan bra kembali untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Jika perlu, Mama bisa membiarkan puting terkena udara terbuka sesaat setelah diolesi ASI agar proses pengeringan lebih optimal, sehingga gesekan antara kulit dan kain bra bisa diminimalisir.

5. Kapan harus waspada dan mencari bantuan medis

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Meskipun menyusui diperbolehkan saat puting lecet, Mama harus tetap waspada. Segera cari bantuan medis jika puting mulai pecah pecah parah atau perdarahan tidak berhenti. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko infeksi yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Jika Mama sudah memperbaiki posisi dan pelekatan bayi namun puting tetap terasa sangat sakit, jangan menduga duga sendiri. Nyeri puting yang tidak kunjung membaik bisa disebabkan oleh masalah lain seperti infeksi jamur atau bakteri yang memerlukan obat obatan khusus, bukan sekadar masalah teknik menyusui.

Jangan menunda untuk mencari bantuan jika area puting mulai menunjukkan tanda infeksi seperti bengkak, kemerahan yang meluas, atau terasa sangat panas. Mendapatkan penanganan lebih dini akan membantu Mama merasa jauh lebih nyaman dan proses menyusui bisa berjalan lancar kembali bersama Si Kecil.

Mama, jangan biarkan rasa sakit membuat Mama kehilangan semangat untuk menyusui. Ingatlah bahwa tantangan ini hanyalah sementara dan Mama adalah sosok yang luar biasa karena sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Tetap tenang, jangan ragu untuk mencari dukungan dari profesional kesehatan, dan yakinlah bahwa dengan sedikit penyesuaian, momen menyusui akan segera kembali menjadi pengalaman yang nyaman dan membahagiakan!

Editorial Team

Related Article