Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Cuma karena Baper, Ibu Hamil Sering Menangis karena Hal Ini

Bukan Cuma karena Baper, Ibu Hamil Sering Menangis karena Hal Ini
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Ibu hamil sering menangis bukan hanya karena baper, tapi akibat perubahan hormon progesteron yang meningkat drastis dan memengaruhi suasana hati.
  • Perubahan fisik seperti munculnya stretch mark dan pakaian yang mulai tidak muat dapat menurunkan rasa percaya diri serta membuat emosi lebih sensitif.
  • Dukungan suami, waktu untuk diri sendiri, tidur cukup, serta aktivitas relaksasi disarankan agar ibu hamil bisa mengelola emosi dan merasa lebih tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebagian ibu hamil menjadi lebih mudah menangis. Hal-hal kecil yang sebelumnya terasa biasa saja bisa tiba-tiba membuat mata berkaca-kaca, misalnya saat menonton iklan atau film yang menyentuh, mendengar candaan suami, hingga ucapan orang lain yang sebenarnya tidak bermaksud menyakiti.

Ibu hamil yang lebih mudah menangis sering kali dianggap terlalu sensitif atau sekadar terbawa perasaan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG, melalui akun Instagram @dyusfarasyid, menjelaskan bahwa ibu hamil menangis bukan hanya karena terbawa perasaan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai hal.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan, bukan cuma karena baper, ibu hamil sering menangis karena hal ini.

Table of Content

1. Peningkatan hormon

1. Peningkatan hormon

Peningkatan hormon
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Hormon adalah zat kimia yang berperan mengatur berbagai fungsi tubuh, seperti metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, emosi, suasana hati, tekanan darah, tidur, hingga sistem reproduksi. Dalam sistem reproduksi perempuan, salah satu hormon yang paling penting adalah progesteron.

Saat hamil, kadar hormon progesteron meningkat drastis, bahkan bisa mencapai sekitar 10 kali lipat dibandingkan sebelum hamil. Peningkatan ini diperlukan untuk mempertahankan kehamilan dan mendukung perkembangan janin. Di sisi lain, perubahan hormon tersebut juga dapat memengaruhi suasana hati.

Itulah sebabnya ibu hamil bisa menjadi lebih sensitif dan mudah menangis, bahkan karena hal-hal yang tampak sepele. Hal tersebut merupakan respons yang normal akibat perubahan hormon selama kehamilan. Meski begitu, Mama perlu waspada apabila perasaan sedih berlangsung hampir setiap hari selama lebih dari dua minggu.

2. Stretch mark

 Stretch mark
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Stretch mark adalah garis-garis halus yang muncul pada kulit akibat peregangan selama kehamilan. Kondisi ini sangat umum terjadi, terutama di area perut, payudara, pinggul, paha, atau bokong. Meski merupakan bagian normal dari kehamilan, munculnya stretch mark dapat membuat sebagian ibu hamil merasa kurang percaya diri.

Perasaan tersebut, ditambah perubahan hormon selama kehamilan, dapat membuat emosi menjadi lebih sensitif sehingga Mama lebih mudah merasa sedih atau menangis. Padahal, stretch mark bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan atau dianggap sebagai cacat. Sekitar 70% ibu hamil mengalaminya. Garis-garis pada kulit ini merupakan jejak alami bahwa tubuh mama sedang memberikan ruang bagi si Kecil untuk tumbuh dan berkembang.

3. Baju mulai tidak muat

Baju mulai tidak muat
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat hamil, perut mama akan terus membesar karena rahim berkembang mengikuti pertumbuhan janin.

Akibatnya, pakaian yang sebelumnya pas mulai terasa sempit atau bahkan tidak lagi muat. Bagi sebagian ibu hamil, perubahan ukuran tubuh tersebut bisa memicu rasa sedih atau menurunkan kepercayaan diri.

4. Suami kurang peka

Suami kurang peka
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kehamilan membawa banyak perubahan fisik dan emosional yang membuat Mama membutuhkan dukungan dari pasangan. Saat suami terlihat kurang peka atau tidak memahami apa yang sedang Mama rasakan, sebagian ibu hamil bisa merasa sedih, kecewa, atau sendirian.

Suami yang terlihat diam belum tentu tidak peduli atau tidak menyayangi Mama. Sering kali, mereka hanya tidak tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana cara memberikan dukungan. Karena itu, cobalah menyampaikan kebutuhan Mama secara terbuka, misalnya dengan berkata, "Aku butuh dipeluk, bukan cuma disuruh sabar."

Komunikasi yang baik dapat membantu suami lebih memahami perasaan Mama dan memberikan dukungan yang benar-benar dibutuhkan.

5. Kurang waktu untuk diri sendiri

Kurang waktu untuk diri sendiri
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selama kehamilan, tubuh mama bekerja tanpa henti untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Perubahan hormon, meningkatnya kerja jantung, dan berbagai penyesuaian yang terjadi di dalam tubuh dapat membuat Mama lebih cepat lelah. Jika kelelahan terus menumpuk atau Mama tidak memiliki waktu untuk beristirahat, emosi akan menjadi lebih sensitif sehingga lebih mudah menangis.

Meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah tindakan yang egois. Mama bisa memanfaatkan me time dengan tidur siang, membaca buku, berjalan santai, atau melakukan hobi yang disukai. Saat tubuh dan pikiran terasa lebih rileks, Mama pun akan lebih nyaman menjalani kehamilan.

Cara Mengatasi Ibu Hamil yang Mudah Menangis

Cara mengatasi ibu hamil yang mudah menangis
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Apabila Mama lebih sering menangis selama kehamilan, cobalah mengenali terlebih dahulu apa yang memicunya. Setelah mengetahui penyebabnya, Mama akan lebih mudah mencari cara untuk mengelola emosi sehingga tidak mudah larut dalam kesedihan.

Beberapa cara yang dapat membantu mengurangi keinginan untuk menangis antara lain:

  • Tidur yang cukup dan usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur.

  • Konsumsi makanan bergizi dan tetap nikmati makanan yang Mama sukai sesuai anjuran dokter.

  • Luangkan waktu untuk diri sendiri dengan membaca buku, mendengarkan musik, berjalan santai, atau melakukan hobi yang disukai.

  • Lakukan aktivitas relaksasi, seperti yoga untuk ibu hamil, latihan pernapasan, atau meditasi.

  • Ceritakan perasaan Mama kepada suami, keluarga, atau sahabat agar tidak memendam emosi sendirian.

  • Bergabung dengan komunitas atau kelompok ibu hamil untuk berbagi pengalaman dan saling memberikan dukungan.

  • Jika sulit mengungkapkan perasaan kepada orang lain, cobalah menuliskannya di buku harian atau jurnal sebagai cara menyalurkan emosi.

Nah, itu rangkuman terkait penjelasan kenapa ibu hamil sering menangis. Apakah Mama juga sering menangis saat hamil?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More