Nyeri Perineum setelah Melahirkan, Normalkah? Cek Faktanya Ma!

Waspadai jika muncul tanda-tanda infeksi Ma!

14 Januari 2022

Nyeri Perineum setelah Melahirkan, Normalkah Cek Fakta Ma
Freepik/Doucefleur

Merasakan ketidakanyamanan dalam tubuh pasca melahirkan adalah satu hal yang wajar terjadi. Salah satu yang mungkin Mama alami yaitu nyeri perineum.

Nyeri perineum umumnya muncul akibat adanya robekan atau tekanan saat proses persalinan. Ini terjadi karena, kepala bayi memberikan dorongan yang kuat ke vagina untuk bisa keluar. Hal inilah yang terkadang menyisakan rasa sakit dan tidak nyaman setelah melahirkan.

Namun apakah nyeri perineum setelah melahirkan merupakan satu hal yang normal dan bisa dengan mudah diatasi?  

Untuk lebih jelasnya berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai nyeri perineum setelah melahirkan, dilansir dari What to Expect. Simak ya Ma!

1. Apa yang dimaksud nyeri perineum?

1. Apa dimaksud nyeri perineum
Freepik/Spukkato

Nyeri perineum adalah salah satu jenis nyeri pasca persalinan yang paling umum dirasakan oleh Mama.

Pada perempuan, perineum merupakan jaringan serta otot yang memisahkan antara lubang vagina dan anus. Saat melahirkan biasanya area perineum sering mendapatkan tekanan yang kuat, karena kepala bayi mendorong ke arah vagina. Dimana hal ini bisa menyebabkan perineum mengalami bengkak atau bahkan robek.

Pada beberapa kondisi, saat persalinan dokter mungkin saja melakukan prosedur episiotomi. Episiotomi adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk memperlebar lubang vagina, dengan membuat sayatan bedah di area jaringan perineum. Tujuannya tentu untuk membantu si Kecil lahir.

Editors' Picks

2. Normalkah nyeri perineum setelah melahirkan?

2. Normalkah nyeri perineum setelah melahirkan
Freepik/freepic.diller

Nyeri perineum adalah satu hal yang normal Ma.

Rasa tidak nyaman dalam beberapa waktu bisa jadi satu hal yang wajar dialami oleh Mama setelah melahirkan. Pasalnya, tubuh juga membutuhkan waktu untuk bisa pulih sepenuhnya.

Namun, perlu diperhatikan ya. Jika rasa nyeri perineum muncul bersamaan dengan beberapa gejala seperti rasa sakit yang semakin parah, kemerahan disertai bengkak, demam, serta keluarnya nanah dengan bau yang tidak sedap, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Karena gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi pasca melahirkan.

3. Penyebab Mama merasakan nyeri perineum

3. Penyebab Mama merasakan nyeri perineum
Freepik/lookstudio

Ada banyak hal yang menyebabkan Mama merasakan nyeri perineum setelah melahirkan. Biasanya ini akan berbeda-beda tergantung bagaimana prosedur persalinan yang Mama jalani.

Berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab nyeri perineum:

  • Persalinan normal tanpa robekan. Jika Mama mengalami ini, kemungkinan area perineum mengalami bengkak. Sehingga timbul rasa nyeri yang membuat tidak nyaman di area tersebut dan berlangsung beberapa minggu pasca melahirkan.
  • Terjadinya robekan vagina atau dilakukannya prosedur episiotomi. Jika ini terjadi, biasanya luka akan segera sembuh Ma, tapi memang seringkali membutuhkan waktu beberapa minggu hingga rasa sakitnya benar-benar hilang.
  • Operasi caesar setelah sebelumnya mencoba normal. Beberapa Mama mungkin sempat mencoba melahirkan normal melalui vagina, sebelum akhirnya menjalani operasi caesar. Nah ketika berusaha mendorong bayi untuk keluar melalui vagina, ini juga bisa menjadi penyebab rasa tidak nyaman atau nyeri perineum.

4. Cara mengatasi rasa nyeri perineum setelah melahirkan

4. Cara mengatasi rasa nyeri perineum setelah melahirkan
Freepik/senivpetro

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri perineum setelah melahirkan:

  • Jaga kebersihan area perineum. Biasakan untuk selalu membersihkan area vagina hingga anus, setiap habis buang air besar atau kecil.
  • Cobalah untuk kompres air es. Kompres air es bisa dilakukan di area perineum yang terasa nyeri selama 10 hingga 20 menit.
  • Cobalah kompres air hangat. Mama bisa juga nih menggunakan kain lap atau handuk bersih yang dibasahi dengan air hangat, guna mengurangi rasa tidak nyaman di area perineum.
  • Berendam air hangat. Merendam area perineum yang terasa nyeri bisa dilakukan hingga 20 menit setiap kalinya. Ini akan menenangkan kulit serta meningkatkan sirkulasi darah ke area tersebut.
  • Gunakan alas berupa bantal duduk. Mama bisa menggunakan bantal berbentuk donat dengan lubang di bagian tengahnya, untuk mengurangi tekanan pada bagian yang terasa sakit.
  • Hindari menggunakan celana yang ketat agar tidak terjadi gesekan antar kulit. Sebaliknya, gunakan celana yang longgar dengan bahan yang bisa menyerap keringat.
  • Mama bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan resep salep atau obat penghilang rasa nyeri.

5. Bolehkah melakukan hubungan seks saat merasakan nyeri perineum?

5. Bolehkah melakukan hubungan seks saat merasakan nyeri perineum
Freepik/jcomp
batas waktu mandi junub saat puasa

Dilansir dari babycenter, jika merasakan nyeri perineum sebaiknya Mama menunda berhubungan seks ya. Tunggu hingga kondisi benar-benar pulih dan Mama sudah merasa lebih nyaman.

Melakukan hubungan seks saat merasakan nyeri perineum, selain membuat tidak nyaman juga bisa meningkatkan risiko infeksi lho. Untuk itu, Mama disarankan untuk lebih berhati-hati.

Demikianlah informasi mengenai nyeri perineum setelah melahirkan, yang mungkin Mama rasakan. Nggak perlu khawatir ya Ma, karena nyeri perineum merupakan satu hal yang normal. Namun jika rasa nyeri muncul disertai dengan tanda-tanda infeksi, ada baiknya Mama segera periksakan diri ke dokter ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk